Rencana Ponsel Gratis untuk Penerima Bansos Dinilai Tak Rasional: Rawan Korupsi

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:51 WIB
Rencana Ponsel Gratis untuk Penerima Bansos Dinilai Tak Rasional: Rawan Korupsi
Hashim Djojohadikusumo mengusulkan rencana pembagian ponsel gratis bagi delapan belas juta penerima bantuan sosial. (AI)
baca 10 detik
  • Hashim Djojohadikusumo mengusulkan rencana pembagian ponsel gratis bagi delapan belas juta penerima bantuan sosial.
  • Ulung Pribadi menilai pengadaan ponsel masif berisiko memicu korupsi dan pemborosan anggaran negara.
  • Pemerintah disarankan memprioritaskan perbaikan akurasi data bantuan sosial ketimbang pengadaan gawai baru.

Suara.com - Rencana pemerintah membagikan telepon seluler (ponsel) gratis bagi penerima bantuan sosial (bansos) dinilai tak rasional. 

Gagasan yang muncul dari Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo tersebut dinilai berisiko tinggi memicu celah korupsi dan pemborosan anggaran di tengah persoalan mendasar bansos yang belum tuntas.

Pakar Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ulung Pribadi, menegaskan bahwa wacana pengadaan perangkat secara masif untuk sekitar 18 juta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan sembako harus dikritisi secara serius. 

"Jika perangkat dibagikan secara masif, pengadaan ponsel justru menciptakan proyek baru bernilai sangat besar dan membuka risiko mark-up, pengaturan vendor, penerima fiktif, hingga jual beli perangkat," kata Ulung kepara Suara.com, Jumat (16/10/2026).

Menurutnya, ada masalah lebih genting terkait bansos ketimbang pemberian ponsel secara masif.

"Padahal persoalan utama bansos selama ini adalah akurasi data dan ketepatan sasaran," tambahnya.

Pemerintah, kata Ulung, mestinya memaksimalkan sistem digitalisasi berbasis identitas yang sudah dibangun ketimbang memunculkan proyek pengadaan baru.

"Jadi, yang lebih mendesak adalah memperbaiki data, transparansi penyaluran, dan pengawasan publik, bukan terburu-buru membeli jutaan ponsel," tegasnya.

Ia menilai pengalokasian anggaran triliunan rupiah untuk gawai sangat tidak rasional. Anggaran negara seharusnya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pokok penerima bantuan, seperti sektor pangan, pendidikan, dan kesehatan.

baca juga

"Tidak rasional alokasi triliunan untuk ponsel, sementara kebutuhan dasar pangan, pendidikan, kesehatan 18 juta penerima PKH jauh lebih mendesak diprioritaskan utama daripada gadget," ujarnya.

Daripada memboroskan APBN, Ulung merekomendasikan perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) berbasis NIK serta memanfaatkan ponsel yang sudah dimiliki masyarakat. Lalu tetap diimbangi dengan audit berkala.

"Desain ideal itu perkuat DTKS berbasis NIK, manfaatkan ponsel penerima yang sudah ada, salurkan via rekening digital Himbara dan PT Pos, buka dashboard transparansi publik, audit berkala, tanpa proyek pengadaan ponsel massal yang boros APBN dan rawan korupsi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Uji Coba Penyaluran Bansos di Koperasi Desa, Gus Ipul Pastikan Tanpa Potongan

Uji Coba Penyaluran Bansos di Koperasi Desa, Gus Ipul Pastikan Tanpa Potongan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:32 WIB

Siskaeee Diduga Sindir Keras Adik Prabowo: Korban Karhutla Berjatuhan, Malah Bicara Untung

Siskaeee Diduga Sindir Keras Adik Prabowo: Korban Karhutla Berjatuhan, Malah Bicara Untung

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:49 WIB

Tak Cuma Pangkas Emisi, Teknologi Penangkap Karbon Bisa Hasilkan Rp3,6 Triliun

Tak Cuma Pangkas Emisi, Teknologi Penangkap Karbon Bisa Hasilkan Rp3,6 Triliun

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 19:08 WIB

Terkini

Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Bebas Khawatir

Bukan Sekadar SUV, Hyundai Tawarkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Bebas Khawatir

Malang | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

Calo Pertalite Berkeliaran di SPBU saat Bali Krisis BBM

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Listrik Sering Padam, DPR Semprot PLN: Direksi Berganti, Persoalan Jangan Berulang

Listrik Sering Padam, DPR Semprot PLN: Direksi Berganti, Persoalan Jangan Berulang

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK di Rumah Dinas, Begini Reaksi Sang Wakil Bupati

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK di Rumah Dinas, Begini Reaksi Sang Wakil Bupati

Surakarta | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:43 WIB

Lebih dari Sekadar Memiliki SUV, Hyundai Hadirkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free

Lebih dari Sekadar Memiliki SUV, Hyundai Hadirkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free

Jabar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:42 WIB

Berapa Gaji Gubernur Bali Wayan Koster? Viral Diamuk Pegawai SPBU yang Burnout

Berapa Gaji Gubernur Bali Wayan Koster? Viral Diamuk Pegawai SPBU yang Burnout

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:41 WIB

Prabowo Panggil Seluruh Menteri hingga Kepala Badan ke Istana Bogor Malam Ini

Prabowo Panggil Seluruh Menteri hingga Kepala Badan ke Istana Bogor Malam Ini

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:41 WIB

BYD Beri Sinyal Datangkan Atto 2 di Indonesia Dalam Waktu Dekat

BYD Beri Sinyal Datangkan Atto 2 di Indonesia Dalam Waktu Dekat

Otomotif | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:39 WIB

Hyundai Hadirkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free, Lebih dari Sekadar Memiliki SUV

Hyundai Hadirkan Pengalaman Kepemilikan CRETA yang Worry Free, Lebih dari Sekadar Memiliki SUV

Jatim | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:38 WIB

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang, BNPB Coba Cara Baru Pakai Dry Ice

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang, BNPB Coba Cara Baru Pakai Dry Ice

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:36 WIB

×