Mengapa Penurunan Populasi Siamang Bisa Ancam Regenerasi Hutan Sumatra?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 06 November 2026 | 16:15 WIB
Mengapa Penurunan Populasi Siamang Bisa Ancam Regenerasi Hutan Sumatra?
Siamang sedang bergelantungan di tali yang melintang di udara. (dok. Mongabay/ Junaidi Hanafiah)

Suara.com - Penurunan populasi siamang Sumatra berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem hutan. Pasalnya, primata ini membawa peran penting dalam membantu penyebaran biji dan regenerasi tumbuhan di kawasan hutan.

Siamang (Symphalangus syndactylus) merupakan primata endemik Indonesia yang hidup di hutan Sumatra. Satwa ini terkenal karena suara khasnya yang mampu terdengar hingga berbagai penjuru hutan.

Selain menjadi bagian dari keanekaragaman hayati, siamang juga berperan dalam menjaga keberlangsungan vegetasi hutan. Perannya sebagai penyebar biji sangat membantu tumbuhan berkembang di berbagai kawasan.

Dosen Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Donan Satria Yudha, memaparkan bahwa siamang termasuk ke dalam kelompok primata frugivora atau pemakan buah. Satwa ini menelan buah secara utuh, kemudian mengeluarkan bijinya melalui feses.

Dengan mekanisme tersebut memungkinkan biji tumbuhan tersebar jauh dari pohon induknya. Pesebaran itulah yang membuat tumbuhan jadi memiliki kesempatan untuk tumbuh di lokasi baru.

Berdasarkan sejumlah penelitian, siamang dapat dengan mudah menyebarkan biji rata-rata sejauh 223 meter dari pohon induk. Satwa ini juga disinyalir bisa memakan dan menyebarkan biji dari sekitar 22 spesies tumbuhan berbeda.

"Selain itu, dari hasil penelitian juga menyebutkan bahwa siamang dapat memakan dan menyebarkan biji vegetasi hutan sekitar 22 spesies tumbuhan berbeda, jumlah yang sangat banyak," kata Donan, dikutip dalam laman resmi UGM, Kamis (5/11).

Penyebaran biji secara acak tersebut secara tidak langsung membantu dalam menekan persaingan antarkecambah. Sebab, biji yang jatuh terlalu dekat dengan pohon induk berisiko mengalami persaingan dalam mendapatkan nutrisi dan ruang tumbuh.

Donan kemudian menjelaskan bahwa sejumlah tumbuhan membutuhkan bantuan primata untuk menyebarkan bijinya. Tanpa adanya bantuan tersebut, kemampuan tumbuhan untuk menjangkau lokasi baru menjadi terbatas.

baca juga

“Biji tumbuhan tersebut akan jatuh dekat di pohon induknya, hal tersebut menyebabkan persaingan kecambah dengan induknya, sehingga kecambah akan kalah dan mati sehingga tidak terjadi regenerasi,” tuturnya.

Hilangnya Siamang Dapat Mengubah Komposisi Hutan

Lebih jauh, penurunan populasi siamang dapat memengaruhi komposisi spesies penyusun hutan. Kegagalan regenerasi tumbuhan tertentu berpotensi mengubah jenis vegetasi yang mendominasi kawasan hutan.

Menurutnya, hutan yang kehilangan peran penyebaran biji oleh primata berisiko mengalami perubahan komposisi tumbuhan. Hutan yang awalnya memiliki pohon bertajuk besar, berkayu padat, dan berbiji besar dapat didominasi tumbuhan berbiji kecil.

Transformasi itulah yang sangat erat kaitannya dengan kemampuan hutan dalam menyimpan karbon. Berkurangnya regenerasi pohon tertentu justru berpeluang memengaruhi cadangan karbon yang tersimpan dalam vegetasi dan tanah.

Donan menjelaskan bahwa karbon yang terkandung dalam batang, daun, akar, dan tanah, dapat terlepas kembali ke atmosfer ketika kemampuan penyimpanan karbon hutan menurun.

Kondisi tersbebut berkontribusi nyata terhadap lonjakan gas rumah kaca di bumi.

Di sisi lain, keberadaan siamang juga menghadapi ancaman akibat kerusakan habitat. Deforestasi dan alih fungsi lahan menjadi faktor utama yang mengancam kelangsungan hidup primata arboreal tersebut.

Siamang sangatlah bergantung pada pepohonan tinggi untuk mencari makan, bersosialisasi, beristirahat, dan berpindah tempat. Karena itu, hilangnya tutupan hutan dapat membatasi gerak hingga ruang hidup yang mengancam ketersediaan sumber makanannya.

"Ancaman deforestasi dan alih fungsi lahan merupakan ancaman terbesar dan utama bagi keberadaan siamang terutama penurunan populasi. Mengapa bisa begitu? Karena siamang adalah primata arboreal artinya mereka sepenuhnya hidup di pepohonan," terang Donan.

Tak hanya penebangan hutan, fragmentasi habitat turun memperparah kondisi populasi siamang. Pembangunan infrastruktu, ekstraksi kayu komersial, serta konversi hutan menjadi perkebunan sawit dapat memisahka kelompok siamang.

Kondisi tersebut membuat siamang jadi kesulitan berpindah untuk mencari makanan maupun pasangan. Jika ditinjau dalam jangka panjang, keterpisahan populasi juga berpeluang menurunkan keragaman genetik akibat perkawinan sedarah.

UGM melaporkan bahwa International Union for Conservation of Nature (IUCN) memproyeksikan habitat siamang telah berkurang hingga 50 persen dalam beberapa dekade terakhir. Populasinya kini diperkirakan tersisa sekitar 22.390 individu.

Bahkan siamang telah lebih dulu mendapat status endangered atau terancam punah. Oleh karena itu, satwa ini masuk ke dalam kelompok satwa yang dilindungi di Indonesia.

Donan menekankan bahwa upaya pemulihan populasi siamang membutuhkan perhatian lebih terhadap meninjau kondisi habitatnya. Sebab, karakteristik reproduksinya ini tergolong lambat sehingga pemulihan populasi membutuhkan waktu panjang.

"Begitu populasi lokal mengalami penurunan, kemampuan alaminya untuk pulih atau bangkit kembali dari gangguan akan berlangsung sangat lambar," pungkasnya.

Demikian, perlindungan habitat siamang menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan ekosistem hutan Sumatra. Keberadaan primata ini bukan semata-mata penting bagi kelestarian satwa, tetapi juga mendukung regenerasi tumbuhan dan keseimbangan hutan itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gugur Saat Padamkan Karhutla di Seruyan, Kapten Nurhafiz Dimakamkan Secara Militer

Gugur Saat Padamkan Karhutla di Seruyan, Kapten Nurhafiz Dimakamkan Secara Militer

News | Jum'at, 06 November 2026 | 14:31 WIB

Penelitian Ungkap Peran Kelelawar dan Burung dalam Pemulihan Ekosistem Krakatau

Penelitian Ungkap Peran Kelelawar dan Burung dalam Pemulihan Ekosistem Krakatau

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 14:30 WIB

Formula Penetapan Upah 2027 Belum Jelas, Akademisi Khawatir Proses Brutal yang Tak Soft Landing

Formula Penetapan Upah 2027 Belum Jelas, Akademisi Khawatir Proses Brutal yang Tak Soft Landing

News | Jum'at, 06 November 2026 | 13:37 WIB

Terkini

Cegah Karhutla Berulang, Pemerintah Prioritaskan Pembasahan Lahan Gambut di 4 Provinsi

Cegah Karhutla Berulang, Pemerintah Prioritaskan Pembasahan Lahan Gambut di 4 Provinsi

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 16:11 WIB

BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas

BRI Hadirkan Keistimewaan Pendidikan Anak bagi Nasabah Private dan Prioritas

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 16:11 WIB

BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Spesial untuk Pendidikan Anak di Sequoia School

BRI Private dan BRI Prioritas Hadirkan Privilege Spesial untuk Pendidikan Anak di Sequoia School

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 16:07 WIB

Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta

Janjikan Jalur Khusus Masuk Kejaksaan, Oknum Advokat di Surabaya Gasak Duit Korban Rp520 Juta

Jatim | Jum'at, 06 November 2026 | 16:05 WIB

Pimpinan DPR Serahkan Kasus Penyadapan Ilegal ke Polri, Komisi III Diminta Pantau Berkala

Pimpinan DPR Serahkan Kasus Penyadapan Ilegal ke Polri, Komisi III Diminta Pantau Berkala

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:05 WIB

Stargazer Cartenz Jadi Tulang Punggung Penjualan Hyundai 2026

Stargazer Cartenz Jadi Tulang Punggung Penjualan Hyundai 2026

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 16:05 WIB

Ada Demo di Mabes Polri, 5 Rute Transjakarta Terdampak

Ada Demo di Mabes Polri, 5 Rute Transjakarta Terdampak

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:04 WIB

Besok, Sehari di Backyard: Seru-Seruan Menikmati Akhir Pekan di Halaman Belakang Sekolah

Besok, Sehari di Backyard: Seru-Seruan Menikmati Akhir Pekan di Halaman Belakang Sekolah

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 16:03 WIB

Bertambah! 18 Penerbangan di Eropa Diteror Ancaman Bom, Jet Tempur Dikerahkan

Bertambah! 18 Penerbangan di Eropa Diteror Ancaman Bom, Jet Tempur Dikerahkan

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:03 WIB

Status Istri Siri Bukan Alasan! Publik Diminta Tak Hakimi Korban Pembunuhan di Madiun

Status Istri Siri Bukan Alasan! Publik Diminta Tak Hakimi Korban Pembunuhan di Madiun

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:02 WIB

×