Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:14 WIB
Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades
Foto sebagai ILUSTRASI: Ratusan warga mendatangi kantor Camat Way Jepara, Lampung Timur, menolak hasil Pilkades Sumberejo, Rabu (1/11/2023). [Suaralampung.id/Agus Susanto]
baca 10 detik
  • Praktik judi politik atau botoh pada Pilkades merusak prinsip demokrasi dan memicu konflik sosial antar pendukung.
  • Guru Besar UMY Ridho Al-Hamdi menyatakan taruhan fantastis dalam Pilkades memperparah pola pikir pragmatis masyarakat akar rumput.
  • Pemerintah dan perangkat desa dituntut aktif melakukan pencegahan dan pendidikan politik untuk meredam praktik perjudian tersebut.

Suara.com - Fenomena taruhan politik atau tradisi botoh kembali membayangi penyelenggaraan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Praktik judi politik yang marak terjadi di tingkat desa ini dinilai tidak hanya merusak prinsip demokrasi masyarakat tetapi turut berpotensi besar memicu konflik sosial antar pendukung serta melestarikan politik uang.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ridho Al-Hamdi menyebut tidak jarang praktik botoh menempatkan pemenangan calon kepala desa sebagai bahan taruhan dengan nilai transaksi yang tidak sedikit.

Ketika taruhan telah menyentuh angka yang sangat fantastis, para pelaku perjudian akan menghalalkan segala cara agar tidak mengalami kerugian finansial.

Kondisi tersebut memperparah pola pikir pragmatis masyarakat di tingkat akar rumput.

Trickle-down effect atau efek rembesan ke bawah dari politik uang membuat warga terbiasa menilai proses politik hanya dari keuntungan materiil sesaat.

"Ini sangat-sangat merusak demokrasi desa, ya, demokrasi masyarakat bawah," kata Ridho kepada Suara.com, Kamis (22/10/2026).

Selain dampak finansial dan moral, persaingan ketat dalam Pilkades yang ditunggangi oleh kepentingan para botoh rawan memicu bentrokan fisik.

Kerawanan ini makin tinggi jika kontestasi politik desa melibatkan persaingan antar kelompok, klan, atau etnis.

baca juga

"Sehingga konflik yang berdampak pada fisik, pertarungan fisik mungkin terjadi hanya berawal dari antar etnis, lalu kemudian terjadi kesalahpahaman, lalu politik uang saling menyalahkan, wah ini berdampak serius ke depannya," ujarnya.

Untuk meredam maraknya praktik perjudian politik ini, diperlukan penegakan aturan yang spesifik serta langkah preventif yang terstruktur.

Pemerintah dan perangkat desa dituntut aktif memberikan pendidikan politik secara berkesinambungan melalui kurikulum pendidikan formal maupun kampanye di tengah masyarakat.

"Kalau dibiarkan saja ini bisa menciptakan generasi yang pragmatis, serba berpikir apa-apa harus dengan uang. Ini merusak moral, merusak cara berpikir generasi Indonesia yang akan datang, tidak ingin bekerja keras, tidak ingin menghargai proses, yang penting apa-apa serba dapat uang cepat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jelang Pilkades 184 Desa, Polisi Awasi Ketat Fenomena Taruhan Botoh di Purbalingga

Jelang Pilkades 184 Desa, Polisi Awasi Ketat Fenomena Taruhan Botoh di Purbalingga

News | Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:34 WIB

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

Wacana Pemakzulan Gibran Macet di DPR dan Istana, Elite Politik Masih Wait and See

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:38 WIB

Usai Putusan MK, Bola Pemakzulan Gibran Ada di Senayan: Pengamat Sebut Tergantung Prabowo Cs

Usai Putusan MK, Bola Pemakzulan Gibran Ada di Senayan: Pengamat Sebut Tergantung Prabowo Cs

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 14:46 WIB

Menakar 'Soft Landing' Jenderal Sigit dan Langkah Prabowo Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi

Menakar 'Soft Landing' Jenderal Sigit dan Langkah Prabowo Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:02 WIB

Ketemu KDM, Surya Kades Terpilih Mekarwangi Sampaikan Keluhan Pembangunan

Ketemu KDM, Surya Kades Terpilih Mekarwangi Sampaikan Keluhan Pembangunan

News | Kamis, 24 September 2026 | 20:51 WIB

Bungkam Cibiran Tanpa Dendam, Ini Wejangan Sejuk Kades Pemilah Sampah di Bekasi kepada Sang Anak

Bungkam Cibiran Tanpa Dendam, Ini Wejangan Sejuk Kades Pemilah Sampah di Bekasi kepada Sang Anak

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:53 WIB

Kemenangan Pengepul Sampah di Pilkades Bekasi Disorot Media Asing: Duit Tak Berpengaruh

Kemenangan Pengepul Sampah di Pilkades Bekasi Disorot Media Asing: Duit Tak Berpengaruh

News | Kamis, 24 September 2026 | 19:42 WIB

Terkini

Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades

Potensi Timbulkan Gesekan, Pakar Desak Pengawasan dan Regulasi Ketat Fenomena Botoh Pilkades

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:14 WIB

WCCE 2026 Buka Cakrawala Pelaku Ekonomi Kreatif ke Tren Pasar Kustomisasi

WCCE 2026 Buka Cakrawala Pelaku Ekonomi Kreatif ke Tren Pasar Kustomisasi

Bisnis | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:12 WIB

LPSK Hitung Restitusi Rp1,07 Triliun untuk 5.102 Korban Kasus Dana Syariah Indonesia

LPSK Hitung Restitusi Rp1,07 Triliun untuk 5.102 Korban Kasus Dana Syariah Indonesia

Jakarta | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Kebakaran di Cengkareng Jakbar, 2 Mobil dan 23 Ekor Hewan Ternak Terdampak Amukan Api

Kebakaran di Cengkareng Jakbar, 2 Mobil dan 23 Ekor Hewan Ternak Terdampak Amukan Api

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:10 WIB

5 Fakta Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu Rp18,79 Miliar

5 Fakta Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu Rp18,79 Miliar

Jabar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:06 WIB

Imigrasi Jaring 45 WNA di Kalibata City, 41 Orang Tercatat Pemegang Izin Investor Asing

Imigrasi Jaring 45 WNA di Kalibata City, 41 Orang Tercatat Pemegang Izin Investor Asing

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:05 WIB

KPK: Kasus Korupsi Pengadaan Urutan 2 Teratas

KPK: Kasus Korupsi Pengadaan Urutan 2 Teratas

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:03 WIB

Totalitas di Balik Layar, Andri Mashadi Sempat Mabuk Laut dan 'Teler' Bareng Dinda Kirana

Totalitas di Balik Layar, Andri Mashadi Sempat Mabuk Laut dan 'Teler' Bareng Dinda Kirana

Entertainment | Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:02 WIB

Gagasan Rugi Bukan Korupsi ala Luhut, Solusi Investasi atau Kemunduran Pemberantasan Rasuah?

Gagasan Rugi Bukan Korupsi ala Luhut, Solusi Investasi atau Kemunduran Pemberantasan Rasuah?

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:59 WIB

Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu, Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu

Dugaan Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu, Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu

Jabar | Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:59 WIB

×