WhatsApp vs Telegram: Mana yang Lebih Mudah Disadap?

Cesar Uji Tawakal

Jum'at, 06 November 2026 | 17:09 WIB
WhatsApp vs Telegram: Mana yang Lebih Mudah Disadap?
Ilustrasi aplikasi chatting. (Pexels/Anton)
baca 10 detik
  • WhatsApp menerapkan enkripsi ujung ke ujung secara otomatis untuk melindungi seluruh isi pesan pribadi dan grup pengguna.
  • Telegram menyimpan percakapan standar di server awan dan memegang kunci enkripsi sehingga isi pesan dapat dibaca.
  • Telegram mengubah kebijakan privasi sejak September 2024 untuk menyerahkan alamat IP dan nomor telepon tersangka kepada pihak berwenang.

Suara.com - Aplikasi chatting telah menjadi urat nadi komunikasi digital masyarakat modern, mulai dari percakapan pribadi hingga koordinasi pekerjaan yang bersifat krusial.

Di antara jajaran platform perpesanan populer, persaingan antara WhatsApp dan Telegram selalu memicu perdebatan hangat mengenai aspek keamanan dan privasi data.

Banyak pengguna menganggap Telegram lebih aman dibanding WhatsApp karena citranya sebagai platform independen.

Namun, jika ditinjau dari sistem enkripsi bawaan dan potensi celah penyadapan, kenyataannya justru berkebalikan dari anggapan umum tersebut.

Secara teknis, percakapan standar di Telegram menyimpan risiko akses pihak luar yang lebih tinggi dibanding WhatsApp karena perbedaan mendasar dalam penerapan enkripsi bawaannya.

Sistem Enkripsi Bawaan: Keunggulan Keamanan WhatsApp

Ilustrasi WhatsApp. [WhatsApp Indonesia]
Ilustrasi WhatsApp. [WhatsApp Indonesia]

Pembeda paling krusial antara kedua platform ini terletak pada penerapan enkripsi ujung ke ujung (End-to-End Encryption atau E2EE).

WhatsApp menerapkan enkripsi E2EE secara otomatis pada seluruh bentuk percakapan individual maupun grup secara bawaan menggunakan Protokol Signal.

Laporan analisis keamanan dari Bitdefender secara tegas menjelaskan keunggulan fitur enkripsi bawaan WhatsApp ini.

baca juga

"WhatsApp menerapkan enkripsi ujung ke ujung secara bawaan untuk semua percakapan dan panggilan. Ini berarti hanya pengirim dan penerima yang dapat membaca pesan tersebut, dan bahkan WhatsApp sendiri tidak dapat mengesampingkan atau mengaksesnya," Bitdefender menyatakan.

Dengan enkripsi otomatis ini, pesan diacak secara langsung di perangkat pengirim dan hanya bisa didekripsi di perangkat penerima, sehingga pihak ketiga maupun server internal WhatsApp tidak memiliki kunci untuk membaca obrolan Anda.

Sebaliknya, Telegram mengusung model percakapan berbasis awan (cloud chat) pada setelan standarnya.

Analisis riset independen dari Nicolaas Spijker yang dipublikasikan pada pertengahan 2026 menegaskan fakta mengenai sistem enkripsi bawaan Telegram ini.

"Standar bawaannya adalah Obrolan Awan (Cloud Chat), yang dalam kebijakan privasinya dijelaskan disimpan di server Telegram di bawah 'enkripsi berat'... Telegram memegang kuncinya, sehingga Telegram dapat membaca pesan tersebut," Spijker memaparkan.

Karena kunci enkripsi disimpan oleh Telegram, seluruh riwayat obrolan biasa dan pesan grup tersimpan di server dalam format yang secara teknis dapat dibaca.

Keterbatasan Fitur Secret Chats dan Celah Metadata

Ilustrasi Telegram. (Pixabay/@Vika_Glitter)
Ilustrasi Telegram. (Pixabay/@Vika_Glitter)

Telegram bukannya tidak memiliki fitur enkripsi E2EE sama sekali. Platform besutan Pavel Durov ini menyediakan opsi Obrolan Rahasia (Secret Chats) yang dilengkapi enkripsi ujung ke ujung, penghancuran pesan otomatis, serta penolakan tangkapan layar.

Namun, fitur Secret Chats di Telegram memiliki keterbatasan yang cukup signifikan.

"Telegram tidak mengaktifkan enkripsi ujung ke ujung secara bawaan. Percakapan biasa di Telegram disimpan di server awan Telegram, yang berarti Telegram secara teknis memiliki akses ke pesan-pesan tersebut," Bitdefender mencatat.

Fitur Secret Chats wajib diaktifkan secara manual oleh pengguna, hanya berlaku untuk percakapan satu lawan satu, dan tidak mendukung obrolan grup sama sekali.

Di sisi lain, meskipun WhatsApp unggul dalam perlindungan isi pesan secara otomatis, platform milik Meta ini mengumpulkan metadata dalam jumlah besar.

Lembaga analisis keamanan Tuvis mengungkapkan celah ini secara mendalam.

"Di WhatsApp, enkripsi ujung ke ujung berlaku otomatis di semua percakapan... Namun, aplikasi ini tidak mengenkripsi metadata, seperti dengan siapa Anda berhubungan, stempel waktu, frekuensi penggunaan, dan durasi percakapan".

Informasi metadata ini digunakan oleh ekosistem Meta untuk memetakan perilaku dan jaringan hubungan pengguna.

Kebijakan Penyerahan Data dan Langkah Pengamanan Akun

Terkait potensi penyerahan data kepada pihak berwenang, kebijakan privasi Telegram mengalami perubahan besar sejak September 2024.

Pasal 8.3 Kebijakan Privasi Telegram secara langsung menyatakan: "Jika Telegram menerima perintah yang sah dari otoritas kehakiman terkait yang mengonfirmasi bahwa Anda adalah tersangka dalam kasus yang melibatkan kegiatan kriminal yang melanggar Ketentuan Layanan Telegram, kami akan melakukan analisis hukum terhadap permintaan tersebut dan dapat mengungkapkan alamat IP serta nomor telepon Anda kepada otoritas yang berwenang".

Guna meminimalisasi risiko penyadapan di kedua aplikasi, pengguna disarankan melakukan langkah pengamanan aktif. Selalu aktifkan fitur Verifikasi Dua Langkah (2FA) dengan PIN rahasia untuk mencegah pembajakan akun.

Bagi pengguna WhatsApp, nyalakan fitur cadangan terenkripsi ujung ke ujung (encrypted backup) agar berkas riwayat di cloud tidak terbuka. Sementara bagi pengguna Telegram, selalu manfaatkan fitur Secret Chats saat membagikan data sensitif.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

WhatsApp Hadirkan Fitur Acara, Kini Bisa Undang Orang Tanpa Akun

WhatsApp Hadirkan Fitur Acara, Kini Bisa Undang Orang Tanpa Akun

Tekno | Jum'at, 06 November 2026 | 11:24 WIB

Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap

Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 13:11 WIB

7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File WhatsApp Menumpuk

7 Cara Mengatasi Memori Internal HP Penuh karena File WhatsApp Menumpuk

Tekno | Rabu, 04 November 2026 | 09:32 WIB

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

Polri Mutasi 264 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Dijabat Wajah Baru

News | Selasa, 03 November 2026 | 16:25 WIB

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Cara Mengetahui WhatsApp Kita Disadap Orang Lain, Cek 7 Tanda Ini

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim

Tak Sekadar Olahraga, BRI BO Cepu Gelar Charity Run dan Walk untuk Berbagi dengan Anak Yatim

Jawa Tengah | Jum'at, 06 November 2026 | 17:01 WIB

Wakil Indonesia Ngamuk di Singa Cup 2026, Bantai Tim Australia 5-1!

Wakil Indonesia Ngamuk di Singa Cup 2026, Bantai Tim Australia 5-1!

Bola | Jum'at, 06 November 2026 | 16:59 WIB

Pemerintah Longgarkan Aturan DHE SDA: Bank Tak Cuma BUMN, Negara Tujuan Ekspor Diperluas

Pemerintah Longgarkan Aturan DHE SDA: Bank Tak Cuma BUMN, Negara Tujuan Ekspor Diperluas

Bisnis | Jum'at, 06 November 2026 | 16:58 WIB

'Raja Nikel' Arif Kurniawan Dibidik Kejagung! Diduga Kendalikan 6 Perusahaan Tambang

'Raja Nikel' Arif Kurniawan Dibidik Kejagung! Diduga Kendalikan 6 Perusahaan Tambang

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:57 WIB

"Srimulat Saja Kalah Lucu", Komentar Roy Suryo Usai Jokowi Tunjukkan Ijazah

"Srimulat Saja Kalah Lucu", Komentar Roy Suryo Usai Jokowi Tunjukkan Ijazah

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 16:55 WIB

Cuekin Buzzer, Bagaimana Taktik Janonisme Kultural di Brasil Bisa Ditiru di Indonesia?

Cuekin Buzzer, Bagaimana Taktik Janonisme Kultural di Brasil Bisa Ditiru di Indonesia?

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:54 WIB

Kejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Nikel, Sita Uang Rp11,8 Miliar

Kejagung Geledah 6 Lokasi Kasus Korupsi Nikel, Sita Uang Rp11,8 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 16:53 WIB

Dibuatkan Air Minum Malah Merampok, Pria di Bandar Lampung Tega Seret Nenek 68 Tahun Pakai Motor

Dibuatkan Air Minum Malah Merampok, Pria di Bandar Lampung Tega Seret Nenek 68 Tahun Pakai Motor

Lampung | Jum'at, 06 November 2026 | 16:50 WIB

Harga Mirip Kisaran 100 Jutaan: Mending Beli Mitsubishi Pajero Sport atau Isuzu Panther Bekas?

Harga Mirip Kisaran 100 Jutaan: Mending Beli Mitsubishi Pajero Sport atau Isuzu Panther Bekas?

Otomotif | Jum'at, 06 November 2026 | 16:50 WIB

Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia

Dinkes Sleman Catat 112 Kasus Leptospirosis hingga Oktober 2026, Dua Meninggal Dunia

Jogja | Jum'at, 06 November 2026 | 16:43 WIB

×