Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

Bangun Santoso

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB
Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bersama dua Wamenhan yakni Jenderal Richard Taruli Horja Tampubolon (kiri) dan Marsekal TNI Yusuf Jauhari (kanan) di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026) (Tim Media Menhan Sjafrie Sjamsoeddin)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto melantik dua Wamenhan baru di Jakarta pada Jumat, 16 Oktober 2026.
  • Ketua Umum YLBHI Muhammad Isnur menilai penambahan pejabat tersebut membebani anggaran dan menyulitkan koordinasi pemerintahan.
  • Kebijakan itu dinilai sebagai kompromi politik yang menempatkan pejabat tanpa kualifikasi dan berpotensi menghambat program kerja.

Suara.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk menambah dua jumlah kursi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) dengan melantik Marsekal Yusuf Jauhari dan Jenderal Richard Tampubolon menuai kontroversi di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah ia galakan.

Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur berpendapat penambahan itu justru berpotensi menyebabkan tata kelola pemerintah yang tidak efektif dan tak efisien.

"Ini meneruskan kesalahan pola sejak awal. Jadi kita melihat nampak pemerintahan yang tidak efisien dan tidak efektif," ucap Isnur saat wawancara cegat di Jakarta pada Jumat, (16/10/2026).

Sebab, kata dia, makin memludaknya jumlah pejabat pembantu Presiden akan membebankan anggaran serta membuat pola koordinasi kerja yang semakin semrawut.

"Akibatnya bukan semakin efisien tapi semakin rumit pemerintahan karena banyak kendali kemana-mana," ungkap alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Dia berpendapat, keputusan Prabowo itu hanya merupakan bentuk kompromi politik atau praktik bagi-bagi jabatan kepada sosok yang ia anggap loyal, tanpa peduli latar belakang kapabilitasnya.

Isnur juga mencontohkan hal itu dengan keputusan pemerintah membentuk Badan Reforma Agraria Nasional yang kini dipimpin Komjen Pol Dedi Prasetyo sebagai bentuk kompromi politik.

"Undang-undangnya (BRAN) belum keluar, perpres tentang tata kelolanya belum keluar, tiba-tiba sudah ada kepalanya dan menampung mantan wakapolri dan itu enggak jelas, kenapa dia bisa jadi ketua BRAN, kemampuan apa dia dalam reforma agraria?," celetuk dia.

Dengan kapabilitas yang diragukan, para pejabat pilihan Prabowo itu malah berpotensi menghambat program-program yang tengah digarap olehnya.

baca juga

"Karena ada pejabat yang tanpa kualifikasi tanpa kualitas ditempatkan di jabatan yang enggak benar gitu. Itu membahayakan lembaga sendiri," tegas Isnur.

Alih-alih menambah lembaga-lembaga atau jabatan baru dengan pejabat yang tak kompeten, Isnur menyarankan Prabowo lebih baik mengevaluasi kepemimpinannya sendiri terlevih dahulu.

"Padahal masih penting untuk dievaluasi, saya pikir pertama dari presiden dan wapresnya," pungkasnya. (Reporter: Alif Bintang)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

YLBHI Kecam Pengerahan TNI Jaga SPBU di Bali: Memalukan

YLBHI Kecam Pengerahan TNI Jaga SPBU di Bali: Memalukan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:43 WIB

Kemhan Ungkap Tugas Dua Wamenhan Baru: Strategi Militer hingga Modernisasi Alutsista

Kemhan Ungkap Tugas Dua Wamenhan Baru: Strategi Militer hingga Modernisasi Alutsista

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 08:44 WIB

Pakai Baju PDU ke Istana, Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon Dikabarkan Jadi Wamenhan

Pakai Baju PDU ke Istana, Kasum TNI Letjen Richard Tampubolon Dikabarkan Jadi Wamenhan

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:09 WIB

Korps Kadet Dinilai Jadi Salin Rupa Menwa Era Orba, Berpotensi Lahirkan Siswa Arogan

Korps Kadet Dinilai Jadi Salin Rupa Menwa Era Orba, Berpotensi Lahirkan Siswa Arogan

News | Selasa, 29 September 2026 | 20:51 WIB

ASN Tewas Saat Latsarmil Komcad, Keluarga Bisa Tempuh Jalur Hukum dan Lapor Polisi!

ASN Tewas Saat Latsarmil Komcad, Keluarga Bisa Tempuh Jalur Hukum dan Lapor Polisi!

News | Selasa, 29 September 2026 | 20:32 WIB

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

Daerah Diminta Efisiensi, Anggaran Kemenhan Justru Naik Rp 50 Triliun

Daerah Diminta Efisiensi, Anggaran Kemenhan Justru Naik Rp 50 Triliun

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:02 WIB

Terkini

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

Target 70 Ribu Personel! Polri Siapkan Polisi Khusus Kehutanan untuk Tangani Karhutla

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:04 WIB

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

Ibu Korban Blackout Batam: Hasil Pompa ASI Berminggu-minggu, Basi Dalam Hitungan Jam

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:03 WIB

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

Hamenang Wajar Ismoyo dari Partai Apa? Bupati Klaten yang Diciduk KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

Prabowo Tambah Wamenhan Jadi Dua Tuai Kritikan: Bukan Efisien, Tapi Makin Rumit

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:02 WIB

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

DPR Musikal Terbukti Nyata: Saat Isu Karhutla Kalah Tajam dari Drama Medsos

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 14:00 WIB

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Gempa M 4,1 Guncang Sukabumi, 19 Rumah Rusak dan 61 Warga Terdampak

Jabar | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:56 WIB

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Pemerintah Gelar Rapat Dadakan Bareng KSSK buntut Laporan MSCI

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

BEI Klaim Bukan Kasta Terendah, Ini Penjelasan Standalone Market

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:55 WIB

5 AC Portable 1/2 PK yang Hemat Listrik dan Dingin, Fleksibel Bisa Dipindah Geser

5 AC Portable 1/2 PK yang Hemat Listrik dan Dingin, Fleksibel Bisa Dipindah Geser

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:54 WIB

OTT Bupati Klaten, JCW Kritik Peran Inspektorat: Mandul Akibat Ewuh Pakewuh!

OTT Bupati Klaten, JCW Kritik Peran Inspektorat: Mandul Akibat Ewuh Pakewuh!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:51 WIB

×