Mengapa Elektrifikasi Bus di Indonesia Tak Bisa Sekadar Ganti Mesin?

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 05 November 2026 | 18:45 WIB
Mengapa Elektrifikasi Bus di Indonesia Tak Bisa Sekadar Ganti Mesin?
Bus Listrik Transjakarta | Bus Transjakarta | Transjakarta

Suara.com - Elektrifikasi angkutan umum tidak cukup dilakukan dengan mengganti mesin diesel pada armada bus menjadi baterai listrik. Transisi tersebut membutuhkan pembenahan menyeluruh, mulai dari regulasi, skema pembiayaan, kesiapan infrastruktur, hingga tata kelola transportasi publik di daerah.

Hal itu mengemuka dalam peluncuran platform digital E-Bus Hub yang diinisiasi Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia dengan dukungan ViriyaENB dan berkolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang, mengatakan bus listrik hanya salah satu komponen dalam ekosistem transportasi publik. Tanpa pembenahan layanan dasar, elektrifikasi justru berisiko tidak berjalan optimal.

"Elektrifikasi bus bukan hanya sekadar mengganti kendaraan berbahan bakar fosil dengan kendaraan listrik, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang matang, kesiapan infrastruktur, dan ekosistem pendukungnya. Apa yang mau kita ganti kalau sistem atau layanan transportasi publik itu sendiri tidak ada?" kata Gonggomtua.

Anggaran Daerah dan Hambatan Regulasi

Peluncuran resmi E-Bus Hub oleh Institute for Transportation and Development Policy didukung Viriya ENB pada Rabu, (4/11/26). Sumber: Dok Pribadi/Inesia Dian
Peluncuran resmi E-Bus Hub oleh Institute for Transportation and Development Policy didukung Viriya ENB pada Rabu, (4/11/26). Sumber: Dok Pribadi/Inesia Dian

Salah satu tantangan pengembangan bus listrik adalah keterbatasan anggaran pemerintah daerah. Sejumlah daerah masih menghadapi persoalan biaya investasi, operasional, ketidakpastian skema bisnis, serta minimnya data sebagai acuan perencanaan.

Padahal, berdasarkan kajian dan pengalaman pendampingan ITDP di sejumlah kota, seperti Pekanbaru, Surabaya, Surakarta, Medan, dan Batam, kebutuhan anggaran untuk mengoperasikan layanan bus publik diperkirakan hanya sekitar 3-5 persen dari total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain persoalan fiskal, regulasi juga menjadi hambatan. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah masih mengategorikan transportasi sebagai urusan wajib nonpelayanan dasar.

Akibatnya, pemerintah daerah belum memiliki kewajiban khusus untuk mengalokasikan anggaran bagi pengembangan transportasi publik.

baca juga

ITDP bersama koalisi masyarakat sipil dan Kemenhub mendorong peninjauan regulasi tersebut agar transportasi publik dapat masuk kategori pelayanan dasar wajib.

Untuk membantu pemerintah daerah dan operator, ITDP meluncurkan E-Bus Hub sebagai pusat informasi dan data terpadu. Platform ini menyediakan peta persebaran bus listrik nasional, kalkulator perencanaan investasi, serta pusat pengetahuan mengenai regulasi elektrifikasi angkutan umum.

Target Elektrifikasi Bus Disesuaikan
Di tingkat nasional, pemerintah juga tengah menyesuaikan peta jalan elektrifikasi angkutan umum perkotaan agar lebih realistis dan sesuai kemampuan fiskal daerah.

Direktur Angkutan Jalan Kemenhub, Muiz Thohir, mengatakan target elektrifikasi bus yang sebelumnya ditetapkan 90 persen pada 2030 kini dirasionalisasi menjadi 80 persen.

"Di tahun 2030 yang dulu targetnya 90 percent, kita coba rasionalisasikan menjadi sekitar 80 persen pada 2030, lalu 90 persen di 2040, dan 100 persen pada 2045. Kita sesuaikan dengan tantangan fiskal serta kondisi di lapangan," ujar Muiz.

Pemerintah juga tengah menyelesaikan Rancangan Peraturan Presiden (Raperpres) terkait mandat penggunaan bus listrik.

Untuk mengatasi keterbatasan anggaran daerah, Kemenhub menjajaki skema pembiayaan alternatif. Salah satunya melalui optimalisasi alokasi 10 persen dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) untuk pendanaan dan pengembangan transportasi umum.

Transportasi Publik dan Keadilan Sosial
Selain menekan emisi dan polusi udara, pengembangan transportasi publik juga berkaitan dengan kemampuan ekonomi masyarakat.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan masyarakat Indonesia rata-rata menghabiskan sekitar 20-30 persen dari pendapatan minimum regional untuk biaya transportasi harian.

Direktur Eksekutif ViriyaENB, Suzanty Sitorus, mengatakan elektrifikasi perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya memperluas akses transportasi yang bersih, terjangkau, dan inklusif.

"Strateginya bukan hanya mengelektrifikasi kendaraan, tetapi mempercepat ketersediaan transportasi publik yang bersih, andal, terjangkau, dan inklusif," kata Suzanty.

Ia juga menekankan pentingnya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, transportasi umum yang ramah bagi penyandang disabilitas akan menciptakan layanan yang lebih nyaman dan aman bagi seluruh masyarakat.

Dengan demikian, transisi bus listrik tidak hanya menyangkut pergantian armada, tetapi juga kesempatan membenahi sistem transportasi perkotaan agar lebih bersih, terjangkau, dan berkeadilan.

Penulis: Inesia Dian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dampak Nikel di Halmahera, Koalisi Sipil Desak Aturan Rantai Pasok RI-Korea

Dampak Nikel di Halmahera, Koalisi Sipil Desak Aturan Rantai Pasok RI-Korea

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 15:28 WIB

Tak Sekadar Ganti Armada, Ini Tantangan Daerah dalam Beralih ke Bus Listrik

Tak Sekadar Ganti Armada, Ini Tantangan Daerah dalam Beralih ke Bus Listrik

News | Kamis, 05 November 2026 | 13:59 WIB

Pengetahuan Adat tentang Bencana Masih Hidup di Mentawai, Mengapa Belum Jadi Kebiasaan?

Pengetahuan Adat tentang Bencana Masih Hidup di Mentawai, Mengapa Belum Jadi Kebiasaan?

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 12:08 WIB

Terkini

Tak Hanya Blokir Rekening, OJK Minta Bank Telusuri NIK Terindikasi Judi Online

Tak Hanya Blokir Rekening, OJK Minta Bank Telusuri NIK Terindikasi Judi Online

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:44 WIB

Saat Perempuan dan Difabel Dapat Ruang untuk Berkarya dan Mengembangkan Usaha

Saat Perempuan dan Difabel Dapat Ruang untuk Berkarya dan Mengembangkan Usaha

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:43 WIB

Brantas Abipraya Bersama Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Aceh

Brantas Abipraya Bersama Kementerian PU Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Aceh

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:40 WIB

Tagih Janji di Kemensetneg, Mahasiswa Trisakti Kecewa Gagal Bertemu Pras: Hanya Omong Kosong Belaka!

Tagih Janji di Kemensetneg, Mahasiswa Trisakti Kecewa Gagal Bertemu Pras: Hanya Omong Kosong Belaka!

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:39 WIB

Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Pendapatan Driver Tak Kunjung Naik

Komisi Ojol Turun Jadi 8%, Pendapatan Driver Tak Kunjung Naik

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:38 WIB

6 Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU Online untuk Freelancer dan Driver Ojol

6 Cara Daftar BPJS Ketenagakerjaan BPU Online untuk Freelancer dan Driver Ojol

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 18:36 WIB

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Ekonomi Daerah Tumbuh, Askrindo Bidik Risiko Usaha Petani dan UMKM

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 18:33 WIB

Pendukung Jokowi Balik Kanan dari PN Jakarta Timur Usai Orasi Pakai Mobil Komando

Pendukung Jokowi Balik Kanan dari PN Jakarta Timur Usai Orasi Pakai Mobil Komando

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Refleksi Kasus Dugaan Penyadapan Tokoh Publik: Alarm Bahaya Privasi Digital

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 18:30 WIB

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

Usai Bertemu Prabowo, Dirut KAI Batalkan Impor KRL Bekas: Rakyat Harus Dapat Kereta Baru

News | Kamis, 05 November 2026 | 18:29 WIB

×