Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029

Muhamad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:22 WIB
Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029
Adie (45), seorang pelukis mural asal Kota Depok Bertemu Dedi Mulyadi [Metropolitan]
baca 10 detik
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meraih elektabilitas capres tertinggi mencapai 33,7 persen berdasarkan riset nasional IPO.
  • Direktur Eksekutif IPO menilai kesuksesan tersebut berasal dari pola kepemimpinan populis mirip Jokowi yang memanfaatkan media sosial serta kegiatan langsung bersama warga.
  • Dedi Mulyadi berpotensi mempertahankan posisi teratas dalam bursa pencalonan presiden selama belum ada pesaing yang mampu menandingi strategi populis tersebut.

Suara.com - Melejitnya elektabilitas Dedi Mulyadi hingga memuncaki bursa calon presiden 2029 dinilai tak lepas dari kemampuannya membangun citra pemimpin yang dekat dengan rakyat.

Gubernur Jawa Barat itu disebut mengadopsi pola kepemimpinan populis yang sebelumnya mengantarkan Joko Widodo atau Jokowi ke puncak kekuasaan.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menilai, popularitas yang dibangun melalui media sosial dan aktivitas langsung bersama masyarakat menjadi modal utama Dedi Mulyadi atau KDM dalam merebut perhatian publik.

Hal itu tercermin dalam hasil riset nasional IPO bertajuk simulasi pilihan presiden.

Dalam pertanyaan terbuka, KDM meraih elektabilitas 33,7 persen. Namanya juga tetap berada di posisi teratas dalam simulasi daftar tertutup dengan perolehan 32,0 persen.

Dedi menjelaskan, popularitas merupakan salah satu faktor awal yang memengaruhi tingkat kesukaan masyarakat terhadap seorang tokoh sebelum menentukan pilihan politik.

“Popularitas itu mempengaruhi tingkat kesukaan mereka, artinya popularitas tetap menjadi panduan pertama sebelum responden itu menentukan akan memilih atau menyukai atau tidak,” ujar Dedi dalam sesi pemaparan hasil riset dan diskusi publik secara daring, Sabtu (24/10/2026).

Menurut Dedi, KDM berhasil memanfaatkan momentum popularitas melalui konten media sosial sekaligus aktivitas yang membuatnya terlihat dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kalau dilihat dari skema itu, maka Dedi Mulyadi cukup rasional ketika mendapatkan elektabilitas tertinggi. Yang pertama misalnya, mendapatkan momentum terkait dengan popularitas di media sosial, di aktivitas-aktivitas yang memang dekat dengan publik,” jelas Dedi.

baca juga
Presiden ke-7 RI Jokowi menghadiri kegiatan jalan santi di Car Free Day (CFD) saat melakukan kunjungan ke Kupang, NTT, Sabtu (1/8/2026). [Suara.com/dok]
Presiden ke-7 RI Jokowi menghadiri kegiatan jalan santi di Car Free Day (CFD) saat melakukan kunjungan ke Kupang, NTT, Sabtu (1/8/2026). [Suara.com/dok]

Meniru Formula Populisme Jokowi

Pola komunikasi politik KDM dinilai memiliki kemiripan dengan pendekatan yang pernah digunakan Jokowi. Keduanya sama-sama mengandalkan popularitas, kedekatan dengan masyarakat, serta publikasi aktivitas sehari-hari untuk membangun citra sebagai pemimpin yang merakyat.

“Tokoh-tokoh seperti Dedi Mulyadi ini sebetulnya juga sudah linier dengan tokoh-tokoh sebelumnya, ya sebut saja misalnya Presiden Joko Widodo atau presiden ketujuh misalnya. Populer, disukai, dan juga elektabilitasnya tinggi karena banyak melakukan publikasi propaganda yang berkaitan dengan dekat dengan aktivitas-aktivitas publik,” tutur Dedi.

Strategi tersebut dinilai efektif di tengah kejenuhan masyarakat terhadap gaya kepemimpinan yang dianggap elitis dan berjarak dari persoalan sehari-hari.

Kehadiran figur yang mudah ditemui dan menampilkan aktivitas bersama warga dapat memunculkan kesan bahwa mereka memahami kondisi yang dihadapi masyarakat.

“Ya memang ini agak dilematis ya, kenapa? Karena publik saya kira sudah cukup bosan dengan aktivitas-aktivitas pejabat yang yang elitis begitu ya, sehingga mereka cenderung lebih menyukai tokoh atau orang-orang yang memang dirasa mewakili kondisi hidup mereka,” terang Dedi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ungguli Prabowo di Survei, KDM Berpeluang Balik Golkar dan Duet Bareng Gibran di 2029

Ungguli Prabowo di Survei, KDM Berpeluang Balik Golkar dan Duet Bareng Gibran di 2029

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Dicari Prabowo, KDM Ungkap Alasan Tak Hadir Rakornas TPAKD: Sudah Lapor Pak Seskab!

Dicari Prabowo, KDM Ungkap Alasan Tak Hadir Rakornas TPAKD: Sudah Lapor Pak Seskab!

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:16 WIB

Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya

Jokowi Diprediksi Tolak Geser Kaesang dari Ketum PSI, Pengamat: Jaga Marwah dan Karier Anaknya

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 11:38 WIB

Terkini

Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029

Duplikasi Gaya Jokowi Elektabilitas KDM Melejit di Bursa Capres 2029

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:22 WIB

Nubia REDMAGIC 12 Pro+ Menggoda Gamer, Layar Tanpa Notch dan Kipas 25.500 RPM

Nubia REDMAGIC 12 Pro+ Menggoda Gamer, Layar Tanpa Notch dan Kipas 25.500 RPM

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:20 WIB

Periklindo Minta Kepastian Kebijakan Insentif Motor Listrik Demi Kelangsungan Industri

Periklindo Minta Kepastian Kebijakan Insentif Motor Listrik Demi Kelangsungan Industri

Otomotif | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:10 WIB

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

Koalisi 2029 Bisa Goyah! Prabowo Diminta Rem Pernyataan Kontroversial

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:06 WIB

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Akibat Paparan Matahari Usia 45 Tahun

9 Cara Mengatasi Flek Hitam Menahun di Pipi Akibat Paparan Matahari Usia 45 Tahun

Lifestyle | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:05 WIB

PT Timah Pertimbangkan Opsi Buyback Saham TINS dengan Prinsip Hati Hati

PT Timah Pertimbangkan Opsi Buyback Saham TINS dengan Prinsip Hati Hati

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 13:05 WIB

Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak

Menjawab Kritik Polisi Bahasa: Mengapa Kita Harus Berhenti Menganggap Bahasa Sedang Rusak

Your Say | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:57 WIB

Kejurnas Catur ke-51 Digelar di Banten, PB Percasi Punya Misi Besar

Kejurnas Catur ke-51 Digelar di Banten, PB Percasi Punya Misi Besar

Sport | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:56 WIB

PLN Perkuat Layanan Kelistrikan Terintegrasi untuk Rumah Tangga hingga Pelaku Usaha

PLN Perkuat Layanan Kelistrikan Terintegrasi untuk Rumah Tangga hingga Pelaku Usaha

Bisnis | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:56 WIB

Ungguli Prabowo di Survei, KDM Berpeluang Balik Golkar dan Duet Bareng Gibran di 2029

Ungguli Prabowo di Survei, KDM Berpeluang Balik Golkar dan Duet Bareng Gibran di 2029

News | Sabtu, 24 Oktober 2026 | 12:54 WIB

×