2 Tahun Prabowo Gibran: Pemotongan Anggaran TKD Bukti Pemerintah Mundur ke Era Sentralisasi

Dicky Prastya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:10 WIB
2 Tahun Prabowo Gibran: Pemotongan Anggaran TKD Bukti Pemerintah Mundur ke Era Sentralisasi
Presiden Prabowo Subianto (kanan) didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Negara, Jakarta. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
baca 10 detik
  • CORE Indonesia menyatakan bahwa pemerintah pusat melakukan resentralisasi melalui pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah.
  • Alokasi Dana Alokasi Khusus Fisik turun drastis menjadi lima triliun rupiah sehingga menghambat pembangunan infrastruktur daerah.
  • Kebijakan penarikan anggaran dan kewenangan tersebut memicu protes dari para kepala daerah yang merasa dirugikan.

Suara.com - Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia menilai kebijakan anggaran Pemerintah Pusat kini semakin balik ke era sentralisasi buntut adanya pemangkasan anggaran Transfer ke Daerah (TKD) untuk Pemerintah Daerah.

Direktur Riset Bidang Makroekonomi, Kebijakan Fiskal, dan Moneter CORE Indonesia, Akhmad Akbar S mengungkapkan bahwa pengalihan kewenangan dan anggaran daerah kembali ke pusat merupakan fenomena kemunduran dari semangat desentralisasi yang telah dibangun sejak 1999.

"Ini adalah bagian dari cerita besar resentralisasi, ya. Cerita besar resentralisasi di mana sekian kewenangan yang tadinya sudah didesentralisasikan kepada daerah ditarik lagi oleh pusat," ujar Akhmad Akbar dalam diskusi publik yang digelar di Kantor CORE Indonesia, Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Setelah berada di angka Rp991,9 triliun pada 2025, alokasi TKD merosot tajam pada 2026 menjadi Rp693 triliun atau berkurang sekitar Rp300 triliun. 

Meski anggaran TKD di APBN 2027 sedikit naik di angka Rp735 triliun, ia menilai ini tetap jauh di bawah posisi awal. Dampak paling terjal dirasakan pada pos Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik yang dipangkas hingga tersisa Rp5 triliun.

Akhmad Akbar menjelaskan kalau DAK Fisik biasanya dipakai Pemda untuk membangun infrastruktur mulai sekolah, rumah sakit, dan lainnya. Ketika anggaran ini diturunkan, maka Pemda terancam tidak melakukan pembangunan infrastruktur baru.

"Sehingga ketika diturunkan jadi tinggal Rp 5 triliun, konsekuensinya adalah pada dasarnya tidak ada pembangunan baru. Jadi tinggal hanya Rp 5 triliun itu hanya untuk menyelamatkan yang masih ada aja yang gentengnya mungkin sudah terlalu parah gitu," timpal dia.

Penurunan pembiayaan ini memicu protes dari para kepala daerah, mulai dari gubernur, wali kota, hingga bupati. Banyak daerah penghasil komoditas utama dan sumber daya alam merasa dirugikan akibat kecilnya porsi Dana Bagi Hasil (DBH) yang diterima.

Akhmad menjelaskan, Pemerintah Pusat menggunakan formula penghitungan pusat lebih mengandalkan luas wilayah dan jumlah penduduk.

baca juga

"Jadi isinya apa tadi ini? Berarti isinya adalah bagian dari sebuah cerita besar resentralisasi, kemudian resentralisasi itu salah satunya adalah berupa pengurangan Transfer ke Daerah. Dan ini bukan cuma sekedar berkurang dana daerah yang dikurangi, jumlah-jumlah uang yang dikurangi tapi kewenangannya juga berkurang, gitu ya," papar Akbar.

Kondisi tersebut diperparah oleh tekanan bagi daerah untuk menyisihkan anggaran tersisa demi menyokong program pusat. Akbar mencontohkan alokasi Dana Desa yang menyusut ke Rp45 triliun, di mana sekitar 60% anggarannya diplot wajib untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

"Ya ini itulah bagian dari cerita itu sehingga tidak mengejutkan bahwa kemudian ada sebagian kepala daerah yang mengeluh. Gitu, terutama mereka yang harusnya dapat banyak dari Dana Bagi Hasil, malah itu turun gara-gara semangat desentralisasi tadi," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Suahasil Tambah Anggaran BPJS Kesehatan Rp 20 Triliun, Cair Bertahap hingga November

Suahasil Tambah Anggaran BPJS Kesehatan Rp 20 Triliun, Cair Bertahap hingga November

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:42 WIB

Efisiensi Anggaran Kesehatan Jangan Membuat Pasien BPJS Kehilangan Obat

Efisiensi Anggaran Kesehatan Jangan Membuat Pasien BPJS Kehilangan Obat

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 11:00 WIB

Gus Ipul Minta Jajaran Kemensos Jadi Agen Perlinsos dan Perkuat Efisiensi Anggaran

Gus Ipul Minta Jajaran Kemensos Jadi Agen Perlinsos dan Perkuat Efisiensi Anggaran

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 17:45 WIB

Inflasi YoY Tembus 3,28 Persen, Tito Karnavian Ingatkan Pemda Tingkatkan Upaya Pengendalian

Inflasi YoY Tembus 3,28 Persen, Tito Karnavian Ingatkan Pemda Tingkatkan Upaya Pengendalian

News | Senin, 12 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Rumah Tangga Memburuk, Publik Terbebani Pajak

Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Rumah Tangga Memburuk, Publik Terbebani Pajak

Bisnis | Senin, 12 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Terkini

2 Tahun Prabowo Gibran: Pemotongan Anggaran TKD Bukti Pemerintah Mundur ke Era Sentralisasi

2 Tahun Prabowo Gibran: Pemotongan Anggaran TKD Bukti Pemerintah Mundur ke Era Sentralisasi

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:10 WIB

4 Skincare dengan Galactomyces untuk Mencerahkan dan Merawat Tekstur Kulit

4 Skincare dengan Galactomyces untuk Mencerahkan dan Merawat Tekstur Kulit

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:10 WIB

5 Keunikan Novel The Great Gatsby, Diceritakan dari Sudut Pandang Tetangga

5 Keunikan Novel The Great Gatsby, Diceritakan dari Sudut Pandang Tetangga

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Oles Balsem di Kemaluan Jadi Rahasia Mauresmo Hinoke Cetak Banyak Gol, Bakal Dipanggil John Herdman?

Oles Balsem di Kemaluan Jadi Rahasia Mauresmo Hinoke Cetak Banyak Gol, Bakal Dipanggil John Herdman?

Bola | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:04 WIB

Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai

Biaya Pengobatan Dijamin! Kasus Satpol PP dan Pekerja Proyek di Bulungan Berakhir Damai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:01 WIB

Mediasi Gagal, Penagihan Utang Berdarah di Kudus Berakhir Penetapan 24 Tersangka

Mediasi Gagal, Penagihan Utang Berdarah di Kudus Berakhir Penetapan 24 Tersangka

Jawa Tengah | Rabu, 14 Oktober 2026 | 17:00 WIB

Diduga Terlibat Konglikong Kecurangan Gibran, Koalisi Sipil Adukan KPU ke DKPP

Diduga Terlibat Konglikong Kecurangan Gibran, Koalisi Sipil Adukan KPU ke DKPP

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Kenapa GJLS: Berapi-Api Terasa Begitu Personal Buat Generasi Burnout: Inilah Realitasnya

Entertainment | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:57 WIB

Masuk Daftar Menteri Berkinerja Buruk Versi CELIOS, Gus Ipul Pertanyakan Indikator Penilaian

Masuk Daftar Menteri Berkinerja Buruk Versi CELIOS, Gus Ipul Pertanyakan Indikator Penilaian

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:55 WIB

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

2 Tahun Prabowo-Gibran: MBG & KDMP Cuma Bebani Anggaran, Tak Ada Manfaat

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 16:51 WIB

×