Media Asia Hingga Eropa Sorot Langit Merah Kalimantan Imbas Kebakaran Hutan

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:11 WIB
Media Asia Hingga Eropa Sorot Langit Merah Kalimantan Imbas Kebakaran Hutan
Ilustrasi Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla. (Suara.com/Syahda)
baca 10 detik
  • Media internasional menyoroti langit oranye Kalimantan Tengah akibat polusi PM2.5 melebihi angka 3.000.

  • Penaburan es kering seberat 1,5 ton diuji coba usai pembenihan awan gagal mengendalikan karhutla.

  • Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pemadaman api untuk menekan penyebaran asap beracun.

Suara.com - Fenomena langit berwarna oranye pekat akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kini menjadi sorotan utama berbagai media internasional. Lonjakan kadar polutan udara yang terlewat ekstrem memicu perubahan warna atmosfer hingga menarik perhatian dunia.

Media asal Singapura, Channel News Asia, mencatat peristiwa langit oranye kemerah-merahan ini melanda wilayah Kalimantan Tengah pada 14 Oktober. Kondisi visual tak biasa tersebut muncul lantaran konsentrasi partikel berbahaya PM2.5 di udara melampaui angka 3.000.

Ancaman mikroskopis ini sangat mematikan bagi kesehatan masyarakat lokal karena partikel polutan mampu melayang di udara dalam jangka waktu lama. Paparan partikel debu, jelaga, dan asap berukuran di bawah 2,5 mikrometer tersebut berisiko memicu stroke, kanker paru-paru, hingga penyakit paru obstruktif kronis.

Petani Kalimantan Selatan Kasman (BBC)
Petani Kalimantan Selatan Kasman (BBC)

Laporan media asal Inggris, BBC menegaskan bahwa beragam operasi pemadaman api di lapangan terus berjalan melalui dukungan armada nasional maupun bantuan luar negeri. Pemerintah Indonesia sebelumnya telah menerapkan teknik pembenihan awan atau cloud seeding, namun metode penyebaran senyawa kimia udara ini belum sanggup menundukkan kobaran api.

Pemerintah kini beralih menyiapkan skema penyebaran butiran es kering (dry ice) atau karbon dioksida padat untuk memecah pekatnya kabut di atmosfer. Langkah terobosan modifikasi cuaca ini diambil guna menembus dinding asap tebal yang menyelimuti kawasan terdampak.

"Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah menyerukan berbagai instansi untuk meningkatkan upaya memadamkan kebakaran hutan dan mengurangi dampak kabut asap beracun yang mengepul dari titik-titik api," tulis BBC.

Bencana kebakaran hutan dan lahan di Indonesia merupakan isu tahunan berulang yang dipicu oleh aktivitas pembersihan lahan serta musim kemarau panjang.

Dampak emisi polusi asap dari titik api kerap melintasi batas wilayah hingga mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat di negara-negara tetangga.

Pemerintah terus memacu kerja sama lintas lembaga untuk menekan potensi perluasan titik panas demi mencegah krisis kesehatan publik yang lebih parah. Penanganan teknis darurat terus dikerahkan di titik-titik kritis Kalimantan guna memulihkan kestabilan lingkungan.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Netizen Cari-cari Mbak Rara di Tengah Kebakaran Hutan, Katanya Punya 'Remote Langit'

Netizen Cari-cari Mbak Rara di Tengah Kebakaran Hutan, Katanya Punya 'Remote Langit'

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Karhutla Paksa 571 Ribu Murid Belajar Daring, Pakar Desak Pemerintah Beri Subsidi

Karhutla Paksa 571 Ribu Murid Belajar Daring, Pakar Desak Pemerintah Beri Subsidi

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29 WIB

Terkini

7 Pilihan HP Murah yang Kuat Buat Game FF, MLBB hingga PUBG

7 Pilihan HP Murah yang Kuat Buat Game FF, MLBB hingga PUBG

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:09 WIB

Salahuddin Eks Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa Dijebloskan ke Penjara

Salahuddin Eks Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa Dijebloskan ke Penjara

Sulsel | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:07 WIB

Senasib IHSG, Rupiah Juga Ambruk ke Level Rp18.064 Jumat pagi

Senasib IHSG, Rupiah Juga Ambruk ke Level Rp18.064 Jumat pagi

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Siap-Siap! Babymonster Bakal Konser di Indonesia Arena Akhir Pekan Ini

Siap-Siap! Babymonster Bakal Konser di Indonesia Arena Akhir Pekan Ini

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:00 WIB

itel A300+ Resmi Meluncur di Indonesia, HP Rp2,4 Jutaan dengan Dua Layar dan Baterai 7.000 mAh

itel A300+ Resmi Meluncur di Indonesia, HP Rp2,4 Jutaan dengan Dua Layar dan Baterai 7.000 mAh

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Brasil Terlalu Tangguh, Timnas Futsal Indonesia Kalah 0-3 di Copa das Nacoes 2026

Brasil Terlalu Tangguh, Timnas Futsal Indonesia Kalah 0-3 di Copa das Nacoes 2026

Bola | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:59 WIB

Petugas Masih Lembur Beresin Sisa Sampah MotoGP 2026

Petugas Masih Lembur Beresin Sisa Sampah MotoGP 2026

Bali | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:52 WIB

Paspor Hijau di Negeri Orang: Ketika Dokumen Negara Menjadi Citra Bangsa

Paspor Hijau di Negeri Orang: Ketika Dokumen Negara Menjadi Citra Bangsa

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:50 WIB

Perahu Ditemukan Kosong Tanpa Dayung, Pemburu Gurita di Tulungagung Lenyap Ditelan Ombak

Perahu Ditemukan Kosong Tanpa Dayung, Pemburu Gurita di Tulungagung Lenyap Ditelan Ombak

Jatim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:47 WIB

OTT Bupati Klaten, KPK Angkut Tong Biru Berisi Uang Rp 1,9 Miliar

OTT Bupati Klaten, KPK Angkut Tong Biru Berisi Uang Rp 1,9 Miliar

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:44 WIB

×