Guru Besar UGM soal Karhutla: Jujur Saja, Kita Tak Mampu Tangani Sendiri!

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:05 WIB
Guru Besar UGM soal Karhutla: Jujur Saja, Kita Tak Mampu Tangani Sendiri!
Karhutla di wilayah Riau. [Ist]
baca 10 detik
  • Guru Besar UGM Dafri Agussalim mengkritik pemerintah yang enggan menetapkan karhutla sebagai bencana nasional pada Jumat, 16 Oktober 2026.
  • Pemerintah dinilai bersikap defensif serta menolak bantuan internasional dari Malaysia dan Jepang untuk mengatasi krisis karhutla.
  • Penanganan karhutla yang buruk dan tertutup merugikan masyarakat luas serta mencoreng reputasi diplomasi lingkungan Indonesia di dunia.

Suara.com - Guru Besar Diplomasi HAM di ASEAN dan Kepemimpinan Politik Global FISIPOL UGM, Dafri Agussalim, mengkritik sikap pemerintah yang tak kunjung menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional.

Menurut Dafri, sikap defensif pemerintah dan keengganan menerima bantuan internasional mencerminkan egosentrisme serta nasionalisme sempit. Sikap tersebut dinilai justru merugikan masyarakat dan merusak reputasi Indonesia di mata dunia.

"Saya tegaskan sekali lagi, ada kecenderungan egosentris, egoisme itu ya melekat. Ini urusan dalam negeri kita, kita tidak mau menetapkan itu sebagai bencana nasional," kata Dafri saat dihubungi, Jumat (16/10/2026).

Pengamat kebijakan hubungan internasional itu menilai pemerintah cenderung tertutup terhadap bantuan dari pihak luar, meskipun krisis lingkungan akibat karhutla belum mampu ditangani secara mandiri.

Dafri menegaskan, kerusakan akibat karhutla telah meluas dan berdampak serius terhadap aktivitas masyarakat di berbagai daerah. Dampaknya bahkan melintasi batas negara karena asap turut mencemari wilayah negara tetangga.

"Mengurus masalah ini tidak bisa gitu. Jadi kalau saya itu kalau perlu ditetapkan, tetapkan itu bencana nasional. Kita jujur saja kita tidak bisa menangani ini secara sendiri gitu, butuh bantuan," tegasnya.

Ia juga mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilai kerap menolak tawaran bantuan dari negara lain, termasuk Malaysia dan Jepang, dengan alasan administratif yang tak kunjung berujung pada penanganan konkret di lapangan.

"Padahal ini kejadian terus berlangsung. Jadi lagi-lagi ini bukan masalah nasionalisme sempit, tidak. Ini urusan kemanusiaan, urusan semua dan kita sudah menjadi pihak yang menandatangani perjanjian apa yang disebut ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution itu, sudah itu," ujar Direktur Eksekutif Pusat Studi ASEAN UGM tersebut.

Menurut Dafri, kegagalan menangani karhutla secara efektif dapat berdampak serius terhadap rekam jejak diplomasi lingkungan Indonesia di tingkat internasional.

baca juga

Padahal, Indonesia selama ini aktif mendorong berbagai forum dan konferensi perubahan iklim global. Namun, kondisi di dalam negeri justru menunjukkan penanganan krisis yang dinilai reaktif, defensif, dan cenderung saling menyalahkan.

"Celakanya kita bukan cuman mengakui bahwa kita mengalami masalah mengenai ini tapi justru ada kecenderungan reaktif dan defensif terus menyalahkan pihak lain juga. Nggak, nggak betul itu. Jadi jelek citra kita di ASEAN maupun di tingkat dunia," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Meluas ke 26 Provinsi, Cak Imin Galang Bantuan Masker dan Air Bersih

Karhutla Meluas ke 26 Provinsi, Cak Imin Galang Bantuan Masker dan Air Bersih

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Kabut Asap Capai Skala Kawasan, Saatnya Indonesia Buang Nasionalisme Sempit dan Minta Maaf Terbuka

Kabut Asap Capai Skala Kawasan, Saatnya Indonesia Buang Nasionalisme Sempit dan Minta Maaf Terbuka

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:23 WIB

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang, BNPB Coba Cara Baru Pakai Dry Ice

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang, BNPB Coba Cara Baru Pakai Dry Ice

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Terkini

Guru Besar UGM soal Karhutla: Jujur Saja, Kita Tak Mampu Tangani Sendiri!

Guru Besar UGM soal Karhutla: Jujur Saja, Kita Tak Mampu Tangani Sendiri!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Pemkot Bandung Jajaki Kerja Sama dengan Kota Cuenca Ekuador, Bidang Apa?

Pemkot Bandung Jajaki Kerja Sama dengan Kota Cuenca Ekuador, Bidang Apa?

Jabar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Pemerintah Tegur BEI Setelah IHSG Anjlok 11 Persen: Reformasi Harus Kelihatan

Pemerintah Tegur BEI Setelah IHSG Anjlok 11 Persen: Reformasi Harus Kelihatan

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:04 WIB

Jang Ki Yong Diincar Bintangi Thriller Korea-Jepang dari Novel Ryu Murakami

Jang Ki Yong Diincar Bintangi Thriller Korea-Jepang dari Novel Ryu Murakami

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:00 WIB

BEI Terkejut Kena Gocek MSCI

BEI Terkejut Kena Gocek MSCI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:58 WIB

DPR Sebut Rotasi Maruli dan Tandyo Hal Lumrah, Peluang Jadi Calon Pengganti Panglima TNI Terbuka

DPR Sebut Rotasi Maruli dan Tandyo Hal Lumrah, Peluang Jadi Calon Pengganti Panglima TNI Terbuka

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:58 WIB

5 Shade Wardah Glasting Liquid Lip untuk Bibir Gelap, Bikin Wajah Tampak Cerah

5 Shade Wardah Glasting Liquid Lip untuk Bibir Gelap, Bikin Wajah Tampak Cerah

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:54 WIB

OTT Bupati Klaten, KPK Sita Rp1,9 Miliar dan Temukan Uang dalam Tong

OTT Bupati Klaten, KPK Sita Rp1,9 Miliar dan Temukan Uang dalam Tong

Foto | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:53 WIB

KAI Commuter Batalkan 7 Perjalanan KRL Bogor Pagi Ini, Dua Rangkaian Masih 'Opname' di Bukit Duri

KAI Commuter Batalkan 7 Perjalanan KRL Bogor Pagi Ini, Dua Rangkaian Masih 'Opname' di Bukit Duri

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:51 WIB

Shin Tae-yong Tak Terima Persija Diminta Dikurangi Poin usai Insiden Penyerangan Bus Persib U-18

Shin Tae-yong Tak Terima Persija Diminta Dikurangi Poin usai Insiden Penyerangan Bus Persib U-18

Bola | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:51 WIB

×