Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:38 WIB
Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See
Gibran Rakabuming Raka (Ist)
baca 10 detik
  • Guru Besar UMY Ridho Al-Hamdi menyatakan wacana pemakzulan Wapres Gibran mengalami jalan buntu di parlemen pada Kamis (15/10/2026).
  • Istana dan fraksi partai politik di DPR memilih bersikap aman karena khawatir memicu ketidakstabilan kekuasaan.
  • Kurangnya tekanan terpadu dari akar rumput, akademisi, dan mahasiswa membuat elite politik cenderung menunda pembahasan tersebut.

Suara.com - Wacana pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dinilai mengalami jalan buntu (deadlock) di tingkat parlemen maupun pusat pemerintahan. 

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ridho Al-Hamdi menuturkan bahwa kebuntuan tersebut terjadi lantaran para pemegang kekuasaan masih menghitung risiko politik serta dampak stabilitas kekuasaan yang berpotensi memicu kegaduhan baru.

"Ya semua kan lagi-lagi penguasa kita. Artinya istana gimana sikapnya terus kemudian sekarang kan bola ada di DPR ya fraksi-fraksi itu kan dari partai-partai ya wait and see nih, gimana nih yang terbaik jangan sampai dia ngomong begini blunder bisa dibully sama teman sekawan di DPR atau bagaimana," kata Ridho kepada Suara.com, Kamis (15/10/2026).

Ia menyebut kondisi fraksi-fraksi di DPR yang cenderung cari aman (wait and see) membuat proses pengawasan politik ini tidak berjalan dengan semestinya. 

Menurut Ridho, sikap diam tersebut dipilih karena partai politik di parlemen khawatir langkah yang diambil justru memicu serangan balik dari kelompok kepentingan tertentu.

"Presiden tidak ingin terjadi huru-hara baik mungkin Prabowo dihajar balik sama geng Solo sementara koalisinya tidak kuat, sehingga terjadi huru-hara," ungkapnya.

Kekhawatiran akan pecahnya benturan politik internal membuat Istana dan parlemen enggan mengambil langkah radikal tanpa adanya dorongan kuat dari masyarakat. Oleh karena itu, gerakan dari akar rumput, akademisi, hingga mahasiswa menjadi satu-satunya instrumen penyeimbang yang efektif saat ini.

Tanpa tekanan dari luar lingkaran kekuasaan, elite politik dinilai memiliki ruang untuk menunda pembahasan atau membiarkan wacana tersebut kehilangan momentum.

"Saya kira ini perlu bagaimana publik untuk bersikap kritis dan memang sekarang bolanya ada di DPR. Perlu menekan Senayan dan menekan Istana pastinya. Dua kelompok ini harus ditekan, dua lembaga negara ini harus ditekan biar supaya mereka itu tidak sekadar tinggal diam saja," tegasnya.

baca juga

Meskipun kesadaran masyarakat di media sosial sudah sangat riuh, ia menilai gerakan massa di lapangan hingga saat ini masih belum terlihat memiliki konsolidasi yang solid untuk memaksa DPR menjalankan fungsi pengawasannya.

Di sisi lain, Ridho melihat kompromi politik sebagai salah satu persoalan yang dapat menghambat proses pemakzulan. Prabowo dan partai-partai pendukung pemerintah memiliki kepentingan masing-masing.

Sehingga keputusan untuk melanjutkan atau tidak melanjutkan isu tersebut tidak bisa dilepaskan dari kalkulasi politik di dalam koalisi. Menurut dia, persoalan itu tueut berkaitan dengan kemungkinan perubahan peta koalisi. 

Dukungan partai terhadap pemerintahan saat ini tidak otomatis menjamin mereka akan mengambil sikap yang sama ketika berhadapan dengan isu pemakzulan.

"Intinya macet di DPR dan di Istana. Tinggal mereka mau bergerak enggak? Mereka bergerak wait and see nih, gimana publik jangan sampai mereka jadi sasaran balik, kan gitu," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Doli Vs Hasyim Saling Sindir soal Dugaan PKPU Gibran, Benarkah Ada Pasal yang Diselundupkan?

Doli Vs Hasyim Saling Sindir soal Dugaan PKPU Gibran, Benarkah Ada Pasal yang Diselundupkan?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Korupsi Dana Bencana BNPB Bikin 'Iblis Minder'! DPR Desak Pelaku Dihukuman Mati

Korupsi Dana Bencana BNPB Bikin 'Iblis Minder'! DPR Desak Pelaku Dihukuman Mati

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:14 WIB

Pemohon PHPU Gibran Minta Audiensi dengan Prabowo, Dorong DPR Bahas Pemakzulan

Pemohon PHPU Gibran Minta Audiensi dengan Prabowo, Dorong DPR Bahas Pemakzulan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Terkini

Jangan Tunggu Melar, Intip Rahasia Rawat 'Sabuk Nyawa' CVT Motor Matik Biar Aman Di Jalan

Jangan Tunggu Melar, Intip Rahasia Rawat 'Sabuk Nyawa' CVT Motor Matik Biar Aman Di Jalan

Otomotif | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:58 WIB

Intip Lagi Souvenir VIP Konser Syahrini Tahun 2018, Dulu Harga Tiketnya Rp25 Juta

Intip Lagi Souvenir VIP Konser Syahrini Tahun 2018, Dulu Harga Tiketnya Rp25 Juta

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Bukan Sekadar Gudang Antik: Menjadikan Museum Laboratorium Masa Depan

Bukan Sekadar Gudang Antik: Menjadikan Museum Laboratorium Masa Depan

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:55 WIB

Media Inggris Ingatkan Kebakaran Hutan Bukan Cuma di Kalimantan, Papua Juga Parah

Media Inggris Ingatkan Kebakaran Hutan Bukan Cuma di Kalimantan, Papua Juga Parah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:53 WIB

IHSG Makin Terpuruk ke Level 5.800, Ini Penyebabnya

IHSG Makin Terpuruk ke Level 5.800, Ini Penyebabnya

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:52 WIB

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

Kemendagri Evaluasi Layanan Satyalancana Karya Satya Bagi PNS Daerah

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:50 WIB

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Baby Oil Bisa Dipakai Apa Aja? Ini Efeknya untuk Kulit Anak dan Orang Dewasa

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:48 WIB

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

Jelang 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Kebebasan Pers di Indonesia Disorot Lembaga Dunia

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:47 WIB

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Negara Kekurangan Lapangan Kerja, Rakyat Disuruh Berwirausaha

Your Say | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

Malaysia Kaji Rencana Proyek Kereta Api Trans-Borneo Hubungkan Kalimantan hingga Brunei

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:43 WIB

×