Ini Alasan Sering Pakai Pengisi Daya Cepat Bisa Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik

Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 06 November 2026 | 17:10 WIB
Ini Alasan Sering Pakai Pengisi Daya Cepat Bisa Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik
Ilustrasi pengisian daya cepat mobil listrik.
baca 10 detik
  • Para ahli menyarankan pengemudi agar menghindari penggunaan pengisi daya cepat secara terus-menerus demi menjaga kesehatan baterai.
  • Proses pengisian daya cepat memicu pelapisan litium dan suhu panas tinggi yang dapat merusak kapasitas penyimpanan energi.
  • Studi Geotab 2026 menunjukkan pengisian cepat berdaya tinggi menyebabkan penurunan kapasitas baterai hingga tiga persen setiap tahun.

Suara.com - Pengemudi mobil listrik sering tergoda untuk mengisi daya di pengisi daya ultra cepat yang dapat menambah jarak tempuh ratusan mil hanya dalam beberapa menit . Namun, beberapa ahli mengatakan ada alasan untuk tidak selalu memilih pengisi daya cepat yang tersedia di SPKLU.

Para ahli mengatakan Anda mungkin justru sedang merusak mobil listrik Anda saat memilih pengisi daya cepat setiap kali peringatan daya baterai harsu segera diisi. Bahkan situs web Tesla sendiri menyarankan pemilik untuk melakukan sebagian besar pengisian daya di rumah dan meninggalkan jaringan pengisian daya cepat untuk perjalanan yang lebih jauh.

Situs tersebut juga merekomendasikan untuk hanya mengisi daya hingga 100% saat benar-benar dibutuhkan, seperti sebagai persiapan untuk perjalanan jauh, dan jangan sampai level daya baterai turun terlalu rendah.  

Melansir Carscoops, saat mengisi daya baterai kendaraan listrik, ion litium berpindah ke elektroda grafit di dalam sel baterai. Pengisi daya cepat mempercepat proses tersebut, tetapi juga dapat menyebabkan penumpukan litium di permukaan elektroda atau pelapisan. Fenomena ini dapat mengurangi jumlah litium yang tersedia untuk menyimpan energi secara permanen.

Masalah lain dari pengisian daya cepat adalah lonjakan suhu panas yang mempercepat penuaan baterai. Pabrikan biasanya membatasi kecepatan pengisian daya secara artifisial di luar rentang 10 hingga 80 persen untuk menjaga kesehatan sel baterai.

Studi Geotab tahun 2026 terhadap hampir 23.000 kendaraan listrik menemukan bahwa mobil yang secara teratur diisi daya di atas 100 kW di stasiun DC kehilangan hingga 3 persen kapasitasnya setiap tahun. Angka ini dua kali lipat dibanding penurunan 1,5 persen pada mobil yang diisi daya secara lambat.

Para ahli menyamakan pengisian daya cepat seperti makanan cepat saji. Pengisian daya cepat sangat berguna untuk perjalanan jauh, namun pengisian lambat di rumah tetap menjadi pilihan paling bijak untuk menjaga daya tahan baterai untuk jangka panjang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset: Benarkah SPKLU Bikin Baterai Mobil Cepat Rusak?

Riset: Benarkah SPKLU Bikin Baterai Mobil Cepat Rusak?

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 14:54 WIB

Mobil Listrik Hyundai Neira Siap Meluncur di GAW 2026

Mobil Listrik Hyundai Neira Siap Meluncur di GAW 2026

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 12:00 WIB

Generasi Muda Makin Lirik Mobil Listrik, Delapan Merek Ini Jadi Pilihan Utama Milenial dan Gen Z

Generasi Muda Makin Lirik Mobil Listrik, Delapan Merek Ini Jadi Pilihan Utama Milenial dan Gen Z

Otomotif | Kamis, 05 November 2026 | 14:05 WIB

Terkini

Ini Alasan Sering Pakai Pengisi Daya Cepat Bisa Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik

Ini Alasan Sering Pakai Pengisi Daya Cepat Bisa Perpendek Umur Baterai Mobil Listrik

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 17:10 WIB

WhatsApp vs Telegram: Mana yang Lebih Mudah Disadap?

WhatsApp vs Telegram: Mana yang Lebih Mudah Disadap?

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 17:09 WIB

Siapkan Masa Depan Anak, BRI Prioritas Hadirkan Privilege Eksklusif di Sequoia School

Siapkan Masa Depan Anak, BRI Prioritas Hadirkan Privilege Eksklusif di Sequoia School

Sumut | Jum'at, 06 November 2026 | 17:08 WIB

Cara Baking Makeup dengan Bedak Sachet Viva Cosmetics, Modal Cuma Rp3 Ribuan

Cara Baking Makeup dengan Bedak Sachet Viva Cosmetics, Modal Cuma Rp3 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 06 November 2026 | 17:08 WIB

Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim

Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 17:01 WIB

Wakil Indonesia Ngamuk di Singa Cup 2026, Bantai Tim Australia 5-1!

Wakil Indonesia Ngamuk di Singa Cup 2026, Bantai Tim Australia 5-1!

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 16:59 WIB

Pemerintah Longgarkan Aturan DHE SDA: Bank Tak Cuma BUMN, Negara Tujuan Ekspor Diperluas

Pemerintah Longgarkan Aturan DHE SDA: Bank Tak Cuma BUMN, Negara Tujuan Ekspor Diperluas

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 16:58 WIB

'Raja Nikel' Arif Kurniawan Dibidik Kejagung! Diduga Kendalikan 6 Perusahaan Tambang

'Raja Nikel' Arif Kurniawan Dibidik Kejagung! Diduga Kendalikan 6 Perusahaan Tambang

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:57 WIB

"Srimulat Saja Kalah Lucu", Komentar Roy Suryo Usai Jokowi Tunjukkan Ijazah

"Srimulat Saja Kalah Lucu", Komentar Roy Suryo Usai Jokowi Tunjukkan Ijazah

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 16:55 WIB

Cuekin Buzzer, Bagaimana Taktik Janonisme Kultural di Brasil Bisa Ditiru di Indonesia?

Cuekin Buzzer, Bagaimana Taktik Janonisme Kultural di Brasil Bisa Ditiru di Indonesia?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:54 WIB

×