Kabut Asap Capai Skala Kawasan, Saatnya Indonesia Buang Nasionalisme Sempit dan Minta Maaf Terbuka

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:23 WIB
Kabut Asap Capai Skala Kawasan, Saatnya Indonesia Buang Nasionalisme Sempit dan Minta Maaf Terbuka
Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sumber: Istockphoto.com
baca 10 detik
  • Direktur Eksekutif Pusat Studi ASEAN UGM Dafri Agussalim mendesak pemerintah meminta maaf atas krisis kabut asap lintas batas pada Jumat (16/10/2026).
  • Pemerintah Indonesia diminta menghentikan sikap defensif serta nasionalisme sempit dalam menanggapi protes negara-negara tetangga yang terdampak karhutla.
  • Indonesia disarankan membuka kolaborasi serta mengundang negara tetangga untuk membahas langkah konkret penyelesaian masalah karhutla bersama-sama.

Suara.com - Pemerintah Indonesia didesak untuk bersikap lebih akomodatif dan tidak bersikap defensif dalam merespons tekanan serta protes dari negara-negara tetangga terkait krisis kabut asap lintas batas akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sikap tersebut dinilai sangat krusial mengingat dampak krisis asap dari Indonesia telah meluas dan mengganggu kehidupan masyarakat di kawasan Asia Tenggara.

Direktur Eksekutif Pusat Studi ASEAN Universitas Gadjah Mada (UGM), Dafri Agussalim, mendorong Pemerintah Indonesia untuk membuang egosentrisme dan segera menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada negara-negara tetangga yang terdampak bencana kabut asap.

"Kalau saya bahkan, kalau perlu Indonesia dalam hal ini minta maaf dan ini bukan sekali dua kali gitu loh kejadiannya, minta maaf," kata Dafri saat dihubungi, Jumat (16/10/2026).

Permohonan maaf itu merupakan bentuk tanggung jawab moral Indonesia atas dampak buruk ekologis yang dirasakan warga di Asia Tenggara.

Ditekankan Dafri, pemerintah harus menghentikan penggunaan narasi nasionalisme sempit dalam merespons desakan maupun protes dari negara tetangga.

"Jadi kita tidak boleh menerapkan cara pandang nasionalisme sempit, itu tidak, bahwa ini wilayah kami, ini urusan kami, tidak bisa begitu. Ini menjadi concern bersama gitu mestinya. Ajak duduk negara tetangga itu, 'ini kita punya masalah kami belum begini begini begini, tolong bantu kami apa yang bisa kita selesaikan' begitu kalau saya," tandasnya.

Ia mengingatkan bahwa krisis asap dari wilayah Indonesia ini bukan lagi isu kedaulatan semata. Maka Indonesia dituntut untuk bersikap lebih akomodatif.

"Ini persoalan serius bagi kita ya sebenarnya. Saya nyatakan secara tegas bahwa Indonesia itu harus akomodatif terhadap tuntutan negara-negara tetangga itu. Mengapa begitu? Ini masalah serius tentang kemanusiaan, bukan soal nasionalisme semata," ujarnya.

baca juga

Menurut Dafri, langkah diplomasi pemerintah sejauh ini cenderung reaktif dan kurang tepat sasaran. Terutama saat tak kunjung menerima tawaran bantuan internasional maupun mengeluarkan klaim pembelaan diri.

Retorika defensif itu justru berpotensi mencederai hubungan diplomatik dengan negara-negara anggota ASEAN.

Dia turut menyoroti pernyataan pemerintah belum lama ini yang menyebut bahwa kabut asap hanya sebagai insiden dan menganggap langkah penanganan yang telah dilakukan sudah memadai.

"Jadi maksud saya, idealnya Indonesia itu bukan seperti yang dilakukan selama ini, menolak bantuan, membuat pernyataan-pernyataan yang sifatnya tanda kutip begitu ya, defensif, reaktif," ujarnya.

"Itu tidak baik, tidak tepat, bahwa kita ini hidup di satu ruangan yang milik bersama, satu. Yang kedua, kita ini adalah anggota ASEAN. Yang ketiga, faktanya ini terjadi di kita dan sudah berulang-ulang, berkali-kali," tambahnya.

Guru Besar dalam Bidang Diplomasi HAM di ASEAN dan Kepemimpinan Politik Global UGM itu mengusulkan pemerintah mengundang negara-negara tetangga yang terdampak untuk membicarakan langkah konkret penanganan karhutla.

Indonesia, kata Dafri, perlu membuka ruang kolaborasi dan meminta masukan maupun bantuan dari negara lain, alih-alih menutup diri terhadap keterlibatan mereka.

"Kita buka diri kita, minta bantuan kepada mereka (negara tetangga) juga untuk menyelesaikan masalah ini. Jadi bukannya menolak begitu," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kevin Diks Bongkar Perubahan Timnas Indonesia di Era John Herdman

Kevin Diks Bongkar Perubahan Timnas Indonesia di Era John Herdman

Bola | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:16 WIB

Gegara MSCI, Investor Asing Bawa Kabur Dananya jingga Buat Rupiah Anjlok ke Rp18.000

Gegara MSCI, Investor Asing Bawa Kabur Dananya jingga Buat Rupiah Anjlok ke Rp18.000

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:08 WIB

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang, BNPB Coba Cara Baru Pakai Dry Ice

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang, BNPB Coba Cara Baru Pakai Dry Ice

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:36 WIB

Joheirry Mola Bakal Dampingi Audrey Bianca di Penobatan Miss Indonesia 2026

Joheirry Mola Bakal Dampingi Audrey Bianca di Penobatan Miss Indonesia 2026

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:33 WIB

Media Asia Hingga Eropa Sorot Langit Merah Kalimantan Imbas Kebakaran Hutan

Media Asia Hingga Eropa Sorot Langit Merah Kalimantan Imbas Kebakaran Hutan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:11 WIB

Brasil Terlalu Tangguh, Timnas Futsal Indonesia Kalah 0-3 di Copa das Nacoes 2026

Brasil Terlalu Tangguh, Timnas Futsal Indonesia Kalah 0-3 di Copa das Nacoes 2026

Bola | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:59 WIB

itel A300+ Resmi Meluncur di Indonesia, HP Rp2,4 Jutaan dengan Dua Layar dan Baterai 7.000 mAh

itel A300+ Resmi Meluncur di Indonesia, HP Rp2,4 Jutaan dengan Dua Layar dan Baterai 7.000 mAh

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 10:00 WIB

Terkini

Kabut Asap Capai Skala Kawasan, Saatnya Indonesia Buang Nasionalisme Sempit dan Minta Maaf Terbuka

Kabut Asap Capai Skala Kawasan, Saatnya Indonesia Buang Nasionalisme Sempit dan Minta Maaf Terbuka

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:23 WIB

Hidup Serba QRIS memang Praktis, Tapi Ada yang Harus Diperhatikan bagi Pelajar dan Mahasiswa

Hidup Serba QRIS memang Praktis, Tapi Ada yang Harus Diperhatikan bagi Pelajar dan Mahasiswa

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:21 WIB

966 KDMP Telah Menjadi Outlet Penyalur LPG 3 Kg

966 KDMP Telah Menjadi Outlet Penyalur LPG 3 Kg

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Day Cream Glad2Glow untuk Kulit Apa? Bisa Mencerahkan Wajah Sesuai Klaim dan Review

Day Cream Glad2Glow untuk Kulit Apa? Bisa Mencerahkan Wajah Sesuai Klaim dan Review

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:19 WIB

4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging

4 Slip On Lokal Terbaik Menurut Review Pengguna, Empuk Buat Jalan Jauh hingga Jogging

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:17 WIB

Kevin Diks Bongkar Perubahan Timnas Indonesia di Era John Herdman

Kevin Diks Bongkar Perubahan Timnas Indonesia di Era John Herdman

Bola | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:16 WIB

Penampakan Tong Biru Tempat Bupati Klaten Simpan Duit Suap Rp1,9 Miliar yang Disita KPK

Penampakan Tong Biru Tempat Bupati Klaten Simpan Duit Suap Rp1,9 Miliar yang Disita KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Ketika yang Tumbuh Bukan Cuma Usaha, PNM Hadirkan Dampak Lebih Luas bagi Nasabah

Ketika yang Tumbuh Bukan Cuma Usaha, PNM Hadirkan Dampak Lebih Luas bagi Nasabah

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:11 WIB

Lirik Gurihnya Produk Desa Lampung, 13 Delegasi Dagang Tiongkok Siap Borong Hasil Laut dan Rempah

Lirik Gurihnya Produk Desa Lampung, 13 Delegasi Dagang Tiongkok Siap Borong Hasil Laut dan Rempah

Lampung | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Jalan Panjang Menuju Penebusan Dosa di Novel The Kite Runner

Jalan Panjang Menuju Penebusan Dosa di Novel The Kite Runner

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:10 WIB

×