Kemen PPPA: Jangan Sampai Perempuan Bertahan dalam Hubungan Berbahaya karena Tak Punya Uang

Vania Rossa, Lilis Varwati

Jum'at, 06 November 2026 | 16:28 WIB
Kemen PPPA: Jangan Sampai Perempuan Bertahan dalam Hubungan Berbahaya karena Tak Punya Uang
Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Amurwani Dwi Lestariningsih. (ANTARA)
baca 10 detik
  • Deputi Kemen PPPA Amurwani menyatakan pemberdayaan ekonomi perempuan sangat penting untuk mencegah hubungan berbahaya.
  • Pernyataan tersebut disampaikan pada Jumat, 6 November 2026, merespons kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun.
  • Polisi telah menetapkan Dwi Bagus Martono sebagai tersangka atas kasus pembunuhan yang dilatarbelakangi masalah ekonomi.

Suara.com - Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Amurwani Dwi Lestariningsih, menekankan pentingnya pemberdayaan ekonomi perempuan agar mereka memiliki kemandirian dan kemampuan menentukan pilihan hidup, termasuk keluar dari hubungan yang tidak sehat dan membahayakan.

Menurut Amurwani, tidak semua perempuan memiliki kebebasan dan pilihan yang sama dalam menjalani kehidupan. Sebagian di antaranya menghadapi ketergantungan ekonomi, tanggung jawab pengasuhan anak, hingga tekanan sosial yang membuat mereka sulit meninggalkan hubungan yang membahayakan.

Pernyataan tersebut disampaikan Amurwani merespons kasus pembunuhan Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGEF (4), di Madiun. Dini diketahui merupakan istri siri tersangka Dwi Bagus Martono (40), yang telah ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Ketergantungan ekonomi, tanggung jawab terhadap anak, dan tekanan sosial sering kali menempatkan perempuan dalam posisi yang rentan dan sulit keluar dari hubungan yang tidak sehat," kata Amurwani kepada wartawan, Jumat (6/11/2026).

Karena itu, ia menilai pemberdayaan ekonomi perempuan perlu diperkuat melalui perluasan akses terhadap pendidikan, pekerjaan, penghasilan, serta berbagai sumber daya ekonomi lainnya.

Akses tersebut dinilai penting agar perempuan memiliki posisi tawar dan kemampuan untuk mengambil keputusan secara mandiri, termasuk menentukan masa depan mereka.

"Perempuan harus memiliki akses terhadap pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan sumber daya ekonomi agar mempunyai posisi tawar serta kemampuan menentukan pilihan hidupnya sendiri," ujarnya.

Amurwani menegaskan, kemandirian ekonomi juga harus didukung perlindungan hukum dan lingkungan sosial yang memadai. Dengan demikian, perempuan tidak merasa terpaksa mempertahankan hubungan yang membahayakan dirinya hanya karena tidak memiliki alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Tidak boleh ada perempuan yang merasa harus mempertahankan hubungan yang membahayakan dirinya hanya karena tidak memiliki pilihan lain," tegasnya.

baca juga

Dalam kasus pembunuhan ibu dan anak di Madiun, polisi telah menetapkan Dwi Bagus Martono sebagai tersangka. Penyidik mengungkap dugaan persoalan ekonomi dan pertengkaran rumah tangga sebagai hal yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

Amurwani mengingatkan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan tidak cukup hanya dilakukan setelah tindak kekerasan terjadi. Perempuan perlu mendapatkan akses dan kesempatan yang setara agar mampu menentukan masa depannya.

Di sisi lain, negara dan masyarakat juga harus memastikan tersedianya perlindungan hukum serta dukungan sosial bagi perempuan yang menghadapi kekerasan, sehingga mereka memiliki pilihan untuk keluar dari situasi yang membahayakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Status Istri Siri Bukan Alasan! Publik Diminta Tak Hakimi Korban Pembunuhan di Madiun

Status Istri Siri Bukan Alasan! Publik Diminta Tak Hakimi Korban Pembunuhan di Madiun

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:02 WIB

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

Bayi 20 Bulan yang Dibunuh Orang Tua di Pasar Kebayoran Lama Kurang Gizi dan Penuh Luka

News | Senin, 02 November 2026 | 18:19 WIB

Demi Ingat Aksi Sadisnya! Dwi Bagus Simpan Foto Lokasi Pembakaran Korban hingga Mesin Penggiling

Demi Ingat Aksi Sadisnya! Dwi Bagus Simpan Foto Lokasi Pembakaran Korban hingga Mesin Penggiling

News | Senin, 02 November 2026 | 14:48 WIB

Terkini

Dukung Pendidikan, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Keistimewaan di Sequoia School

Dukung Pendidikan, BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Keistimewaan di Sequoia School

Sumsel | Jum'at, 06 November 2026 | 16:24 WIB

Reaksi Jokowi Soal Penyadapan Presiden Prabowo Disorot Media Internasional

Reaksi Jokowi Soal Penyadapan Presiden Prabowo Disorot Media Internasional

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:24 WIB

Bukan Cuma Prabowo, Ini Jejak Penyadapan Tokoh Penting di Indonesia dari Masa ke Masa

Bukan Cuma Prabowo, Ini Jejak Penyadapan Tokoh Penting di Indonesia dari Masa ke Masa

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:23 WIB

Terekam CCTV: Karyawati Pabrik Lada di Lampung Tewas Mengenaskan Terlindas Forklift

Terekam CCTV: Karyawati Pabrik Lada di Lampung Tewas Mengenaskan Terlindas Forklift

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:23 WIB

BRI Private dan BRI Prioritas Tawarkan Privilege Pendidikan Anak di Sequoia School

BRI Private dan BRI Prioritas Tawarkan Privilege Pendidikan Anak di Sequoia School

Sumbar | Jum'at, 06 November 2026 | 16:20 WIB

BRI Private dan Prioritas Perluas Privilege Nasabah Lewat Fasilitas Pendidikan di Sequoia School

BRI Private dan Prioritas Perluas Privilege Nasabah Lewat Fasilitas Pendidikan di Sequoia School

Jabar | Jum'at, 06 November 2026 | 16:19 WIB

Nasib Insentif Mobil Hybrid Belum Jelas, Masih Dibahas Antar Kementerian

Nasib Insentif Mobil Hybrid Belum Jelas, Masih Dibahas Antar Kementerian

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 16:16 WIB

Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School

Dukung Masa Depan Buah Hati, BRI Private dan Prioritas Gandeng Sequoia School

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Mengapa Penurunan Populasi Siamang Bisa Ancam Regenerasi Hutan Sumatra?

Mengapa Penurunan Populasi Siamang Bisa Ancam Regenerasi Hutan Sumatra?

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

Terkenal Tanpa Karya: Ketika Sensasi Lebih Laku daripada Prestasi

Terkenal Tanpa Karya: Ketika Sensasi Lebih Laku daripada Prestasi

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB

×