Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

Bella, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:43 WIB
Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengkritik penanganan karhutla berulang yang mencoreng martabat Indonesia di Malang Selatan, Jumat (16/10/2026).
  • Kabut asap akibat karhutla di Kalimantan dan Sumatera berdampak buruk hingga merugikan negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei.
  • Pemerintah mengerahkan ribuan personel dan menetapkan sembilan tersangka korporasi guna menanggulangi karhutla hingga Oktober 2026.

Suara.com - Sekjen DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto melontarkan kritik keras terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang setiap tahun. Menurut dia, kegagalan mengatasi bencana tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mencoreng martabat Indonesia di mata internasional.

Pernyataan itu disampaikan Hasto saat merespons pertanyaan media di Malang Selatan, Jawa Timur, Jumat (16/10/2026). Ia menyoroti dampak karhutla yang turut dirasakan negara-negara tetangga.

"Kami datang saat ini kan di tengah penderitaan tidak hanya rakyat Kalimantan dan Sumatera atas kebakaran hutan yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan oleh pemerintah. Padahal suatu kejadian-kejadian yang berulang. Ini adalah suatu tamparan terhadap wajah politik kekuasaan kita, terhadap wajah politik pemerintahan kita karena tidak mampu terhadap menyelesaikan persoalan yang datang setiap tahun," ujar Hasto dalam keterangannya.

"Dan kemudian tidak hanya warga Kalimantan, Sumatera dan sekitarnya yang menderita, bahkan Singapura, Malaysia, Brunei," sambungnya.

Hasto juga menyoroti lemahnya antisipasi dan koordinasi pemerintah dalam menghadapi karhutla, meskipun para pakar telah memperingatkan potensi El Nino ekstrem yang dapat meningkatkan risiko kebakaran di lahan gambut.

"Banyak pakar yang sudah mengingatkan bahwa Indonesia akan menghadapi El Nino ekstrem yang berimplikasi pada lahan-lahan gambut yang berpotensi untuk menciptakan suatu titik-titik api sebagai penyebab juga kebakaran di beberapa wilayah. Tapi PDI Perjuangan melihat langkah-langkah antisipasi, koordinasi, dan mitigasi yang dilakukan itu sangat kurang," katanya.

Menurut Hasto, berulangnya karhutla berpotensi menurunkan citra Indonesia sekaligus menunjukkan belum optimalnya kapasitas mitigasi bencana.

"Beberapa warga negara Indonesia banyak melaporkan ketika datang ke Singapura, ketika datang ke Malaysia dan wilayah lainnya mereka mendapat protes keras atas ketidakmampuan kita di dalam menangani kebakaran hutan ini. Ini bukan peristiwa sekali, ini suatu kejadian yang berulang yang menunjukkan tidak tumbuhnya kapasitas mitigasi kita dalam melakukan hal itu," ujarnya.

Selain faktor alam, Hasto menduga terdapat unsur kesengajaan dalam pembukaan lahan yang memicu kebakaran hutan, termasuk untuk perkebunan kelapa sawit.

baca juga

"Kami juga banyak melihat bagaimana kebakaran itu ada upaya-upaya sengaja sebagai suatu konversi lahan hutan untuk lahan sawit dan juga perkebunan yang lain. Inilah yang ditolak oleh PDI Perjuangan," katanya.

Sebagai langkah penanganan, PDIP menawarkan moratorium hutan, penataan ulang tata ruang, serta gerakan reboisasi secara serentak.

"Politik Merawat Pertiwi itu harus dimulai dengan yang pertama adalah konsepsi tentang tata ruang. Bahwa kita tidak boleh melakukan suatu perubahan tata guna hutan dan harus ada moratorium hutan. Maka politik tata ruang harus kita galakkan kembali, hutan harus ada moratorium, tidak boleh dikonversi," tegas Hasto.

"Dan kemudian gerakan merawat lingkungan dengan menanam pohon, reboisasi, itu harus dilakukan secara serentak. Dengan cara itu pemerintah juga diuntungkan dengan menciptakan lapangan pekerjaan bagi rakyat melalui penghijauan kembali hutan-hutan kita," tambahnya.

Hasto juga menyinggung rekam jejak Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri dalam menjaga kelestarian hutan.

"Kita bisa melakukan pencegahan sebagaimana Bu Mega sebagai satu-satunya Presiden yang tidak mengeluarkan izin untuk perluasan lahan kelapa sawit," katanya.

Sementara itu, pemerintah terus melakukan penanganan karhutla hingga Oktober 2026 dengan mengerahkan 1.500 personel, enam helikopter pemadam, dan 2.106 tenaga kesehatan, serta menyalurkan bantuan ke wilayah terdampak. Dalam penegakan hukum, kepolisian juga telah menetapkan sembilan tersangka korporasi.

Dampak kabut asap turut dirasakan di luar negeri. Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan bahwa kabut asap dari Kalimantan telah menyebabkan ratusan sekolah di Malaysia diliburkan, sementara Singapura menerbitkan imbauan khusus bagi warganya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Karhutla Bukan Sekadar Krisis Lingkungan, FKUI Soroti Ancaman Kesehatan Masyarakat

Karhutla Bukan Sekadar Krisis Lingkungan, FKUI Soroti Ancaman Kesehatan Masyarakat

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 18:29 WIB

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

DPR Minta Kemenhut Jadi Penggerak Utama Penanganan Karhutla: Warga Tidak Bisa Terus Menunggu!

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:52 WIB

PDIP Tegaskan Sanksi bagi Kader Usai Bupati Klaten Kena OTT KPK

PDIP Tegaskan Sanksi bagi Kader Usai Bupati Klaten Kena OTT KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:23 WIB

Udara Jakarta Memburuk, Benarkah Imbas Asap Karhutla?

Udara Jakarta Memburuk, Benarkah Imbas Asap Karhutla?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 13:36 WIB

Karhutla Meluas ke 26 Provinsi, Cak Imin Galang Bantuan Masker dan Air Bersih

Karhutla Meluas ke 26 Provinsi, Cak Imin Galang Bantuan Masker dan Air Bersih

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 12:47 WIB

Kabut Asap Capai Skala Kawasan, Saatnya Indonesia Buang Nasionalisme Sempit dan Minta Maaf Terbuka

Kabut Asap Capai Skala Kawasan, Saatnya Indonesia Buang Nasionalisme Sempit dan Minta Maaf Terbuka

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 11:23 WIB

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:38 WIB

Karhutla Paksa 571 Ribu Murid Belajar Daring, Pakar Desak Pemerintah Beri Subsidi

Karhutla Paksa 571 Ribu Murid Belajar Daring, Pakar Desak Pemerintah Beri Subsidi

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 20:29 WIB

Partikel PM2.5 Kabut Asap Indonesia Ancam Timor Leste, Warga Diminta Tutup Pintu dan Jendela

Partikel PM2.5 Kabut Asap Indonesia Ancam Timor Leste, Warga Diminta Tutup Pintu dan Jendela

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:14 WIB

Terkini

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

Panglima TNI Pimpin Sertijab: Maruli Simanjuntak dan Tandyo Budi Resmi Bertukar Jabatan

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

Daftar dan Peran 5 Tersangka Kasus Korupsi Dana Siap Pakai BNPB

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Jadi Menko Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Jadi Bos Dony Oskaria

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Mengapa Street Food Tetap Menjadi Salah Satu Segmen Kuliner yang Menjanjikan?

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:26 WIB

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Balita Kena ISPA, Petani Terjebak Asap: Karhutla Berdampak ke Semua Lini!

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:25 WIB

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

Udara Jakarta Memburuk, Kasus ISPA Berpotensi Menanjak

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Penangguhan Penahanan Richard Lee Dikabulkan, eks Hakim Agung Jadi Penjamin

Entertainment | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:24 WIB

Pospera Terima 6.000 Aduan Soal Desil Bansos, Banyak Warga Merasa Data Meleset dari Kondisi Riil

Pospera Terima 6.000 Aduan Soal Desil Bansos, Banyak Warga Merasa Data Meleset dari Kondisi Riil

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:22 WIB

Pemerintah Susun Aturan Ongkir Ojol, Ekonom Ingatkan Risiko Pesanan Sepi

Pemerintah Susun Aturan Ongkir Ojol, Ekonom Ingatkan Risiko Pesanan Sepi

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:20 WIB

×