- Parameter Politik Indonesia merilis survei elektabilitas calon presiden pada Minggu, 18 Oktober 2026.
- Prabowo Subianto menempati posisi tertinggi dalam berbagai kategori simulasi survei elektabilitas nasional tersebut.
- Anies Baswedan dan tokoh lainnya turut membuntuti perolehan suara Prabowo dalam survei itu.
Suara.com - Nama Anies Baswedan dan Pramono Anung membuntuti nama Presiden Prabowo Subianto dalam elektabilitas calon presiden tiga nama yang dipotret Paramater Politik Indonesia dalam hasil survei terbaru.
Tercatat, elektabilitas Prabowo menjadi yang paling tinggi sebesar 41,5 persen; diikuti Anies 21, 8 persen; Pramono 6,7 persen. Sedangkan 30,1 persen memilih.
Nama eks Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jakarta saat ini tetap mengekor di bawah Prabowo dalam survei elektabilitas capres beberapa nama. Lantas di mana Wakil Presiden Gibran Rakabuming, apakah elektabilitasnya juga membuntuti Prabowo?
Nama Gibran muncul dalam hasil survei elektabilitas capres 5 nama yang dipotret PPI.

Dalam elektabilitas capres 5 nama, tercatat Prabowo masih unggul dan Anies Baswedan menempati posisi kedua dengan masing-masing perolehan 40,5 persen dan 17,7 persen.
Kemudian urutan tiga ada Agus Harimurti Yudhoyono 14,0 persen; diikuti Gibran 12,2 persen; dan Pramono 3,9 persen. Sisanya 11,7 persen undecided.
Anies masih membuntuti dekat Prabowo dalam survei elektabilitas 17 nama.
Direktur Eksekutif PPI Adi Prayitno mengatakan survei elektabilitas capres 17 nama didasarkan dari nama-nama ketua umum partai atau tokoh yang berpobtensi diusung oleh partai termasuk non parlemen.
“Asumsi ini kita bangun tentu berdasarkan dari putusan Mahkamah Konstitusi beberapa waktu yang lalu bahwa tidak ada yang terkait dengan presidential threshold,” kata Adi dalam paparan survei secara daring, Minggu (18/10/2026).
Tercatat Prabowo berada di puncak dengan 34,0 persen dan Anies 19,4 persen.
Seterusnya ada nama AHY 11,1 persen; Gibran 10,9 persen; Muhaimin Iskandar 3,0 persen; Yusril Ihza Mahendra 1,7 persen; Pramono 1,6 persen; Puan Maharani 1,4 persen; Kaesang Pangarep 1,3 persen.
Kemudian Surya paloh 1,1 persen, Zulkifli Hasan 0,8 persen, Bahlil Lahadalia 0,6 persen; Muhammad Mardiono 0,5 persen; Said Iqbal 0,4 persen; Al Muzzammil Yusuf 0,4 persen; Anis Matta 0,3 persen; Angela Tanoesoedibjo 0,2 persen. Sisanya 11,3 persen undecided.
Sementara dalam survei elektabilitas presiden terbuka, Prabowo tetap unggul dengan 31,6 persen. Disusul Dedi Mulyadi 11,4 persen; Anies 10,1 persen; Gibran 6,9 persen; Ganjar Pranowo 4,4 persen; AHY 2,3 persen; Mahfud MD 1,7 persen; Sherly Tjoanda 1,1 persen; Purbaya Yudhi Sadewa 0,8 persen; Basuki Tjahaja Purnama 0,8 persen; Pramono 0,6 persen; Muhaimin Iskandar 0,2 persen; Sugiono 0,2 persen.
Kemudian Rocky Gerung 0,1 persen; Abdul Somad 0,1 persen; Kaesang 0,1 persen; Erick Thohir, Bahlil 0,1 persen; Yusril 0,1 persen; lainnya 1,9 persen; dan tidak tahu 25,5 persen.
Diketahui kerangka sampling dari PSU dalam survei ini adalah data kelurahan dan jumlah pemilih tahun 2024 yang diperoleh dari KPU RI.
Responden adalah penduduk yang sudah berusia minimal 17 tahun atau sudah menikah.
Stratifikasi dilakukan pada aspek jenis kelamin dan agama responden. Target responden adalah 1.200 orang.
Responden secara proporsional tersebar di 38 Provinsi, 116 Kabupaten/Kota dan 120 Kecamatan serta 120 Desa/Kelurahan.
Responden yang terpilih diwawancarai secara tatap muka (face to face interview) pada tanggal 26 September – 6 Oktober 2026.
Tingkat Kepercayaan (significant level) survei ini adalah 95% dengan Margin of Error sebesar 2,83%. Quality control dilakukan guna menjaga akurasi dan reliabilitas data yang diperoleh. Respondents check 50% dari total responden atau 5 responden untuk setiap surveyor.