Djarot PDIP Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran: Kondisi Tidak Baik-baik Saja, Dolar Tembus Rp18 Ribu

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:36 WIB
Djarot PDIP Evaluasi 2 Tahun Prabowo-Gibran: Kondisi Tidak Baik-baik Saja, Dolar Tembus Rp18 Ribu
Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat. (Suara.com/Novian)
baca 10 detik
  • Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat mengevaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran di DPR RI, Jakarta, Senin (19/10/2026).
  • Pemerintahan dinilai gagal mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan serta memiliki kelemahan tata kelola pada program Makan Bergizi Gratis.
  • Program Koperasi Desa Merah Putih turut dikritik karena konsepnya tidak jelas dan IHSG ambruk dengan dolar menembus Rp18.000.

Suara.com - Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat bicara soal dua tahun jalannya pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka yang jatuh tepat Selasa (20/10/2026) esok.

Menurutnya, selama dua tahun berjalannya pemerintahan Prabowo-Gibran ada banyak hal yang perlu dievaluasi.

"Ya, tepat di hari esok itu dua tahun ya sejak dilantiknya Pak Prabowo-Gibran ya, tentu dalam dua tahun ini ada banyak hal yang perlu kita evaluasi. Banyak banget ya," kata Djarot di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/10/2026).

Djarot lantas menyoroti hal terjadinya bencana kebakaran hutan dan lahan atau karhutla yang khususnya terjadi di Kalimantan.

Menurutnya, adanya karhutla seharusnya bisa diantisipasi, tapi justru masih terjadi hingga kekinian.

"Dan yang terbaru terkait dengan misalnya kebakaran hutan yang semakin meluas dan menimbulkan penderitaan terkait persoalan pada seluruh makhluk hidup di Sumatra, Kalimantan, bahkan sampai Papua," katanya.

"Jadi, hal yang sangat dasar bahwa kita selalu terjebak dan bukan mampu mengantisipasi ya persoalan kebakaran hutan padahal banyak kita mengatakan bahwa kita memasuki masa El Nino yang dahsyat," sambungnya.

Kemudian Djarot juga menyoroti soal program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, memberikan makan bergizi kepada masyarakat tak salah, namun harus dijalankan sesuai dengan konstitusi.

"Tetapi tata kelolanya ini yang perlu dievaluasi secara mendasar karena terkesan bahwa MBG ini tidak melalui kajian yang mendalam sehingga terjadi banyak penyimpangan dan sebagainya, dan terbukti kepala BGN itu kena kasus," tuturnya.

baca juga

Tak kalah penting, kata dia, hal yang perlu dievaluasi program Koperasi Desa Merah Putih atau KDMP.

"Misalnya mendorong Koperasi Merah Putih sebagai toko serba ada, toko kelontong, sampai dengan menyalurkan gaji ASN. Hal seperti ini kan sebenarnya cari-cari proyek, artinya konsep tidak jelas padahal menghabiskan dana sampai triliunnya, ya. Ini juga harus kita evaluasi secara mendasar," tuturnya.

Lebih lanjut, Djarot menegaskan, dua tahun pemerintahan ini jangan hanya evaluasi yang menyenangkan saja. Namun, hal-hal kritis juga harus diperhatikan terutama yang merugikan masyarakat.

"Oleh sebab itu, menurut hemast saya, dua tahun ini kondisi kita sedang tidak baik-baik saja. Terakhir dengan kemarin indeks harga saham gabungan (IHSG) itu ambruk dan nilai tukar dolar sudah lebih dari 18.000. Tidak mudah dan kondisi sedang tidak baik-baik saja," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan

Kronologi Kader PDIP Musyafirin Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai Berujung Usulan Pemecatan

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:47 WIB

Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP

Pilih Kursi Komisaris Ketimbang Partai, Musyafirin Resmi Diusulkan Dipecat PDIP

News | Minggu, 18 Oktober 2026 | 08:08 WIB

PDIP Sudah Peringatkan Bupati Klaten Hamenang, 23 Hari Kemudian Malah Ditahan KPK

PDIP Sudah Peringatkan Bupati Klaten Hamenang, 23 Hari Kemudian Malah Ditahan KPK

News | Sabtu, 17 Oktober 2026 | 21:05 WIB

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

Soroti Asap Lintas Negara, Hasto Sebut Karhutla Tamparan Bagi Wajah Politik Pemerintah

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 19:43 WIB

PDIP Tegaskan Sanksi bagi Kader Usai Bupati Klaten Kena OTT KPK

PDIP Tegaskan Sanksi bagi Kader Usai Bupati Klaten Kena OTT KPK

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:23 WIB

75 Persen Rakyat Stres, Sosiolog: Wajar, Pemimpinnya Ambil Kebijakan Tanpa Kajian!

75 Persen Rakyat Stres, Sosiolog: Wajar, Pemimpinnya Ambil Kebijakan Tanpa Kajian!

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 17:11 WIB

2 Tahun Prabowo Gibran: Pemotongan Anggaran TKD Bukti Pemerintah Mundur ke Era Sentralisasi

2 Tahun Prabowo Gibran: Pemotongan Anggaran TKD Bukti Pemerintah Mundur ke Era Sentralisasi

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:10 WIB

Terkini

Mathew Baker Ungkap Alasan Pilih Timnas Indonesia, Singgung Ambisi Kalahkan Australia

Mathew Baker Ungkap Alasan Pilih Timnas Indonesia, Singgung Ambisi Kalahkan Australia

Bola | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:35 WIB

Bengkak Jadi Rp328 Miliar! Koalisi Sultra Bersih Desak KPK Tuntaskan Dugaan Korupsi Nur Alam

Bengkak Jadi Rp328 Miliar! Koalisi Sultra Bersih Desak KPK Tuntaskan Dugaan Korupsi Nur Alam

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:33 WIB

Jika Musyawarah Gagal, Lahan Aula RW 44 Kota Wisata Terancam Diambil Alih Pemkab Bogor

Jika Musyawarah Gagal, Lahan Aula RW 44 Kota Wisata Terancam Diambil Alih Pemkab Bogor

Jabar | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:32 WIB

'Minggu Depan Kita Buka-bukaan', Kubu Roy Suryo Minta Jaksa Bawa Ijazah Jokowi ke Sidang

'Minggu Depan Kita Buka-bukaan', Kubu Roy Suryo Minta Jaksa Bawa Ijazah Jokowi ke Sidang

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Kaiju Decode Bagikan Trailer Proyek Baru The Ring of Aidara, Tayang 2027

Kaiju Decode Bagikan Trailer Proyek Baru The Ring of Aidara, Tayang 2027

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Begini Cara Mengecek Status Pesanan Chery Q Bagi Konsumen

Begini Cara Mengecek Status Pesanan Chery Q Bagi Konsumen

Otomotif | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Mobil Operasional KDKMP Tabrak Rumah Warga Sampai Tembok Jebol

Mobil Operasional KDKMP Tabrak Rumah Warga Sampai Tembok Jebol

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:24 WIB

Setiap Orang Punya Cerita, Story on Stage Buka Panggung Buat Kamu yang Ingin Didengar

Setiap Orang Punya Cerita, Story on Stage Buka Panggung Buat Kamu yang Ingin Didengar

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Lagu 'Coba Lagi' Jadi Pengingat bagi Kita yang Hampir Menyerah pada Hidup

Lagu 'Coba Lagi' Jadi Pengingat bagi Kita yang Hampir Menyerah pada Hidup

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20 WIB

OJK Jatuhkan Sanksi Rp2,1 Triliun, Emiten Konglo Dinilai Buat Jeblok Penilaian MSCI

OJK Jatuhkan Sanksi Rp2,1 Triliun, Emiten Konglo Dinilai Buat Jeblok Penilaian MSCI

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 14:19 WIB

×