2 Tahun Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Gelar Demo Besok Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Karhutla

Muhamad Yasir

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:10 WIB
2 Tahun Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Gelar Demo Besok Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Karhutla
Sejumlah relawan mengacungkan dua jari saat Konsolidasi Tim Kampanye Daerah (TKD) Prabowo-Gibran Provinsi Jawa Barat di The House Convention Hall, Bandung, Jawa Barat). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/YU/aa)
baca 10 detik
  • Komite Sadar yang terdiri dari aliansi mahasiswa berbagai perguruan tinggi akan menggelar demonstrasi di Jakarta pada 20 Oktober 2026.
  • Aksi tersebut dilandasi survei yang menunjukkan 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran gagal mengatasi berbagai persoalan nasional.
  • Mahasiswa mendesak pemerintah memperbaiki masalah ekonomi, memberantas korupsi, menurunkan biaya pendidikan, dan menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.

Suara.com - Sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) akan menggelar aksi demonstrasi bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pada Selasa (20/10/2026.

Mereka menyoroti persoalan ekonomi, kebebasan berpendapat, korupsi, karhutla, hingga mahalnya biaya pendidikan.

Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) 2026, Yatalathof Ma’shum Imawan, mengatakan gerakan tersebut akan berlangsung dalam dua rangkaian, yakni aksi simbolik pada pagi hari dan aksi massa pada siang hingga sore hari.

Aksi simbolik dijadwalkan berlangsung di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, pukul 09.00 WIB. Sementara aksi massa akan digelar di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, mulai pukul 15.00 WIB.

Gerakan ini melibatkan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi, antara lain BEM UI, Keluarga Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (KM ITB), Universitas Padjadjaran, BEM Universitas Diponegoro, BEM Universitas Negeri Semarang, Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Sema UGM), BEM Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, BEM Universitas Airlangga, dan Eksekutif Mahasiswa Universitas Brawijaya.

Komite Sadar sebelumnya telah menghimpun keresahan masyarakat melalui survei terhadap 560 responden dari Sumatera hingga Papua. Hasilnya, sebanyak 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya telah gagal.

Sejumlah persoalan menjadi sorotan responden. Sebanyak 71,1 persen menyoroti mahalnya harga kebutuhan pokok, 62,7 persen menyoroti pembatasan kebebasan berpendapat, dan 70,6 persen menyoroti korupsi serta penyalahgunaan kekuasaan negara.

Di bidang lingkungan, 83,5 persen responden menyoroti deforestasi dan kebakaran hutan. Sementara itu, 67,4 persen menyoroti mahalnya biaya pendidikan dan 41,6 persen menilai sektor ekonomi serta keuangan mendesak untuk diperbaiki.

Komite Sadar menilai hasil survei tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah agar tidak mengabaikan persoalan ekonomi, demokrasi, hukum, lingkungan, dan pendidikan.

baca juga
Petugas menarik selang saat memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman warga di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj]
Petugas menarik selang saat memadamkan kebakaran lahan yang mendekati kawasan permukiman warga di Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Jumat (9/10/2026). [ANTARA FOTO/Auliya Rahman/wsj]

Desak Penanganan Karhutla

Dalam proyeksi tuntutannya, mahasiswa juga mendesak pemerintah menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana banjir sebagai bencana nasional.

Mereka juga menuntut pemulihan kesehatan warga terdampak, penindakan terhadap korporasi yang bertanggung jawab, serta pencabutan izin perusahaan yang dinilai terlibat dalam krisis tersebut.

Mahasiswa juga menuntut perbaikan tata kelola kebijakan ekonomi dan pemulihan kepercayaan pasar. Selain itu, mereka menyoroti pembatasan kebebasan berpendapat serta maraknya praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Tuntutan lainnya mencakup penurunan biaya pendidikan, kesehatan, dan pelayanan publik yang dinilai mahal, serta pemerataan akses bagi masyarakat.

"Satukan barisan, satukan kemarahan, dan satukan perlawanan, karena rakyat bersatu tak bisa dikalahkan!" kata Yatalathof dalam keteranggnya, Senin (19/10/2026).

Melalui aksi tersebut, mahasiswa berharap berbagai persoalan yang mereka himpun dapat menjadi perhatian pemerintah dan ditindaklanjuti melalui kebijakan yang konkret.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran, Bivitri Susanti: Ikan Busuk dari Kepala

Beri Rapor Merah 2 Tahun Prabowo-Gibran, Bivitri Susanti: Ikan Busuk dari Kepala

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:21 WIB

Tak Cukup Minta Warga Diam di Rumah, Pemerintah Didesak Tanggung Ekonomi Korban Karhutla

Tak Cukup Minta Warga Diam di Rumah, Pemerintah Didesak Tanggung Ekonomi Korban Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:02 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Konferensi Republik Beri Rapor Merah: Pemerintah Inkompeten!

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Konferensi Republik Beri Rapor Merah: Pemerintah Inkompeten!

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 16:25 WIB

Terkini

2 Tahun Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Gelar Demo Besok Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Karhutla

2 Tahun Prabowo-Gibran Gagal! Mahasiswa Gelar Demo Besok Tuntut Perbaikan Ekonomi hingga Karhutla

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:10 WIB

Rp1,17 Miliar untuk Poles Fasad Malioboro, Sejarah dan Ekonomi Warga Diklaim Tak Tersisih

Rp1,17 Miliar untuk Poles Fasad Malioboro, Sejarah dan Ekonomi Warga Diklaim Tak Tersisih

Jogja | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:09 WIB

Tak Terima Anak Ditegur Perkara Kaos Kaki, Oknum TNI di Lamongan Diduga Bogem Kepala Sekolah

Tak Terima Anak Ditegur Perkara Kaos Kaki, Oknum TNI di Lamongan Diduga Bogem Kepala Sekolah

Jatim | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:08 WIB

Segera Disidang, Berkas Perkara Dugaan Pemerasan Izin WNA Eks Wamen Silmy Karim Resmi Dilimpahkan

Segera Disidang, Berkas Perkara Dugaan Pemerasan Izin WNA Eks Wamen Silmy Karim Resmi Dilimpahkan

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:05 WIB

Stop Anggap Remeh Kenakalan Anak! Tragedi Pemalang Bukti Sekolah Gagal Lindungi Siswa

Stop Anggap Remeh Kenakalan Anak! Tragedi Pemalang Bukti Sekolah Gagal Lindungi Siswa

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:03 WIB

Gelombang Protes di Albania Memasuki Hari ke-7, Demonstran Teriak Edi Rama Mundur

Gelombang Protes di Albania Memasuki Hari ke-7, Demonstran Teriak Edi Rama Mundur

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:01 WIB

Bahas Syarat Parpol Nasional di MK, Hakim Enny Singgung 'Partai Incess Indonesia' Ala Syahrini

Bahas Syarat Parpol Nasional di MK, Hakim Enny Singgung 'Partai Incess Indonesia' Ala Syahrini

News | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Saham Anda Didepak dari IHSG? Jangan Panik, Simak Penjelasan Resmi BEI

Saham Anda Didepak dari IHSG? Jangan Panik, Simak Penjelasan Resmi BEI

Bri | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Buku Control Your Expectation: Mengelola Ekspektasi agar Hidup Lebih Tenang

Buku Control Your Expectation: Mengelola Ekspektasi agar Hidup Lebih Tenang

Your Say | Senin, 19 Oktober 2026 | 18:00 WIB

Ini Daftar 6 Bakal Calon Rektor Unila 20272031: Panitia Larang Keras Aksi Saling Menjatuhkan

Ini Daftar 6 Bakal Calon Rektor Unila 20272031: Panitia Larang Keras Aksi Saling Menjatuhkan

Lampung | Senin, 19 Oktober 2026 | 17:59 WIB

×