Beban Kerja Tinggi, Jumlah Komisioner KPU dan Bawaslu Pusat Diwacanakan Bertambah

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:59 WIB
Beban Kerja Tinggi, Jumlah Komisioner KPU dan Bawaslu Pusat Diwacanakan Bertambah
Ilustrasi pemilu. [Ist]
baca 10 detik
  • Badan Keahlian DPR RI memasukkan evaluasi Pemilu 2024 ke dalam naskah akademik Revisi UU Pemilu.
  • Ahmad Irawan mengusulkan penyesuaian jumlah komisioner KPU dan Bawaslu pusat berdasarkan beban kerja pemilu serentak.
  • DPR menjadwalkan rapat dengar pendapat dengan pakar dan akademisi pada 2 November untuk membahas draf revisi tersebut.

Suara.com - Badan Keahlian DPR RI menyerap hasil evaluasi Penyelenggaraan Pemilu 2024 ke dalam naskah akademik Revisi Undang-Undang Pemilu.

Salah satu poin yang mencuat adalah wacana rasionalisasi dan penyesuaian jumlah komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) di tingkat pusat maupun daerah.

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Ahmad Irawan, menjelaskan bahwa wacana penyesuaian jumlah komisioner tersebut diusulkan berdasarkan evaluasi beban kerja penyelenggara pemilu yang dinilai sangat tinggi akibat sifat pemilu serentak.

“Nah, penyelenggara itu menyampaikan bahwa untuk ke depan kaitannya jumlah komisioner itu disesuaikan dengan beban kerja dan kebutuhan penyelenggaraannya,” kata Irawan kepada wartawan dikutip Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, hasil evaluasi menunjukkan bahwa jumlah komisioner di tingkat pusat saat ini masih kurang memadai dalam mengawal seluruh tahapan pemilu.

Oleh karena itu, jumlah anggota KPU RI diwacanakan bertambah dari 7 menjadi 9 orang, sedangkan Bawaslu RI diwacanakan dari 5 menjadi 7 atau 9 orang.

“Pertimbangannya itu, kenapa 9, karena 7 dalam evaluasi kami ketika pemilu serentak itu kurang memadai gitu kalau 7. Jadi kita harus nambah sekitar 2 lagi,” ujar Irawan.

Ia menambahkan, pembagian tugas dan luasnya wilayah kerja menjadi alasan utama di balik wacana penambahan komisioner di tingkat pusat agar pelayanan dan pengawasan tidak terganggu.

“Tentu kan harus membutuhkan yang selalu standby di di kantor gitu. Jadi mereka, jadi manajemen penyelenggaraan pemilu, sebenarnya itu lebih kepada manajemen penyelenggaraan pemilu gitu yang mengharuskan eh ada rasionalisasi terkait dengan jumlah penyelenggara gitu,” jelasnya.

baca juga

Rasionalisasi ini tidak hanya berlaku untuk penambahan jumlah komisioner di tingkat pusat, tetapi juga penyesuaian di tingkat daerah (provinsi dan kabupaten/kota).

Jumlah komisioner KPU dan Bawaslu daerah nantinya akan dihitung berdasarkan luas wilayah, kondisi geografis, serta jumlah pemilih.

Artinya, daerah dengan beban kerja besar bisa mempertahankan atau menambah jumlah komisioner, sedangkan daerah dengan wilayah dan jumlah pemilih lebih kecil bisa dikurangi.

“Jadi kembali kepada jumlah kebutuhannya gitu. Jadi tidak hanya menambah, tapi juga akan mengurangi gitu, beberapa tempat yang apa namanya, yang kami anggap apa, tidak harus se- tidak harus sama jumlahnya setiap daerah itu,” tegas Irawan.

Irawan menekankan, bahwa substansi yang ada kekinian masih berupa draf naskah akademik. Nantinya hal itu masih akan melawati pembahasan di Panja RUU Pemilu di DPR RI.

DPR berkomitmen untuk mendengarkan masukan dari berbagai pihak guna memastikan asas efisiensi dan asas keterlibatan masyarakat (meaningful participation) tetap terpenuhi.

DPR dijadwalkan mulai mendengarkan masukan dari lembaga negara, pakar, akademisi, hingga pihak terkait pada awal November, bahkan di tengah masa reses.

“Kami rapat sebelum masa reses selesai, kalau enggak salah 2 November. Kami udah mulai mendengarkan masukan eh terkait dari dari lembaga-lembaga negara, dari pakar, dari akademisi, dari apa, dari pihak-pihak yang berkepentingan dengan undang-undang pemilu ini,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komisi II DPR Minta Anggota KPU Terlibat Pasal Selundupan Gibran Diblacklist

Komisi II DPR Minta Anggota KPU Terlibat Pasal Selundupan Gibran Diblacklist

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:23 WIB

Tim Seleksi Anggota KPU Yang Baru Sudah Jadi, Tinggal Diumumkan Prabowo Dalam Waktu Dekat

Tim Seleksi Anggota KPU Yang Baru Sudah Jadi, Tinggal Diumumkan Prabowo Dalam Waktu Dekat

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 16:45 WIB

Tenggat Oktober 2026, Prabowo Diminta Segera Bentuk Timsel KPU 20272032

Tenggat Oktober 2026, Prabowo Diminta Segera Bentuk Timsel KPU 20272032

News | Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:07 WIB

PBB, PPP, dan Partai Elang Gugat UU Pemilu ke MK, Minta Suara Partai Kecil Tetap Dihitung

PBB, PPP, dan Partai Elang Gugat UU Pemilu ke MK, Minta Suara Partai Kecil Tetap Dihitung

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 15:12 WIB

Terkini

Beban Kerja Tinggi, Jumlah Komisioner KPU dan Bawaslu Pusat Diwacanakan Bertambah

Beban Kerja Tinggi, Jumlah Komisioner KPU dan Bawaslu Pusat Diwacanakan Bertambah

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:59 WIB

Realisasi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp 368 Triliun

Realisasi Investasi Kawasan Ekonomi Khusus Tembus Rp 368 Triliun

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:58 WIB

Buat Shin Tae-yong Terkesan, Alexander Jeremejeff Ungkap Rahasia Performa Apiknya di Persija

Buat Shin Tae-yong Terkesan, Alexander Jeremejeff Ungkap Rahasia Performa Apiknya di Persija

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:56 WIB

5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Dengerin Lagu, Praktis buat Olahraga

5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Dengerin Lagu, Praktis buat Olahraga

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:53 WIB

Kemensos Belum Terima Pengajuan Bantuan untuk Korban Karhutla, Gus Ipul Ungkap Penyebabnya

Kemensos Belum Terima Pengajuan Bantuan untuk Korban Karhutla, Gus Ipul Ungkap Penyebabnya

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:52 WIB

Jack O'Connell dan Cillian Murphy Jadi Kakak-Adik di A Quiet Place Part 3

Jack O'Connell dan Cillian Murphy Jadi Kakak-Adik di A Quiet Place Part 3

Your Say | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:50 WIB

Ungkap 1,16 Ton Narkoba Cair, Jenderal Suyudi Buka Suara Soal Rangkap Jabatan Kapolri dan Kepala BNN

Ungkap 1,16 Ton Narkoba Cair, Jenderal Suyudi Buka Suara Soal Rangkap Jabatan Kapolri dan Kepala BNN

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Pasar Taman Puring Bakal Diubah Jadi RTH Taman Setara, Pedagang Bakal Direlokasi

Pasar Taman Puring Bakal Diubah Jadi RTH Taman Setara, Pedagang Bakal Direlokasi

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Tanggapan Geely Soal Keluhan Konsumen Geely EX2 yang Gagal Lakukan Pengisian Baterai

Tanggapan Geely Soal Keluhan Konsumen Geely EX2 yang Gagal Lakukan Pengisian Baterai

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:45 WIB

Kadet Unhan Diduga Aniaya Siswa Sekolah Rakyat di Jember, Gus Ipul: Tak akan Kami Diamkan

Kadet Unhan Diduga Aniaya Siswa Sekolah Rakyat di Jember, Gus Ipul: Tak akan Kami Diamkan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 14:42 WIB

×