PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

Vania Rossa

Jum'at, 06 November 2026 | 07:35 WIB
PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik
PLTMH Gunung Halu. (Suara.com/Alif Bintang)
baca 10 detik
  • Warga Kampung Tangsi Jaya, Kabupaten Bandung Barat, berhasil mengoperasikan PLTMH mandiri secara kolektif sejak Kamis (5/11/2026).
  • Trend Asia menilai keberhasilan pengelolaan energi terbarukan berbasis komunitas tersebut mampu menggerakkan perekonomian masyarakat secara nyata.
  • Trend Asia mendorong pemerintah segera membuat regulasi khusus dan mereformasi tata kelola PLN demi mendukung transisi energi.

Suara.com - Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kampung Tangsi Jaya, Gunung Halu, Kabupaten Bandung Barat, menjadi contoh pengelolaan energi terbarukan berbasis komunitas. Dengan memanfaatkan aliran sungai sebagai sumber energi, warga setempat mampu menyediakan listrik secara mandiri dengan tarif hanya Rp25 ribu per bulan.

Pengelolaan PLTMH tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan listrik warga, tetapi juga turut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Juru Kampanye Energi Terbarukan Trend Asia, Beyrra Triasdian, menilai pengalaman warga Tangsi Jaya membuktikan bahwa kesejahteraan dapat dibangun melalui pengelolaan sumber daya secara kolektif.

"Pada dasarnya energi terbarukan skala komunitas itu mungkin dan menyejahterakan," kata Beyrra, Kamis (5/11/2026), kepada Suara.com.

PLTMH Gunung Halu
PLTMH Gunung Halu

Menurutnya, pemerintah perlu lebih serius memberikan edukasi dan insentif agar masyarakat memiliki kemampuan mengelola potensi energi di wilayahnya sendiri. Dukungan tersebut penting agar transisi energi tidak hanya mengejar perubahan sumber energi, tetapi juga memperhatikan prinsip keadilan bagi masyarakat.

"Contoh nyata demokratisasi energi itu ada. Itu dimulai dari komunitas yang dibekali insentif yang baik, dikasih pengetahuan yang penuh untuk mengelola sumber dayanya sendiri. Pada akhirnya benar-benar mandiri dan sejahtera bersama-sama," ujarnya.

Beyrra menilai keberhasilan PLTMH Tangsi Jaya memperlihatkan bahwa pengelolaan energi dari bawah atau bottom-up dapat berjalan. Model tersebut sekaligus menjadi pembanding bagi kebijakan energi nasional yang selama ini dinilai masih cenderung terpusat atau top-down.

Padahal, setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi energi yang berbeda. Karena itu, perencanaan energi seharusnya tidak hanya ditentukan dari pemerintah pusat, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan dan sumber daya yang dimiliki masyarakat setempat.

Juru Kampanye Energi Terbarukan Trend Asia, Beyrra Triasdian. (Suara.com/Alif Bintang)
Juru Kampanye Energi Terbarukan Trend Asia, Beyrra Triasdian. (Suara.com/Alif Bintang)

"Nyatanya bottom-up itu works. Indonesia itu punya lebih dari cukup (pasokan energi) dari apa yang kita butuhkan. Harusnya pemerintah melihat mereka butuh apa. Mereka punya apa. Ayo kita bangun yang terbaik di daerah mereka," tegas Beyrra.

baca juga

Ia pun mendorong pemerintah segera menyusun regulasi yang memberikan kepastian hukum bagi pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas. Dengan begitu, model pengelolaan seperti di Tangsi Jaya dapat diterapkan di daerah lain.

"Kita harus menyegerakan adanya regulasi yang jadi payung hukum yang rigid untuk ngomongin energi terbarukan yang berbasis komunitas itu harus ada," katanya.

Beyrra juga menyoroti belum kuatnya pengakuan terhadap peran komunitas dalam dokumen perencanaan energi nasional, seperti Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL).

Menurutnya, masyarakat perlu mendapat ruang lebih besar untuk menentukan pengelolaan energi di wilayah masing-masing. Bahkan jika kendali pasokan listrik tetap berada di tangan pemerintah, kesejahteraan warga harus menjadi prioritas dalam distribusi energi terbarukan.

Dorong Reformasi Tata Kelola PLN

Selain penguatan energi berbasis komunitas, Beyrra menilai perlu ada pembenahan tata kelola PT PLN (Persero). Selama ini, peran PLN yang dominan dalam penyediaan dan penyaluran listrik membuat masyarakat di berbagai daerah sangat bergantung pada perusahaan tersebut.

Ia mendorong PLN bersinergi dengan masyarakat dan memperkuat kewenangan unit di daerah agar pengelolaan energi lebih sesuai dengan potensi serta kebutuhan setempat.

"Reformasi PLN. Kalau bisa kuatkan PLN daerah. PLN daerah itu enggak punya kuasa sama sekali. Pemerintah daerah itu enggak punya kapasitas untuk mengelola uang energi terbarukannya," jelasnya.

Meski demikian, Beyrra menegaskan bahwa reformasi bukan berarti membubarkan PLN. Menurutnya, perusahaan listrik negara tersebut tetap dibutuhkan, terutama untuk melayani wilayah perkotaan atau daerah yang belum memiliki sumber energi lokal memadai.

"Bukan berarti bubarkan PLN. PLN itu untuk mengelola situasi di mana orang-orang enggak bisa mengelolanya. Wajar saja," imbuhnya.

Namun, dengan peran besar yang dimiliki, PLN dinilai perlu memastikan pengelolaan energi dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, termasuk dengan membuka ruang bagi pengembangan energi terbarukan berbasis komunitas.

Reporter: Alif Bintang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mengapa Elektrifikasi Bus di Indonesia Tak Bisa Sekadar Ganti Mesin?

Mengapa Elektrifikasi Bus di Indonesia Tak Bisa Sekadar Ganti Mesin?

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:45 WIB

TVS Motor Boyong Empat Model Baru di EICMA 2026 Memperluas Pasar Eropa

TVS Motor Boyong Empat Model Baru di EICMA 2026 Memperluas Pasar Eropa

Otomotif | Kamis, 05 November 2026 | 18:15 WIB

Generasi Muda Makin Lirik Mobil Listrik, Delapan Merek Ini Jadi Pilihan Utama Milenial dan Gen Z

Generasi Muda Makin Lirik Mobil Listrik, Delapan Merek Ini Jadi Pilihan Utama Milenial dan Gen Z

Otomotif | Kamis, 05 November 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Eccentric! Chef Moon: Saat Kuliner Pedesaan Sembuhkan Dua Jiwa yang Patah

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Aksi Pekerja Ketinggian Rawat Atap Stasiun LRT di Palembang

Foto | Jum'at, 06 November 2026 | 08:00 WIB

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Jejak Kredit Gen Z Jadi Sorotan, Bisa Pengaruhi Pengajuan Pinjaman hingga Karier

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:58 WIB

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Kenapa Sudah Pakai Skincare tapi Wajah Masih Kusam? Ini Penyebab dan Solusinya

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Mendekam di Lapas Madiun, Oknum Polisi Polres Batu Resmi Dipecat Usai Terjerat Kasus Penipuan

Malang | Jum'at, 06 November 2026 | 07:54 WIB

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Utang Pinjol Masyarakat Indonesia Tembus Rp106,48 Triliun, Rasio Gagal Bayar Makin Tinggi

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 07:48 WIB

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Sektor Pertanian Masih Jadi Penyelamat Lampung: Serap 2,14 Juta Tenaga Kerja

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 07:47 WIB

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Polda Riau Ungkap Bisnis Pupuk Palsu Puluhan Ton, Petani Sawit Jadi Korban

Riau | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Cara Mengetahui Aplikasi yang Paling Banyak Menguras Baterai HP Android

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 07:36 WIB

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

PLTMH Tangsi Jaya Dikelola Warga, Trend Asia Kritik Kebijakan Energi yang Sentralistik

News | Jum'at, 06 November 2026 | 07:35 WIB

×