Suara soal Karhutla Tak Didengar, Koalisi Enter Nusantara Minta Negara ASEAN Tekan Indonesia

Bella

Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:38 WIB
Suara soal Karhutla Tak Didengar, Koalisi Enter Nusantara Minta Negara ASEAN Tekan Indonesia
Koalisi komunitas yang tergabung dalam Enter Nusantara menggelar aksi di depan kantor Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Jakarta. [Suara.com/Agustin]
baca 10 detik
  • Enter Nusantara bersama koalisi komunitas menggelar aksi di depan kantor ASEAN Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026.
  • Aksi ini bertujuan mendesak negara lain menekan pemerintah Indonesia agar segera menyelesaikan persoalan kebakaran hutan dan lahan.
  • Koalisi memberikan tenggat waktu kepada pemerintah hingga Desember 2026 sebelum merencanakan demonstrasi berskala lebih besar.

Suara.com - Koalisi komunitas yang tergabung dalam Enter Nusantara menggelar aksi di depan kantor Association of Southeast Asian Nations (ASEAN), Jakarta.

Aksi tersebut dilakukan untuk menyuarakan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta mendorong negara-negara lain ikut menekan pemerintah Indonesia agar menyelesaikan persoalan tersebut.

Community Partnership Project Enter Nusantara, Fajar, mengatakan gerakan tersebut bukan berasal dari satu komunitas saja.

Menurut dia, aksi itu merupakan gerakan bersama yang melibatkan sejumlah komunitas, anak muda, dan elemen masyarakat lainnya.

"Sebenarnya kalau komunitas ini kita gabungan ya. Ini koalisi dari beberapa komunitas-komunitas, anak muda dan masyarakat yang lain gitu," kata Fajar kepada Suara.com saat ditemui di depan gedung ASEAN, Rabu (21/10/2026).

Fajar menjelaskan, pemilihan kantor ASEAN sebagai lokasi aksi didasari keinginan mereka untuk membawa persoalan karhutla ke perhatian negara-negara lain.

Dia menilai suara masyarakat yang disampaikan kepada pemerintah Indonesia, termasuk melalui Istana dan DPR, kerap tidak didengar.

"Tujuannya untuk hari ini, kenapa kita menyasar ke ASEAN ya, karena mungkin juga sebagian masyarakat sudah menyadari bahwa ketika kita hari ini bersuara ke pemerintah Indonesia, ke Istana atau ke DPR, seringkali kita tidak didengar gitu," ujar Fajar.

Karena itu, mereka ingin negara-negara lain turut mendorong pemerintah Indonesia untuk menyelesaikan persoalan karhutla.

baca juga

"Jadi kita hari ini ke ASEAN adalah untuk memberitakan ke negara-negara yang lain bahwa ayo kalian tuntut pemerintah Indonesia gitu untuk menyelesaikan persoalan karhutla," tutur Fajar.

Fajar mengatakan aksi di depan kantor ASEAN merupakan bagian dari rangkaian gerakan yang akan dilanjutkan ke sejumlah lokasi lain.

Koalisi tersebut berencana menggelar aksi di depan Kedutaan Besar Singapura dan Kedutaan Besar Malaysia untuk membawa persoalan karhutla ke ranah internasional.

"Karena aksi hari ini adalah berentet nanti juga kita bakal ada aksi-aksi lanjutan ya, ini bakal di tempat-tempat yang lain, seperti Kedubes Singapura, Kedubes Malaysia," ungkapnya.

Selain menyasar perwakilan negara lain, koalisi tersebut juga berencana menyampaikan persoalan karhutla secara langsung kepada pemerintah Indonesia.

Fajar mengatakan Istana Presiden menjadi salah satu tujuan akhir dari rangkaian aksi yang mereka rencanakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka Pembakaran Hutan, 3 PMA

Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka Pembakaran Hutan, 3 PMA

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

Komnas HAM Pantau Dampak Karhutla di Kalimantan, Soroti Hak Kesehatan hingga Pendidikan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:56 WIB

Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup

Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup

Foto | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Aktivis Desak ASEAN Bertindak

Kabut Asap Karhutla Lintas Negara, Aktivis Desak ASEAN Bertindak

Foto | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:42 WIB

Sebut Karhutla Kejahatan Kemanusiaan, Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Korporasi Nakal

Sebut Karhutla Kejahatan Kemanusiaan, Prabowo Perintahkan Usut Tuntas Korporasi Nakal

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:22 WIB

Prabowo Sebut Pembakar Hutan sebagai Teroris Lingkungan

Prabowo Sebut Pembakar Hutan sebagai Teroris Lingkungan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 18:03 WIB

32 Perusahaan Terlibat Karhutla! Izin Dibekukan dan Dipaksa Pulihkan Ekosistem Hutan

32 Perusahaan Terlibat Karhutla! Izin Dibekukan dan Dipaksa Pulihkan Ekosistem Hutan

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:30 WIB

Di Balik Aksi Greenpeace: Sigap Copot Spanduk, Lambat Tangani Karhutla

Di Balik Aksi Greenpeace: Sigap Copot Spanduk, Lambat Tangani Karhutla

Your Say | Rabu, 21 Oktober 2026 | 17:19 WIB

Prabowo Bantah Kabinetnya Gemuk dan Tak Efisien

Prabowo Bantah Kabinetnya Gemuk dan Tak Efisien

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:51 WIB

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

Respons 2 Tahun Prabowo-Gibran, Politisi PDIP Singgung Gelombang Protes hingga Asap Karhutla

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Terkini

YAYAYA FEST 2026 Hadir di Jogja: Konser Inklusif, Ramah Difabel dan Lingkungan

YAYAYA FEST 2026 Hadir di Jogja: Konser Inklusif, Ramah Difabel dan Lingkungan

Jogja | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:37 WIB

Pertamina Drilling Siap Garap Migas Nonkonvensional untuk Perkuat Ketahanan Energi

Pertamina Drilling Siap Garap Migas Nonkonvensional untuk Perkuat Ketahanan Energi

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:34 WIB

Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market

Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:33 WIB

Saham Bank dan Telko Indonesia Diprediksi Terus Anjlok Imbas Ancaman MSCI

Saham Bank dan Telko Indonesia Diprediksi Terus Anjlok Imbas Ancaman MSCI

Bisnis | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:28 WIB

Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka Pembakaran Hutan, 3 PMA

Polri Tetapkan 11 Korporasi Tersangka Pembakaran Hutan, 3 PMA

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Kick-off Perayaan HUT ke-131, BRI Kedepankan Semangat Ekonomi Kerakyatan

Kick-off Perayaan HUT ke-131, BRI Kedepankan Semangat Ekonomi Kerakyatan

Batam | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Tissa Biani Perankan Karakter Ikonik Ini di Film Oki & Nirmala

Tissa Biani Perankan Karakter Ikonik Ini di Film Oki & Nirmala

Entertainment | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Beras Bervitamin Diduga Bodong, Bapanas Cabut Izin dan Setop Produksi PT DTA

Beras Bervitamin Diduga Bodong, Bapanas Cabut Izin dan Setop Produksi PT DTA

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:21 WIB

BRI Mulai Rangkaian Perayaan HUT ke-131, Adakan Bazar UMKM BRILiaN Klasterku Hidupku

BRI Mulai Rangkaian Perayaan HUT ke-131, Adakan Bazar UMKM BRILiaN Klasterku Hidupku

Riau | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:18 WIB

Polisi Gerebek Kampung Ambon, Sita Sabu 51,5 Gram hingga 25 Paket Ketamin

Polisi Gerebek Kampung Ambon, Sita Sabu 51,5 Gram hingga 25 Paket Ketamin

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 20:17 WIB

×