Daerah Diminta Efisiensi, Anggaran Kemenhan Justru Naik Rp 50 Triliun

Vania Rossa, Hiskia Andika Weadcaksana

Rabu, 02 September 2026 | 16:02 WIB
Daerah Diminta Efisiensi, Anggaran Kemenhan Justru Naik Rp 50 Triliun
Pakar UGM Agustinus Subarsono. (Dok. ist)
baca 10 detik
  • Pakar kebijakan publik UGM Agustinus Subarsono menyatakan pemerintah pusat tidak adil karena menaikkan anggaran kementerian pada 2027.
  • Pemerintah daerah mengalami kesulitan keuangan akibat pemangkasan dana transfer daerah yang membatasi ruang gerak otonomi.
  • Subarsono mendesak penataan ulang anggaran untuk prioritas masyarakat guna mencegah risiko pemborosan serta potensi korupsi.

Suara.com - Ketimpangan alokasi anggaran antara pemerintah pusat dan daerah kian mempertontonkan politik fiskal yang tidak adil. Di saat pemerintah daerah dipaksa memangkas anggaran akibat berkurangnya Dana Transfer Daerah, kementerian dan lembaga pusat justru mendapat lonjakan anggaran untuk 2027.

Misalnya saja Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang memperoleh alokasi anggaran Rp 189 triliun atau meningkat 50 triliun dari pagu indikatif sebelumnya.

"Fenomena di atas mempertontonkan politik anggaran tidak fair karena pemerintah daerah ditekan untuk merampingkan anggaran melalui efisiensi dalam menjalankan otonomi daerah, yang sebenarnya membutuhkan dana tidak sedikit," kata Pakar Kebijakan Publik UGM Agustinus Subarsono, kepada Suara.com, Rabu (2/9/2026).

Subarsono menilai tindakan ekspansif pemerintah pusat ini sebagai wujud nyata krisis empati para pejabat di Jakarta. Langkah tersebut disebut menentang instruksi efisiensi dari Presiden di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit.

"Para pemegang otoritas tersebut kurang memiliki sensivitas politik dan ekonomi dalam memegang jabatan publik," ujarnya.

Pasalnya di sisi lain, daerah tengah tertatih-tatih membiayai belanja rutin dan operasional akibat pemangkasan dana transfer. Ketimpangan ini tak hanya menekan keuangan daerah, tetapi juga merusak tatanan otonomi yang selama ini diperjuangkan.

Skenario penyempitan ruang gerak daerah pun turut terlihat dari gelagat penarikan manajemen SDM PPPK ke kendali pusat. Ia hal itu merupajan langkah terselubung untuk mengembalikan pola sentralisasi kekuasaan.

"Apakah ini memang politik anggaran dan manajemen SDM yang didesain secara sengaja atau kebetulan? Dalam politik, tidak ada kebijakan yang kebetulan," ujarnya.

Persoalan tersebut semakin serius karena pemerintah daerah harus menjalankan berbagai tugas pembangunan dengan ruang fiskal yang terbatas. 

baca juga

Atas dasar itu, Subarsono mendesak agar alokasi anggaran tidak dibagikan secara serakah kepada seluruh lembaga. Pemerintah pusat diminta melakukan penataan ulang dan fokus pada pemulihan defisit APBN agar tidak melampaui batas ambang 3 persen dari Product Domestic Bruto (PDB).

Ia menekankan bahwa lonjakan anggaran seharusnya hanya dialokasikan untuk program yang berdampak langsung pada masyarakat. 

Penuntasan kemiskinan, perbaikan layanan kesehatan, pembukaan lapangan kerja, hingga penyediaan SPP gratis dari jenjang SD hingga SLTA harus menjadi prioritas utama.

Jika kemudian kenaikan anggaran tetap dipaksakan tanpa kendali, kata Subarsono, setidaknya akan ada tiga risiko besar yang berpotensi dirasakan.

Mulai dari ketiadaan peningkatan kinerja, ancaman pemborosan akibat perencanaan yang buruk, serta celah korupsi yang makin terbuka.

"Kalau tambahan anggaran tidak menunjukkan tambahan nilai (added value) pada kementerian, itu adalah sia-sia. Kenaikan anggaran, tidak secara otomatis akan menaikan kinerja kementerian/lembaga negara," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Minta Tambahan Anggaran Rp 774 Miliar untuk 2027, Sebut Pemangkasan Hambat Pemberantasan Korupsi

KPK Minta Tambahan Anggaran Rp 774 Miliar untuk 2027, Sebut Pemangkasan Hambat Pemberantasan Korupsi

News | Selasa, 01 September 2026 | 16:40 WIB

Polri Minta Tambahan Rp66 T ke DPR, Salah Satunya untuk Siaga Penanganan Rusuh Massa

Polri Minta Tambahan Rp66 T ke DPR, Salah Satunya untuk Siaga Penanganan Rusuh Massa

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:37 WIB

KPU-Bawaslu Mulai Cicil Tahapan Pemilu 2029, Usul Tambahan Anggaran Ratusan Miliar di DPR

KPU-Bawaslu Mulai Cicil Tahapan Pemilu 2029, Usul Tambahan Anggaran Ratusan Miliar di DPR

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 18:48 WIB

Terkini

Daerah Diminta Efisiensi, Anggaran Kemenhan Justru Naik Rp 50 Triliun

Daerah Diminta Efisiensi, Anggaran Kemenhan Justru Naik Rp 50 Triliun

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:02 WIB

5 Alasan Makanan Kukusan Jadi Peluang Usaha yang Menggiurkan, Banyak Cuan!

5 Alasan Makanan Kukusan Jadi Peluang Usaha yang Menggiurkan, Banyak Cuan!

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 16:00 WIB

Jadi Saksi Kunci! Staf Admin Kejagung Febrio Adiono Bakal Diperiksa Terkait Kematian Sutrimo

Jadi Saksi Kunci! Staf Admin Kejagung Febrio Adiono Bakal Diperiksa Terkait Kematian Sutrimo

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:58 WIB

Panas! Gus Ipul 'Semprot' Cak Imin: Kenapa Urusan NU Direduksi Jadi Urusan PMII dan HMI?

Panas! Gus Ipul 'Semprot' Cak Imin: Kenapa Urusan NU Direduksi Jadi Urusan PMII dan HMI?

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:58 WIB

Nekat ke Maid Cafe Meski Bukan Wibu, Ternyata Begini Rasanya Dilayani Bak 'Tuan'

Nekat ke Maid Cafe Meski Bukan Wibu, Ternyata Begini Rasanya Dilayani Bak 'Tuan'

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 15:56 WIB

Belajar dari Ricuh 27 Agustus, Pemasangan CCTV di Seluruh RT Jakarta Harus Segera Terealisasi

Belajar dari Ricuh 27 Agustus, Pemasangan CCTV di Seluruh RT Jakarta Harus Segera Terealisasi

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:56 WIB

Rumah Mewahnya Disita, Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Ternyata Sudah 2 Kali Diperiksa KPK

Rumah Mewahnya Disita, Anggota DPRD Kota Bengkulu Vinna Ledy Ternyata Sudah 2 Kali Diperiksa KPK

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:53 WIB

Kabut Asap, Gubernur Kalteng Kumpulkan ASN Gelar Apel Penanganan Karhutla

Kabut Asap, Gubernur Kalteng Kumpulkan ASN Gelar Apel Penanganan Karhutla

Kaltim | Rabu, 02 September 2026 | 15:51 WIB

Data Terbaru Ungkap Sebaran Stasiun Baterai Motor Listrik Masih Menumpuk di Pulau Jawa

Data Terbaru Ungkap Sebaran Stasiun Baterai Motor Listrik Masih Menumpuk di Pulau Jawa

Otomotif | Rabu, 02 September 2026 | 15:50 WIB

Kalimantan Dikepung Asap Karhutla, DPR Tegaskan Kesehatan Guru dan Siswa Prioritas Utama

Kalimantan Dikepung Asap Karhutla, DPR Tegaskan Kesehatan Guru dan Siswa Prioritas Utama

News | Rabu, 02 September 2026 | 15:47 WIB

×