- Jokowi dinilai tidak akan mengambil alih posisi ketua umum dari anaknya sendiri karena berisiko terhadap reputasi politik Kaesang.
- Pergantian Ketum PSI kepada Jokowi juga dinilai bisa berdampak negatif pada karir politik Kaesang.
- Jamiluddin menilai Jokowi akan melanjutkan safari politik ke berbagai wilayah di Indonesia.
Suara.com - Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) disebut tidak akan mengambil alih posisi Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dari putranya, Kaesang Pangarep, kendati diminta oleh banyak kader partai tersebut.
Menurut Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, Jokowi kemungkinan memilih mempertahankan Kaesang sebagai ketua umum dan membantu meningkatkan elektoral PSI melalui aktivitas politiknya di berbagai daerah.
Sebelumnya, Wakil Ketua Umum PSI Ronald Aristone Sinaga atau Bro Ron menemui Jokowi di kediamannya di Solo.
Ia mengatakan sejumlah kader daerah menginginkan Jokowi naik ke posisi struktural yang lebih tinggi, baik sebagai ketua umum maupun Ketua Dewan Pembina.
![Presiden ke-7 RI Jokowi meminta seluruh kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengedepankan koordinasi berjenjang dalam menyelesaikan persoalan internal partai. [Suara.com/dok]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/01/52915-jokowi.jpg)
Namun, Jokowi dinilai tidak akan mengambil alih posisi ketua umum dari anaknya sendiri karena berisiko terhadap reputasi politik Kaesang.
"Permintaan Jokowi untuk jadi ketua umum PSI tampaknya akan ditolak Jokowi. Sebab, Jokowi tidak akan menjatuhkan marwah anaknya Kaesang bila ia mengambil alih posisi ketum," kata Jamiluddin di Jakarta, Jumat (23/10/2026).
Pergantian Ketum PSI kepada Jokowi juga dinilai bisa berdampak negatif pada karir politik Kaesang.
Menurut Jamiluddin, Kaesang bisa saja dianggap gagal menjadi ketum karena digantikan Jokowi.
Oleh sebab itu, Jamiluddin memperkirakan Jokowi akan tetap memberikan ruang bagi Kaesang untuk memimpin dan membangun PSI. Dengan begitu, keberhasilan partai dalam meningkatkan perolehan suara nantinya dapat menjadi capaian politik Kaesang.
“Jokowi ingin kalau nantinya PSI masuk Senayan itu prestasi Kaesang, bukan dirinya,” ujarnya.
Namun untuk membantu mendongkrak elektoral PSI, Jamiluddin menilai Jokowi akan melanjutkan safari politik ke berbagai wilayah di Indonesia.
Menurut dia, langkah tersebut dapat menjadi cara bagi Jokowi untuk membantu memperkuat posisi PSI tanpa harus mengambil alih jabatan ketua umum dari Kaesang.
Dengan skema tersebut, Jokowi tetap dapat memberikan pengaruh politik bagi PSI, sementara Kaesang tetap menjadi figur utama dalam kepemimpinan partai.
"Karena itu, Jokowi tampaknya akan tetap mempertahankan Kaesang menjadi ketum PSI," pungkasnya.