PDIP Buka Sekolah Partai untuk Gen Z, Bantah Anak Muda Apolitis

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:14 WIB
PDIP Buka Sekolah Partai untuk Gen Z, Bantah Anak Muda Apolitis
PDIP Buka Sekolah Partai untuk Gen Z. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • PDI Perjuangan mengundang generasi muda ke Sekolah Partai di Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026.
  • Kegiatan tersebut bertujuan menghilangkan anggapan bahwa Gen Z apolitis dan mendekatkan mereka dengan dunia politik.
  • Peserta mengikuti tur fasilitas, diskusi sejarah, serta sosialisasi pemikiran Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri.

Suara.com - PDI Perjuangan (PDIP) mengundang sejumlah muda-mudi dari berbagai daerah untuk hadir di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (21/10/2026). 

Kehadiran para anak muda tersebut disebut untuk mematahkan anggapan bahwa generasi Z, atau yang akrab disapa Gen Z, apolitis dan tidak tertarik dengan kegiatan partai politik.

Acara dibuka oleh Ketua DPP PDIP yang juga Kepala Sekolah Partai PDIP, Komarudin Watubun. 

Menurutnya, masa depan dan estafet kepemimpinan bangsa ini berada di pundak generasi muda. 

Komarudin menegaskan, bahwa pertemuan para pemuda hari ini bukanlah sebuah kebetulan semata, melainkan berakar kuat pada tonggak sejarah bangsa, yakni nilai-nilai luhur Sumpah Pemuda. 

PDIP Buka Sekolah Partai untuk Gen Z. (Suara.com/Bagaskara)
PDIP Buka Sekolah Partai untuk Gen Z. (Suara.com/Bagaskara)

"Ya kalau selama ini kan terkesan sekolah partai itu elitis, ya, untuk orang partai saja, untuk kelas tertentu saja. Kebetulan saya Ibu tugaskan jadi Kepala Sekolah selama 5 tahun ke depan. Dan pasukan ini, ini sekretaris umum, ini bendahara. Jadi kita mulai membuka diri untuk sekolah partai lebih luas jangkauannya," kata Komarudin di sela-sela kegiatan di Sekolah Partai PDIP, Jakarta, Rabu (21/10/2026). 

Dalam kesempatan tersebut, Komarudin juga bicara soal nilai Sekolah Partai PDIP yang dirancang dalam tiga pilar, yakni terkait logika, soal etika hingga estetika. 

Para anak muda diajak melakukan kegiatan tour keliling Sekolah Partai untuk mengenalkan berbagai fasilitas dan ruang kegiatan Partai. Mulai dari perpustakaan, klinik, koperasi, Mes pria dan wanita serta ruang aula Masjid At-Taufiq.

Dalam sesi ini, para peserta juga dikenalkan dengan sejarah PDI Perjuangan, gagasan & pemikiran Bung Karno, perjalanan sejarah Ibu Mega, sejarah & tantangan PDI Perjuangan serta gagasan dan dilosofi marhaenisme.

baca juga

Pada siang hari, para peserta juga diajak berdiskusi dengan sejumlah nara sumber diantaranya Melki Sedek Huang dan Virdian mengenai isu Sosial, tentang Spirit Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri.

Sementara itu, ketika disinggung apakah ini sebagai upaya PDIP bisa menggaet suara anak muda atau gen Z di Pemilu 2029 mendatang, Komarudin menjawab secara diplomatis. 

Menurutnya, kekinian PDIP hanya mengawali dengan memperkenalkan terlebih dahulu soal politik, terutama soal nilai-nilai yang diajarkan Bung Karno dan Megawati Soekarnoputri. 

"Tapi pertama begini dulu. Yang kita... prinsip pertama, perkenalkan mereka dulu. Kan PDI Perjuangan ini melanjutkan perjuangan Bung Karno. Bung Karno dilanjutkan oleh Ibu Mega. Ibu Mega sekarang dilanjutkan oleh sekolah-sekolah partai. Nah, ini kita sosialisasikan itu dulu," katanya. 

"Terserah mereka kemudian tertarik masuk PDI Perjuangan itu tidak masalah. Tapi jangan sampai mereka sebagai bangsa tidak mengerti sejarah bangsanya sendiri, itu sebenarnya poinnya," sambungnya. 

Lebih lanjut, Komarudin mengatakan, melalui Sekolah Partai PDIP ingin menghilangkan sekat-sekat agar para anak muda tak apolitis. 

"Nah, itu makanya sekarang kita karena ada gap ini, kita buka gap-nya supaya ketemu kan di situ. Yang menjadi masalah kalau kita yang tua tetap bertahan, yang muda tetap apatis terhadap keadaannya. Ini yang kita lagi buka jalan untuk kita duduk sama-sama karena masa depan bangsa ini ada di tanganmu, bukan ada di tangan saya lagi," tuturnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Respons Inisiatif PKS Soal Ijazah Gibran, Komarudin PDIP: Dulu Saya Bicara Malah Dibully

Respons Inisiatif PKS Soal Ijazah Gibran, Komarudin PDIP: Dulu Saya Bicara Malah Dibully

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 13:23 WIB

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Sudah Diingatkan Hati-hati, Cerita PDIP Sebelum Bupati Klaten Terjaring OTT KPK dan Dipecat

Sudah Diingatkan Hati-hati, Cerita PDIP Sebelum Bupati Klaten Terjaring OTT KPK dan Dipecat

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 11:46 WIB

Terkini

Rencana Hibah Rp2,3 Miliar untuk Kampung Religi Gus Iqdam Disorot DPRD: Ponpes di Blitar Bukan Satu

Rencana Hibah Rp2,3 Miliar untuk Kampung Religi Gus Iqdam Disorot DPRD: Ponpes di Blitar Bukan Satu

Jatim | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:13 WIB

KPK Ungkap Dugaan Aliran Uang Korupsi BNPB ke Prajurit TNI

KPK Ungkap Dugaan Aliran Uang Korupsi BNPB ke Prajurit TNI

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:10 WIB

5 Shio Paling Hoki Bulan November 2026 Rezeki dan Karir

5 Shio Paling Hoki Bulan November 2026 Rezeki dan Karir

Lifestyle | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:10 WIB

Bukan Cuma HT Karhutla, KPK Bongkar Tenda Pengungsi hingga Perahu Karet BNPB Diduga Ikut Dikorupsi

Bukan Cuma HT Karhutla, KPK Bongkar Tenda Pengungsi hingga Perahu Karet BNPB Diduga Ikut Dikorupsi

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Membangun Talenta Digital, Menjemput Peluang Kerja dari Penjuru Negeri Menuju Indonesia Emas 2045

Membangun Talenta Digital, Menjemput Peluang Kerja dari Penjuru Negeri Menuju Indonesia Emas 2045

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Sembunyi-sembunyi? MAKI Sebut Nusron Wahid Sudah Ngantor di ATR/BPN tapi Mobil Parkir di Belakang

Sembunyi-sembunyi? MAKI Sebut Nusron Wahid Sudah Ngantor di ATR/BPN tapi Mobil Parkir di Belakang

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

The Uprising dan Percikan Api Pemberontakan Rakyat

The Uprising dan Percikan Api Pemberontakan Rakyat

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:05 WIB

Buat Agensi Baru, Jihyo TWICE Tinggalkan JYP Entertainment Setelah 21 Tahun

Buat Agensi Baru, Jihyo TWICE Tinggalkan JYP Entertainment Setelah 21 Tahun

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:02 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG hingga Danantara Dominasi 12,2 Juta Percakapan Digital

Dua Tahun Prabowo-Gibran, MBG hingga Danantara Dominasi 12,2 Juta Percakapan Digital

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:01 WIB

Gaji Boleh Imut, tapi Gaya Harus Berkelas: Review Buku Secrets of Six-Figure Women

Gaji Boleh Imut, tapi Gaya Harus Berkelas: Review Buku Secrets of Six-Figure Women

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 14:00 WIB

×