Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T

Dicky Prastya

Selasa, 22 September 2026 | 12:20 WIB
Mentan Bongkar Modus Penipuan Beras Fortifikasi, Kerugian Tembus Rp 89 T
Mentan Andi Amran Sulaiman dalam konferensi pers Penindakan Impor Ilegal Beras, Garam, dan Balpres di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026). [Dok. Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkap penipuan mutu beras yang merugikan negara Rp89 triliun di Jakarta, Selasa (22/9/2026).
  • Pelaku memanipulasi label beras biasa menjadi beras fortifikasi dengan harga jual yang jauh lebih mahal.
  • Impor beras ilegal dan penyelundupan diwaspadai karena membawa ancaman hama serta merugikan ratusan juta petani nasional.

Suara.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman membongkar maraknya praktik kecurangan dan penipuan mutu beras premium atau beras fortifikasi yang membuat kerugian hingga Rp 89 triliun.

Mentan Amran yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) membeberkan kalau temuan ini berasal dari uji laboratorium, yang label beras biasa dimanipulasi menjadi beras fortifikasi.

"Ini labelnya premium tetapi beras biasa, kerugiannya adalah Rp 89 triliun, kurang lebih Rp 90 triliun. Minggu lalu, fortifikasi labelnya tetapi berasnya biasa. Harganya Rp 13.000 dijual Rp 56.000, harganya Rp 13.000 dijual Rp 40.000," ungkap Amran dalam konferensi pers Penindakan Impor Ilegal Beras, Garam, dan Balpres di Kantor Bea Cukai, Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Ia menegaskan bahwa kecurangan ini kian parah karena terindikasi dilakukan oleh pelaku berulang atau residivis, di tengah maraknya aksi penyelundupan beras dari luar negeri.

Bahkan Amran mengklaim kalau selama dua tahun terakhir, beras justru bukan komoditas yang menyumbang inflasi di Indonesia.

"Ini salah satu yang mengangkat harga beras, padahal dua tahun terakhir beras bukan lagi penyumbang inflasi. Nah ini kerugiannya 89 triliun, dan ada yang pelakunya sudah dua kali, berarti residivis, berulang, dan tidak jera," beber Amran.

Ilustrasi beras fortifikasi [Magnific]
Ilustrasi beras fortifikasi [Magnific]

Selain penipuan harga dan mutu, Amran mengingatkan agar masyarakat dan aparat tidak menganggap remeh aksi penyelundupan atau impor beras ilegal yang masuk ke Indonesia.

Menurutnya, dampak impor ilegal tidak boleh hanya dilihat dari kecilnya jumlah atau tonase barang, melainkan ancaman penyakit hama biosekuriti yang dibawanya.

Ia mencontohkan kasus kecolongan impor daging ilegal saat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melanda Indonesia pada kurun 2022–2023 yang berdampak fatal bagi peternak nasional.

baca juga

"Jangan melihat jumlahnya, dampaknya. Indonesia pernah kecolongan, itu 2022-2023. Itu masuk daging hanya satu kontainer ilegal waktu itu, tetapi dampaknya merugikan petani Rp 40 triliun. 2 juta sapi yang kena penyakit kuku dan mulut (Foot and Mouth Disease) ini masuk ke Indonesia, padahal satu kontainer," papar dia.

"2 juta lebih ekor sapi mati seketika. Populasinya langsung turun 2 juta lebih. Jadi jangan lihat jumlah kecilnya, tapi penyakitnya," ucapnya lagi.

Amran menegaskan bahwa meski Indonesia telah mencapai swasembada pangan, aksi penyelundupan beras ilegal yang kini sudah merambah hingga wilayah Jakarta harus terus diwaspadai karena mempertaruhkan nasib ratusan juta jiwa.

"Nah ini merugikan petani kita, 115 juta petani yang dirugikan kalau ada impor seperti ini. Penyakitnya kita waspadai, kemudian merugikan petani juga dari segi jumlah beras. Kita sudah swasembada tapi masih ada penyelundupan," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Mentan Minta Mafia Pangan dan Beras Ilegal Dihukum 20 Tahun Penjara, Rugikan 115 Juta Petani

Bisnis | Selasa, 22 September 2026 | 12:17 WIB

Bulog Mau Guyur Beras Premium ke Ritel, Tapi Bisa Bikin Merugi

Bulog Mau Guyur Beras Premium ke Ritel, Tapi Bisa Bikin Merugi

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:45 WIB

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Beras Premium Hilang 5 Bulan, 25 Merek Fortifikasi 'Lenyap': Stok Ritel Makin Ngenes

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 15:00 WIB

Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI

Sejarah Terulang! Beras Premium Kini Langka di RI

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 11:10 WIB

Beras Fortifikasi Palsu Marak, Pakar Soroti Kecurangan Rantai Pasok Ancam Keberhasilan Program Gizi

Beras Fortifikasi Palsu Marak, Pakar Soroti Kecurangan Rantai Pasok Ancam Keberhasilan Program Gizi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 18:28 WIB

Bye Sel Kulit Mati! 5 Lulur Mandi Beras Bikin Kulit Lembut dan Bercahaya

Bye Sel Kulit Mati! 5 Lulur Mandi Beras Bikin Kulit Lembut dan Bercahaya

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 15:00 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×