- Empat Presiden RI korban penyadapan tercatat dalam sejarah politik nasional.
- Penyadapan menimpa Habibie, SBY, Jokowi, hingga Presiden Prabowo Subianto.
- Skandal penyadapan terkini melibatkan oknum internal dan sistem resmi kepolisian.
Suara.com - Dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto mendadak menyedot perhatian publik.
Kasus ini kian menjadi sorotan lantaran melibatkan mantan Kapolri sekaligus Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal Pol. (Purn.) Listyo Sigit Prabowo
Menariknya, jika aksi penyadapan terhadap Kepala Negara di masa lalu mayoritas didalangi agen intelijen asing, kasus kali ini justru melibatkan pihak internal dari institusi penegak hukum dengan menggunakan fasilitas pemantauan resmi.
Ya, ini bukan pertama kalinya pimpinan tertinggi Republik Indonesia menjadi target peretasan atau penyadapan.
Sejak era reformasi hingga era modern saat ini, beberapa Presiden RI tercatat pernah mengalami nasib serupa dengan bermacam-macam modus.
Berikut adalah deretan Presiden RI yang pernah menjadi korban penyadapan sepanjang sejarah:
1. B.J. Habibie (Presiden ke-3 RI)

Skandal penyadapan pertama di lingkungan ring satu Istana Kepresidenan Jakarta tercatat pada era transisi reformasi, tepatnya 10 Desember 1998.
Kala itu, Presiden B.J. Habibie tengah melakukan percakapan telepon dengan Jaksa Agung Andi M. Ghalib.
Percakapan sensitif yang membahas proses penanganan hukum mantan Presiden Soeharto tersebut mendadak bocor dan transkripnya beredar luas di media massa nasional pada 24 Februari 1999.
Peristiwa ini memicu guncangan politik besar di awal era reformasi.
Setelah ditelusuri, aksi penyadapan tersebut dilakukan menggunakan perangkat mikrofon mini tersembunyi yang ditanam langsung di ruang kerja kepresidenan Habibie.
Kendati sempat membuat gaduh konstelasi nasional, pelaku utama maupun dalang di balik pemasangan alat tersebut tidak pernah diumumkan secara resmi ke publik.
2. Susilo Bambang Yudhoyono / SBY (Presiden ke-6 RI)

Kasus penyadapan terhadap Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat memicu krisis diplomatik panas antara Jakarta dan Canberra.