Mengenang Omongan Prabowo 2015: Saat Karhutla Tak Kunjung Berstatus Bencana Nasional

Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:56 WIB
Mengenang Omongan Prabowo 2015: Saat Karhutla Tak Kunjung Berstatus Bencana Nasional
Kolase Presiden Prabowo Subianto saat meninjau lokasi Karhutla dan pernyataannya 2015. (Suara.com/ ist)
baca 10 detik
  • Pemerintah Indonesia belum menetapkan kasus kebakaran hutan dan lahan sebagai bencana nasional meskipun telah berlangsung tiga bulan.
  • Prabowo pada 2015 pernah mendesak pemerintah agar menaikkan status kebakaran hutan dan lahan menjadi bencana nasional.
  • Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, meminta Presiden Prabowo menetapkan status bencana nasional untuk mengatasi karhutla.

Suara.com - Di tengah pekatnya kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah, Pemerintah Indonesia hingga saat ini masih belum menetapkan kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebagai Bencana Nasional.

Uniknya, desakan agar Karhutla diangkat menjadi bencana tingkat nasional sebenarnya pernah dilontarkan oleh Prabowo Subianto—jauh sebelum beliau menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Catatan itu terekam pada 2015 silam. Kala itu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyoroti dampak kabut asap di Sumatera dan Kalimantan yang kian memprihatinkan. Lewat akun Facebook resminya, ia meminta pemerintah mendesak dinaikkannya status Karhutla.

Hasil bidik layar pernyataan Prabowo Subianto tentang kebakaran hutan dan lahan tahun 2015.
Hasil bidik layar pernyataan Prabowo Subianto tentang kebakaran hutan dan lahan tahun 2015.

"Demi mengatasi kabut asap yang terus merugikan sebagian rakyat Indonesia, saya menyarankan untuk menaikkan status tersebut menjadi bencana nasional," kata Prabowo, 13 Oktober 2015.

Prabowo menegaskan bahwa perubahan status tersebut sangat krusial demi efektivitas penanganan di lapangan.

"Tujuannya, agar penanganan yang diberikan pemerintah pusat dan daerah dapat lebih maksimal. Karena dampak yang ditimbulkan sudah sangat memperihatinkan," kata Prabowo.

Tak berhenti di situ, Prabowo kala itu juga melontarkan gagasan progresif: membentuk kementerian khusus penanganan bencana alam, meniru langkah tegas yang diterapkan di Rusia.

"Dengan memanfaatkan teknologi satelit, Kementerian Penanggulangan Bencana di Rusia bisa mendeteksi adanya titik-titik api, dengan begitu kebakaran hutan dapat dicegah," kata dia.

Sisi penegakan hukum pun tak luput dari perhatiannya. Prabowo mendorong aparat untuk bertindak tanpa kompromi terhadap para perusak lingkungan.

baca juga

"Selain itu, aparat penegak hukum juga harus berani melakukan investigasi agar para pelaku pembakar hutan mendapatkan sanksi dan hukuman yang sesuai," kata prabowo.

Tiga Bulan Seperti Hidup di Neraka

Kini, bertahun-tahun setelah pernyataan itu, desakan serupa kembali berembus kencang dari Gedung DPR RI.

Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah strategis nan tegas untuk mengatasi Karhutla yang sudah membara selama tiga bulan terakhir.

Daniel menilai krisis ekologi di sejumlah daerah telah mencapai titik nadir dan tidak bisa lagi ditangani dengan cara biasa.

"Kondisi saat ini sudah diambang sangat berbahaya bagi kesehatan masyarakat, 3 bulan karhutla sudah seperti hidup di neraka bagi masyarakat terdampak," ujar Daniel Johan kepada wartawan, Senin (12/10/2026).

Meskipun mengapresiasi upaya yang telah berjalan, Daniel menyebut dampaknya masih jauh dari kata signifikan. Asap pekat terus melumpuhkan sektor penerbangan, meliburkan aktivitas sekolah, hingga mencekik roda perekonomian warga.

Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar menimbulkan asap yang dapat mengakibatkan dampak kesehatan bagi masyarakat di Mamuju, Senin (05/10/2026) [SuaraSulsel.id/ANTARA/HO-Pemprov Sulbar]
Kebakaran hutan dan lahan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sulbar.) [Pemprov Sulbar]

Oleh karena itu, ia mendorong penetapan status Bencana Nasional agar pengerjaan penanggulangan dapat dilakukan secara totalitas, termasuk membuka ruang bagi bantuan mancanegara.

"Dengan waktu yang sudah 3 bulan ini pemerintah harus mengambil langkah strategis salah satu menetapkan status bencana Karhutla ini sebagai bencana nasional. Faktanya malah sudah bencana internasional. Agar segala kekuatan dapat dikerahkan untuk mengatasi kebakaran, bantuan luar negeri juga kita butuhkan, kita tidak menutup diri," ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Daniel menyampaikan permohonan terbuka secara langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan perlindungan nyata bagi rakyat yang kini terkepung asap.

"Kami atas nama rakyat yang terdampak memohon kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan ini dengan menetapkan status kebencanaan ini sebagai bencana nasional, bila perlu anak anak kecil orang tua diungsikan dulu ke daerah yang aman dari asap, ini adalah tanggung jawab besar negara untuk melindungi segala tumpah darah rakyat Indonesia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Raja Juli Didemo, Nginap di Hotel Mewah Palangka Raya saat Warga Sesak Napas Akibat Asap

Raja Juli Didemo, Nginap di Hotel Mewah Palangka Raya saat Warga Sesak Napas Akibat Asap

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:02 WIB

Kualitas Udara Indonesia Hari Ini Masuk Kategori Berbahaya, Cek 10 Kota Paling Berpolusi

Kualitas Udara Indonesia Hari Ini Masuk Kategori Berbahaya, Cek 10 Kota Paling Berpolusi

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:30 WIB

Gugat Keseriusan Pemerintah di Balik Karhutla dan Hak Kesehatan Masyarakat

Gugat Keseriusan Pemerintah di Balik Karhutla dan Hak Kesehatan Masyarakat

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 10:20 WIB

Wacana Adik Prabowo soal HP Gratis untuk Bansos Dinilai Tak Jelas, APBN Sudah Tekor

Wacana Adik Prabowo soal HP Gratis untuk Bansos Dinilai Tak Jelas, APBN Sudah Tekor

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Terkini

Media Singapura Bongkar Fakta Lain Keberadaan Rudy Masud dan Istri Saat Perhelatan F1

Media Singapura Bongkar Fakta Lain Keberadaan Rudy Masud dan Istri Saat Perhelatan F1

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:17 WIB

Kesaksian Pedagang Pasar Cimanggis: Dentuman Keras Mengguncang, Asap Pekat Muncul Tanpa Api

Kesaksian Pedagang Pasar Cimanggis: Dentuman Keras Mengguncang, Asap Pekat Muncul Tanpa Api

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:16 WIB

Bagaimana Cara Membedakan Physical Sunscreen dan Chemical Sunscreen? Kenali 5 Ciri Ini

Bagaimana Cara Membedakan Physical Sunscreen dan Chemical Sunscreen? Kenali 5 Ciri Ini

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Identifikasi Korban Meninggal Ledakan Pasar Cimanggis, Polisi Terjunkan Tim DVI

Identifikasi Korban Meninggal Ledakan Pasar Cimanggis, Polisi Terjunkan Tim DVI

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:12 WIB

Bolehkah Viva Air Mawar Dijadikan Setting Spray dan Face Mist? Begini Caranya

Bolehkah Viva Air Mawar Dijadikan Setting Spray dan Face Mist? Begini Caranya

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:09 WIB

4 Shio Diprediksi Kurang Beruntung di 2026, Saatnya Bersinar Tahun Depan?

4 Shio Diprediksi Kurang Beruntung di 2026, Saatnya Bersinar Tahun Depan?

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:09 WIB

Monyet-monyet Bikin Formasi 'Jembatan Hidup' Selamatkan Diri dari Kebakaran Hutan

Monyet-monyet Bikin Formasi 'Jembatan Hidup' Selamatkan Diri dari Kebakaran Hutan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:07 WIB

Bahlil Targetkan Ekspor Nikel Tembus 45 Miliar Dolar AS pada 2026

Bahlil Targetkan Ekspor Nikel Tembus 45 Miliar Dolar AS pada 2026

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:04 WIB

PLN Batam Ungkap Penyebab Blackout di Kepri: Monyet

PLN Batam Ungkap Penyebab Blackout di Kepri: Monyet

Batam | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:01 WIB

Viral Mata Melotot Gubernur Bali Wayan Koster Kena Damprat Pegawai SPBU: Saya Bukan Robot Pak

Viral Mata Melotot Gubernur Bali Wayan Koster Kena Damprat Pegawai SPBU: Saya Bukan Robot Pak

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 12:00 WIB

×