- Sekitar 30.000 anggota serikat pekerja menggelar demonstrasi menolak kebijakan penghematan pemerintah di Brussel.
- Sejumlah remaja berbaju hitam melakukan perusakan fasilitas umum dan membakar kendaraan di lokasi unjuk rasa.
- Aparat kepolisian menggunakan gas air mata serta meriam air dan menangkap puluhan pelaku kerusuhan.
Suara.com - Aksi demonstrasi menentang kebijakan penghematan pemerintah Belgia di Brussel diwarnai kerusuhan yang melibatkan sejumlah remaja.
Di tengah unjuk rasa yang diikuti sekitar 30.000 anggota serikat pekerja menurut kepolisian, sejumlah remaja dituding merusak fasilitas umum, membakar kendaraan, dan bentrok dengan aparat.
Laporan media Belgia, Het Laatste Nieuws, menyebut sebagian pelaku masih berusia belasan tahun, bahkan ada yang berumur 13–14 tahun.
Menurut media Belgia itu, para remaja tersebut diidentifikasikan mengenakan pakaian hitam serta menutupi wajah dengan masker atau syal saat terlibat dalam aksi perusakan.
Kerusuhan pecah ketika serikat pekerja sosialis ABVV menyampaikan orasi di Albertinaplein, dekat Stasiun Pusat Brussel.
Suara petasan dan kembang api terdengar di sekitar lokasi, sementara perhatian massa beralih dari tuntutan demonstrasi ke aksi kelompok perusuh.
![Amarah Rakyat Meledak, Demonstrasi Besar Meluas di 4 Negara Eropa Dipicu Biaya Hidup Mahal [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/10/18/78746-tirana.jpg)
Remaja Mengaku Melawan Sistem
Salah seorang remaja berusia 17 tahun bernama Soulaymane mengklaim aksi tersebut merupakan bentuk perlawanan terhadap sistem yang dinilainya tidak memberikan kesempatan setara kepada anak muda.
Ia mengaku keluarganya tidak memiliki cukup uang untuk membiayai pendidikan tinggi.
“Kami tidak selalu ingin merusak sesuatu, tetapi ini satu-satunya cara agar orang mau mendengarkan kami,” ujar Soulaymane, seperti dikutip Het Laatste Nieuws.
Ia juga mengaku ingin berdialog secara damai dengan polisi, tetapi merasa tidak memiliki pilihan lain.
Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Soulaymane dan tidak membenarkan tindakan perusakan yang terjadi selama kerusuhan.
Polisi Gunakan Gas Air Mata dan Meriam Air
Situasi semakin tegang ketika kelompok perusuh melemparkan balok kayu, batu, batu bata, botol kaca, dan tempat sampah ke arah polisi.
Aparat kemudian melakukan penindakan untuk mengendalikan massa.
Polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kelompok tersebut.
Namun, tindakan itu tidak langsung menghentikan kerusuhan karena sejumlah pelaku berpindah lokasi dan kembali melakukan perusakan.
Sepeda dan skuter listrik didorong hingga terjatuh, kemudian sebagian dibakar.
Asap hitam tebal membubung di sekitar Stasiun Pusat Brussel ketika aksi perusakan fasilitas umum terus berlangsung.
Polisi menangkap sekitar 30 orang yang diduga terlibat dalam kerusuhan, termasuk sejumlah anak di bawah umur.
Selain itu, sekitar 80 orang lainnya dilaporkan ditahan secara administratif.
Kerusuhan tersebut membayangi demonstrasi yang sejatinya berfokus pada penolakan terhadap kebijakan penghematan pemerintah Belgia.