Karhutla Tak Hanya di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Catat 465 Hektare di Provinsi Lain Belum Padam

Bella, Lilis Varwati

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:26 WIB
Karhutla Tak Hanya di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Catat 465 Hektare di Provinsi Lain Belum Padam
Ilustrasi Karhutla masih Mengancam Kesehatan dan Kehidupan Warga (pexels.com/Marek Piwnicki)
baca 10 detik
  • BNPB melaporkan lebih dari 572 hektare lahan di luar enam provinsi prioritas mengalami kebakaran pada Oktober 2026.
  • Petugas pemadam kebakaran di Karanganyar mengalami kesulitan memadamkan api akibat tiupan angin kencang yang tidak menentu.
  • Kalimantan Tengah mencatat wilayah dengan sisa lahan terbakar terbesar di kelompok provinsi prioritas seluas 389 hektare.

Suara.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya melanda enam provinsi prioritas di Kalimantan dan Sumatera. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lebih dari 572 hektare lahan terbakar di sejumlah wilayah lain, mulai dari Pulau Jawa hingga Papua.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penanganan karhutla tidak hanya berlangsung di enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau, tetapi juga di sejumlah daerah lain.

“Secara keseluruhan dari provinsi-provinsi lain di luar enam provinsi prioritas, ada sekitar 572 hektare lebih yang terbakar dan yang telah dipadamkan sebesar 107 hektare lebih dan yang masih belum dipadamkan ada sebesar 465 hektare,” kata Berton dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/10/2026).

Sejumlah wilayah dilaporkan masih mengalami kebakaran, antara lain Maluku Utara dengan sekitar 179 hektare lahan terbakar. Di Kalimantan Timur dan wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN), BNPB menerima laporan kebakaran yang mencakup lebih dari 97 hektare.

Sementara itu, sekitar 230 hektare lahan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dilaporkan masih terbakar. Berton mengatakan upaya pemadaman di wilayah tersebut terkendala angin kencang dengan arah yang tidak menentu.

“Angin yang besar dan kencang dan tidak menentu membuat kami kesulitan untuk memadamkan api tersebut,” ujarnya.

BNPB juga menerima laporan kebakaran di sejumlah lokasi lain. Di Minahasa Utara, Sulawesi Utara, luasan lahan yang belum berhasil dipadamkan disebut telah menyusut menjadi sekitar lima hektare, setelah sebelumnya mencapai ratusan hektare.

Kebakaran juga dilaporkan terjadi di tempat pemrosesan akhir (TPA) Sumampir di Kota Bandung, dengan sekitar tiga hektare lahan belum padam. Sementara itu, sekitar tiga hektare lahan di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, dilaporkan terbakar.

Berton mengatakan penanganan kebakaran di Maluku Utara menjadi salah satu perhatian BNPB. Upaya pemadaman di wilayah tersebut akan diprioritaskan bersama pemerintah daerah, TNI, dan Polri.

baca juga

Ia juga menyebut kebakaran terjadi di sejumlah lokasi lain, termasuk Taman Nasional Way Kambas dan TPA Pasir Panjang di Garut. Namun, paparan tersebut tidak merinci luas lahan yang terbakar maupun perkembangan pemadaman di kedua lokasi itu.

Kalimantan Tengah Masih Hadapi Kendala Pemadaman

Di enam provinsi prioritas, Kalimantan Tengah masih menjadi salah satu wilayah yang menghadapi kesenjangan besar antara luas lahan terbakar dan luas lahan yang berhasil dipadamkan.

Berton menjelaskan, selama periode 13–19 Oktober 2026, luas lahan terbakar di Kalimantan Tengah masih tinggi, sedangkan luas lahan yang berhasil dipadamkan relatif lebih rendah.

"Kita melihat bahwa di Kalimantan Tengah jumlah lahan yang terbakar itu sangat tinggi dan diikuti dengan jumlah yang dipadamkan itu relatif lebih rendah," ucapnya.

Kondisi berbeda terjadi di Sumatera Selatan, yang menurutnya mencatat luas pemadaman relatif lebih tinggi dibandingkan Kalimantan Tengah.

Adapun di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Riau, dan Jambi, perkembangan luas kebakaran dan pemadaman dinilai relatif lebih seimbang.

Berton menyebut Kalimantan Tengah menyumbang luas lahan yang belum padam terbesar di kelompok provinsi prioritas, yakni 389 hektare, disusul Sumatera Selatan sebanyak 108 hektare. Kedua wilayah tersebut juga disebut sebagai sumber asap saat ini.

Sebelumnya, BNPB mencatat target pemadaman karhutla di enam provinsi prioritas mencapai 1.024 hektare. Dari jumlah tersebut, 454 hektare telah dipadamkan, sementara 570 hektare masih belum padam.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BNPB Catat 2.179 Bencana hingga Oktober 2026, Karhutla Paling Mendominasi

BNPB Catat 2.179 Bencana hingga Oktober 2026, Karhutla Paling Mendominasi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Dudung: Pemerintah Sambut Baik Bantuan Luar Negeri Tangani Karhutla

Dudung: Pemerintah Sambut Baik Bantuan Luar Negeri Tangani Karhutla

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD DIY, Soroti Karhutla Hingga Program MBG

Ribuan Mahasiswa Unjuk Rasa di DPRD DIY, Soroti Karhutla Hingga Program MBG

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:40 WIB

Istri Rudy Mas'ud Pamer Adopsi Orangutan Baimah, Publik Diajak Ikut Melindungi Satwa

Istri Rudy Mas'ud Pamer Adopsi Orangutan Baimah, Publik Diajak Ikut Melindungi Satwa

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:58 WIB

Mahasiswa Gelar Aksi di Tugu Tani, Kenapa Tak Lagi di Bundaran HI atau DPR?

Mahasiswa Gelar Aksi di Tugu Tani, Kenapa Tak Lagi di Bundaran HI atau DPR?

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 16:39 WIB

98 Kasus Korporasi Karhutla Disidik, Kapolri Suyudi: Kita Telusuri Jejak Pemilik hingga Pihak Asing

98 Kasus Korporasi Karhutla Disidik, Kapolri Suyudi: Kita Telusuri Jejak Pemilik hingga Pihak Asing

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:50 WIB

Viral Ajudan Gubernur Kaltim Arogan Intimidasi Pendemo, Diduga Masuk Desil 1

Viral Ajudan Gubernur Kaltim Arogan Intimidasi Pendemo, Diduga Masuk Desil 1

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:11 WIB

Singapura Tak Main-main! Perusahaan Kertas Indonesia Dijatuhi Sanksi Berat Terkait Karhutla

Singapura Tak Main-main! Perusahaan Kertas Indonesia Dijatuhi Sanksi Berat Terkait Karhutla

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:58 WIB

BNPB: 50 Persen Karhutla Ada di Kalteng, Intip Koleksi Mobil Mewah Gubernur Agustiar Sabran

BNPB: 50 Persen Karhutla Ada di Kalteng, Intip Koleksi Mobil Mewah Gubernur Agustiar Sabran

Otomotif | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:44 WIB

Mahasiswa ULM Ungkap Kondisi Terkini Karhutla di Kalimantan, Jarak Pandang Hanya 2 Meter

Mahasiswa ULM Ungkap Kondisi Terkini Karhutla di Kalimantan, Jarak Pandang Hanya 2 Meter

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Terkini

2 Tahun Pemerintah, Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna Rabu Besok

2 Tahun Pemerintah, Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna Rabu Besok

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Nasabah Tajir OCBC Ramai Pilih Obligasi

Nasabah Tajir OCBC Ramai Pilih Obligasi

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:16 WIB

Soal Antrean BBM di Riau, Anggota DPR Desak Ada Solusi Konkret

Soal Antrean BBM di Riau, Anggota DPR Desak Ada Solusi Konkret

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Kemenkeu Ungkap Dampak Pasar Saham RI Jika Diturunkan MSCI: Defisit Melebar hingga Rupiah Lemah

Kemenkeu Ungkap Dampak Pasar Saham RI Jika Diturunkan MSCI: Defisit Melebar hingga Rupiah Lemah

Bisnis | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:10 WIB

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak Cilegon, Korban dan Penyebab Masih Diselidiki

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak Cilegon, Korban dan Penyebab Masih Diselidiki

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:10 WIB

Apa Perbedaan Sunscreen Sariayu Tutup Ungu dan Oranye? Bandingkan 4 Hal Ini

Apa Perbedaan Sunscreen Sariayu Tutup Ungu dan Oranye? Bandingkan 4 Hal Ini

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:10 WIB

BNPB Catat 2.179 Bencana hingga Oktober 2026, Karhutla Paling Mendominasi

BNPB Catat 2.179 Bencana hingga Oktober 2026, Karhutla Paling Mendominasi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Urutan Skincare Malam Scarlett untuk Wajah Glowing, Bye Kerutan dan Flek Hitam

Urutan Skincare Malam Scarlett untuk Wajah Glowing, Bye Kerutan dan Flek Hitam

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Belajar Memaknai Perjuangan Orang Tua Lewat Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu

Belajar Memaknai Perjuangan Orang Tua Lewat Novel Dompet Ayah Sepatu Ibu

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Dudung: Pemerintah Sambut Baik Bantuan Luar Negeri Tangani Karhutla

Dudung: Pemerintah Sambut Baik Bantuan Luar Negeri Tangani Karhutla

Video | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:00 WIB

×