Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB
Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi
Dedi Mulyadi dan Prabowo Subianto (Ist)
baca 10 detik
  • SMRC merilis hasil survei elektabilitas calon presiden nasional yang dilakukan pada tanggal satu hingga sepuluh Oktober 2026.
  • Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dengan perolehan dukungan suara mencapai tiga puluh lima koma lima persen.
  • Survei nasional melibatkan seribu dua ratus tiga belas responden dengan menggunakan metode wawancara telepon dan tatap muka langsung.

Suara.com - Lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) merilis hasil survei nasional terbaru mengenai elektabilitas calon presiden dalam simulasi semi-terbuka dengan menyodorkan 24 nama tokoh potensial.

Berdasarkan temuan survei yang dilakukan pada 1–10 Oktober 2026 tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berhasil menempati posisi teratas dengan raihan dukungan sebesar 35,5 persen.

Posisi berikutnya diisi oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebesar 10,3 persen dan Presiden petahana Prabowo Subianto sebesar 9,8 persen.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa survei ini mengukur kekuatan elektoral tokoh-tokoh politik nasional.

Lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) merilis hasil survei nasional terbaru mengenai elektabilitas calon presiden dalam simulasi semi-terbuka dengan menyodorkan 24 nama tokoh potensial. (Suara.com)
Lembaga survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) merilis hasil survei nasional terbaru mengenai elektabilitas calon presiden dalam simulasi semi-terbuka dengan menyodorkan 24 nama tokoh potensial. (Suara.com)

"Temuan survei ini tentang elektabilitas, ya, elektabilitas calon-calon presiden, terutama tentang kekuatan elektoral Presiden Prabowo sebagai petahana," ujar Deni Irvani dalam paparannya secara daring, Sabtu (17/10/2026).

Deni memaparkan bahwa metode survei dilakukan dengan memberikan daftar 24 nama tokoh calon presiden, di mana responden juga diberikan kebebasan untuk menyebutkan nama tokoh lain di luar daftar tersebut.

"Dari pertanyaan semi-terbuka tentang siapa yang akan Ibu atau Bapak pilih sebagai presiden di antara nama-nama berikut, kita memperoleh respon, ada 35,5% yang memilih Dedi Mulyadi. Itu yang paling tinggi, ya," ungkap Deni.

Ia menambahkan bahwa persaingan di papan tengah relatif berimbang antara Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang memperoleh 8,4 persen.

"Setelah Dedi Mulyadi, ada Anies Baswedan, nah, 10,3%. Jadi, Dedi dengan Anies itu signifikan bedanya, ya, 25% selisihnya. Kemudian setelah itu ada Prabowo Subianto, 9,8%. Jadi ini imbang, ya," kata dia.

baca juga

"Dari sisi dari pertanyaan semi-terbuka ini, Anies dengan Prabowo imbang, juga diimbangi oleh Gibran, ya, sebagai sekarang posisinya wakil presiden, 8,4%. Jadi tiga tokoh itu selisihnya sangat kecil. Bisa dikatakan Gibran dan Anies mengimbangi Prabowo," tambahnya.

Selain keempat nama di atas, survei SMRC mencatat nama Purbaya Yudhi Sadewa dan Ganjar Pranowo yang sama-sama mengantongi dukungan sebesar 5,0 persen.

Diikuti oleh Agus Harimurti Yudhoyono 2,1%, Sherly Tjoanda Laos 1,8%, Mahfud MD 1,7%, Kaesang Pangarep 1,2%, dan Pramono Anung Wibowo 1,0%. Sejumlah tokoh lain mencatatkan elektabilitas di bawah 1 persen.

"Selanjutnya juga ada sejumlah nama yang signifikan, ya, 5% untuk Purbaya Yudhi. Kemudian Ganjar Pranowo 5%, ya. Di bawah itu ada sejumlah tokoh-tokoh lain di bawah 3%," tutur Deni.

Adapun jumlah responden yang menyatakan belum tahu atau tidak menjawab (massa mengambang) berada di angka 13,9 persen.

Untuk diketahui, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Populasi dibagi menjadi dua kelompok (subpopulasi). Pada subpopulasi pemilik handphone, sampel sebanyak 1013 orang dipilih secara acak dengan metode double sampling dan responden diwawancara lewat telepon.

Sementara pada subpopulasi yang tidak punya handphone, sampel sebanyak 200 orang dipilih secara acak dengan metode stratified multistage random sampling dan responden diwawancara secara tatap muka. Total sampel yang diwawancara sebanyak 1213 responden.

Margin of error survei diperkirakan +/- 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapan Prabowo Ulang Tahun? Ini Ramalan Zodiak dan Shio Presiden RI ke-8

Kapan Prabowo Ulang Tahun? Ini Ramalan Zodiak dan Shio Presiden RI ke-8

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

Profil Letjen TNI Kristomei Sianturi, Kepala BNPB Baru Dilantik Presiden Prabowo

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Survei SMRC Tempatkan Sudirman Said di Atas Prabowo-Gibran, MTI Soroti Kualitas Rekam Jejak

Survei SMRC Tempatkan Sudirman Said di Atas Prabowo-Gibran, MTI Soroti Kualitas Rekam Jejak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Prabowo dkk Digugat karena Kebakaran Hutan, Penggugat: Presiden Sudah Datang, Tapi...

Prabowo dkk Digugat karena Kebakaran Hutan, Penggugat: Presiden Sudah Datang, Tapi...

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 15:04 WIB

Terkini

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

Hasil Survei Terbaru SMRC Soal Capres: Prabowo Hanya Raih 9,8 Persen, Kalah Telak Dari Dedi Mulyadi

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

Siapa Bima Setiawan? Adik Eks Kepala BNPB yang Tilap Dana Bantuan untuk Borong Saham

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Perbedaan Flek Hitam Akibat Matahari Vs Bekas Jerawat pada Usia 30 Tahun: Warna Hingga Tekstur

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:35 WIB

4 Rekomendasi Buku Sally Rooney yang Dilarang di Inggris Tapi Dijual di Indonesia

4 Rekomendasi Buku Sally Rooney yang Dilarang di Inggris Tapi Dijual di Indonesia

Lifestyle | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:20 WIB

Escape from Mogadishu: Tentang Musuh yang Harus Saling Menyelamatkan

Escape from Mogadishu: Tentang Musuh yang Harus Saling Menyelamatkan

Your Say | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:20 WIB

4 HP Xiaomi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Performa Kencang, Intip Spek dan Harga Barunya

4 HP Xiaomi RAM 12 GB dan Memori 512 GB Performa Kencang, Intip Spek dan Harga Barunya

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:12 WIB

Harta Kekayaan Suharyanto Eks Kepala BNPB yang Dicopot usai Adiknya Kena OTT KPK

Harta Kekayaan Suharyanto Eks Kepala BNPB yang Dicopot usai Adiknya Kena OTT KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:11 WIB

Digimap Buka Sinyal Kehadiran iPhone Lipat Apple di Indonesia

Digimap Buka Sinyal Kehadiran iPhone Lipat Apple di Indonesia

Tekno | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:58 WIB

Hendak Isi BBM, Antrean Pemotor di Jembrana Diseruduk Mobil Listrik

Hendak Isi BBM, Antrean Pemotor di Jembrana Diseruduk Mobil Listrik

Bali | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:58 WIB

KPK Bongkar Skandal Suap Audit BPK di Klaten: Minta Rp600 Juta Ditawar Rp400 Juta dan 'Kode AMIDIS'

KPK Bongkar Skandal Suap Audit BPK di Klaten: Minta Rp600 Juta Ditawar Rp400 Juta dan 'Kode AMIDIS'

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:57 WIB

×