- Media Malaysia Sinar Harian menyoroti dua tahun masa pemerintahan Prabowo-Gibran tepat pada tanggal 20 Oktober 2026.
- Ekonomi Indonesia tumbuh mencapai 5,29 persen dan tingkat kemiskinan berhasil turun menjadi 8,07 persen pada tahun 2026.
- Pemerintah menjalankan program Makan Bergizi Gratis sejak 6 Januari 2025 yang menuai kritik akibat kasus keracunan makanan.
Suara.com - Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap berusia dua tahun pada hari ini, Selasa 20 Oktober 2026.
Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, tak hanya media dan publik Indonesia yang menyoroti namun juga surat kabar media tetangga, Malaysia.
Salah satu media Malaysia, Sinar Harian dalam tajuknya ikut membahas mengenai dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Dalam tajuknya, media Malaysia itu menyasar mengenai kontroversi program makan gizi gratis (MBG) serta peran dari wakil presiden Gibran Rakabuming Raka.
"Sejumlah indikator ekonomi dan program sosial menunjukkan perkembangan positif, tetapi kontroversi pelaksanaan kebijakan serta sorotan terhadap peran Gibran menjadi bagian dari evaluasi perjalanan pemerintahan mereka," ulas media asing tersebut.

Sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, pemerintahan Prabowo-Gibran memprioritaskan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, dan pembangunan sumber daya manusia.
Menurut Sekretariat Kabinet, pemerintahan Prabowo telah menjalankan 121 kebijakan transformasi dalam 21 bulan untuk menjawab berbagai tantangan nasional.
"Namun, capaian tersebut memunculkan pertanyaan penting: sejauh mana kebijakan pemerintah benar-benar meningkatkan taraf hidup masyarakat?" ulas Sinar Harian.
Ekonomi Indonesia Tumbuh, Kemiskinan Menurun
Dari sisi ekonomi, Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,11 persen sepanjang 2025, meningkat dibandingkan 5,03 persen pada 2024.
Kinerja tersebut berlanjut pada kuartal II 2026, ketika ekonomi tumbuh 5,29 persen secara tahunan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
Pada periode yang sama, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen, sedangkan investasi meningkat 6,87 persen.
Angka tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap berjalan kuat di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
BPS juga mencatat tingkat kemiskinan Indonesia turun menjadi 8,07 persen pada Maret 2026, setara dengan sekitar 22,93 juta orang.
Jumlah tersebut berkurang sekitar 920.000 orang dibandingkan Maret 2025.