Dry Ice untuk Atasi Karhutla Timpa Rumah Warga, BNPB Ubah SOP: Wajib Diperkecil Sebutir Beras

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:54 WIB
Dry Ice untuk Atasi Karhutla Timpa Rumah Warga, BNPB Ubah SOP: Wajib Diperkecil Sebutir Beras
Personel TNI AU saat menyiapkan bahan semai di pesawat jenis NC-212 yang melaksanakan OMC dari Lanud Sjamsudin Noor di Banjarbaru, Selasa (20/10/2026). ANTARA/Firman.
baca 10 detik
  • BNPB mengubah SOP penyemaian dry ice karena butiran es mengenai rumah warga.
  • BNPB memasang saringan pada pesawat untuk memperkecil ukuran dry ice agar cepat menguap di udara.
  • Uji coba penyemaian dry ice bertujuan mengurai asap karhutla yang terjebak akibat lapisan inversi atmosfer.

Suara.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengubah prosedur operasi standar (SOP) penyemaian dry ice untuk mengatasi asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), setelah menerima laporan material tersebut jatuh hingga mengenai rumah warga.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan laporan masyarakat menyebut butiran dry ice yang disebarkan dari pesawat tidak seluruhnya menguap sebelum mencapai daratan.

"Ada kejadian di mana es atau dry ice ini tiba sampai di daratan, bahkan mengenai rumah masyarakat. Nah, untuk itu kami sudah membuat SOP baru di mana penggunaan dry ice ini masih uji coba," kata Berton dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/10/2026).

Sebagai tindak lanjut, BNPB memasang saringan pada corong penabur di pesawat.

Modifikasi ini dilakukan untuk memperkecil ukuran butiran dry ice yang dilepaskan selama operasi sehingga lebih cepat berubah menjadi gas sebelum mencapai tanah atau bangunan.

"Dapat dikatakan bisa berukuran sebesar bulir beras sehingga jatuh tidak akan mencapai tanah ataupun bangunan-bangunan di sekitarnya," imbuhnya.

Pengecilan ukuran butiran tersebut ditujukan untuk mempercepat proses sublimasi, yakni perubahan zat padat langsung menjadi gas tanpa melalui fase cair. Dengan begitu, dry ice diharapkan habis menyublim sebelum mencapai permukaan tanah atau permukiman di sekitar wilayah penyemaian.

Uji Coba untuk Mengurai Asap Karhutla

Sebelumnya, BNPB menguji penggunaan dry ice untuk membantu mengurangi konsentrasi asap karhutla di Sumatra Selatan. Metode ini menyasar asap yang terperangkap di atmosfer akibat lapisan inversi, yaitu kondisi ketika lapisan udara menghambat pergerakan asap ke atas.

baca juga

Berbeda dengan penyemaian untuk memicu hujan yang menggunakan bahan seperti natrium klorida (NaCl), metode dry ice ditujukan untuk membantu mengurai asap tanpa bergantung pada ketersediaan awan hujan.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, sebelumnya menjelaskan penyemaian dry ice menjadi salah satu langkah taktis untuk mengatasi kondisi atmosfer yang menghambat penyebaran asap.

Dalam kondisi tertentu, asap karhutla yang sangat pekat dapat terjebak di lapisan atmosfer dekat permukaan hingga ketinggian 6.000–7.000 kaki, bahkan lebih tinggi.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca, Tri Handoko Seto, menjelaskan lapisan inversi bekerja seperti tutup yang menghambat pergerakan udara secara vertikal. Untuk mengatasinya, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menyemai dry ice secara akurat dari pesawat di atas lapisan tersebut.

Proses sublimasi dry ice memicu pendinginan dan penurunan suhu secara mendadak sehingga diharapkan membantu membuka kembali aliran konveksi.

“Kondisi ini memungkinkan asap bergerak naik secara vertikal dan terurai ke atmosfer. Selain itu, proses tersebut juga meningkatkan peluang pertumbuhan awan yang selanjutnya dapat menjadi sasaran penyemaian dalam OMC,” jelas Seto.

Penggunaan dry ice ini berbeda dari penyemaian awan untuk memicu hujan.

BMKG secara khusus menargetkan lapisan inversi yang menahan asap serta mengintervensi lapisan isoterm untuk mengubah kestabilan udara di atmosfer bagian atas.

Metode tersebut menjadi alternatif taktis ketika kondisi langit cenderung kering dan jumlah awan potensial untuk disemai terbatas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Tak Hanya di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Catat 465 Hektare di Provinsi Lain Belum Padam

Karhutla Tak Hanya di Sumatera dan Kalimantan, BNPB Catat 465 Hektare di Provinsi Lain Belum Padam

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:26 WIB

BNPB Catat 2.179 Bencana hingga Oktober 2026, Karhutla Paling Mendominasi

BNPB Catat 2.179 Bencana hingga Oktober 2026, Karhutla Paling Mendominasi

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:05 WIB

Singapura Tak Main-main! Perusahaan Kertas Indonesia Dijatuhi Sanksi Berat Terkait Karhutla

Singapura Tak Main-main! Perusahaan Kertas Indonesia Dijatuhi Sanksi Berat Terkait Karhutla

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 13:58 WIB

Terkini

Adu Liquid Foundation vs Cream Foundation Sariayu, Mana yang Lebih Ampuh Nutup Flek Hitam?

Adu Liquid Foundation vs Cream Foundation Sariayu, Mana yang Lebih Ampuh Nutup Flek Hitam?

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:49 WIB

Lima Klaster Dugaan Korupsi Bupati Klaten Diusut, KPK Sita Uang dan Perhiasan

Lima Klaster Dugaan Korupsi Bupati Klaten Diusut, KPK Sita Uang dan Perhiasan

Jawa Tengah | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:45 WIB

Persib Apresiasi Penetapan Tiga Tersangka Penyerangan Bus Tim U-18 di Batang

Persib Apresiasi Penetapan Tiga Tersangka Penyerangan Bus Tim U-18 di Batang

Jabar | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Ada Transaksi Short Selling Saat IHSG Jatuh

Ada Transaksi Short Selling Saat IHSG Jatuh

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Golkar Ambisi Kuasai Kursi DPR daripada Presiden-Wapres, Bahlil: Itu Doktrinnya Adindaku Sayang!

Golkar Ambisi Kuasai Kursi DPR daripada Presiden-Wapres, Bahlil: Itu Doktrinnya Adindaku Sayang!

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:36 WIB

Suara Ashilla Sikado Diduga Muncul di Film AIN Tanpa Izin, Ini Klarifikasi MVP Pictures

Suara Ashilla Sikado Diduga Muncul di Film AIN Tanpa Izin, Ini Klarifikasi MVP Pictures

Entertainment | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:34 WIB

Harga Minyak Mentah Menguat, Brent Tembus 109 Dolar AS per Barel

Harga Minyak Mentah Menguat, Brent Tembus 109 Dolar AS per Barel

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:33 WIB

Bisnis Logistik Mulai Beralih ke Mobil Listrik

Bisnis Logistik Mulai Beralih ke Mobil Listrik

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:26 WIB

Praktis Reapply! 4 Sunscreen Spray Collagen Kulit Kenyal Bebas Garis Halus

Praktis Reapply! 4 Sunscreen Spray Collagen Kulit Kenyal Bebas Garis Halus

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:25 WIB

Hujan di DIY Diprediksi Masih Minim hingga Awal November, Waspada Kekeringan dan Karhutla

Hujan di DIY Diprediksi Masih Minim hingga Awal November, Waspada Kekeringan dan Karhutla

Jogja | Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:16 WIB

×