Bendera Golkar dan NasDem Dikeluhkan Warga Jaksel, Satpol PP Beri Tenggat Penurunan

Muhamad Yasir, Adiyoga Priyambodo

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17 WIB
Bendera Golkar dan NasDem Dikeluhkan Warga Jaksel, Satpol PP Beri Tenggat Penurunan
Warga mengeluhkan pemasangan bendera Partai Golkar dan NasDem di sejumlah ruas jalan Jakarta Selatan.
baca 10 detik
  • Warga Jakarta Selatan mengeluhkan maraknya bendera Partai Golkar dan NasDem yang dinilai merusak pemandangan ruang publik.
  • Satpol PP Jakarta Selatan menyatakan pemasangan atribut tersebut telah memiliki rekomendasi teknis resmi untuk perayaan ulang tahun partai.
  • Pengurus partai wajib menurunkan bendera secara mandiri setelah izin berakhir, atau akan ditertibkan langsung oleh Satpol PP.

Suara.com - Deretan bendera Partai Golkar dan NasDem yang terpasang di sejumlah ruas jalan Jakarta Selatan menuai keluhan warga. Atribut partai yang berkibar di sepanjang jalan dinilai mengganggu pemandangan hingga menambah sampah visual di ruang publik.

Keluhan tersebut ramai disampaikan pengguna media sosial Threads.

Salah satu warga mempertanyakan deretan bendera kuning Golkar yang terpasang di sepanjang Jalan Fatmawati karena dinilai merusak pemandangan.

Keluhan serupa juga muncul terhadap bendera biru NasDem di jalur Koridor 6 Transjakarta, kawasan Mampang Prapatan. Pemasangan atribut partai itu dianggap membuat kawasan tersebut semakin dipenuhi sampah visual.

Menanggapi keluhan tersebut, Satpol PP Jakarta Selatan menjelaskan bahwa pemasangan bendera kedua partai telah mengantongi rekomendasi teknis (rekomtek).

Rekomtek Golkar untuk peringatan HUT ke-62 partai tersebut berlaku pada 5-8 November 2026, dengan sejumlah titik pemasangan, antara lain di Jalan Fatmawati Raya.

Sementara itu, rekomtek NasDem untuk perayaan HUT ke-15 berlaku pada 7-13 November 2026. Izin tersebut mencakup puluhan ruas jalan, termasuk Jalan Mampang Prapatan Raya dan Jalan Raya Pasar Minggu.

Kasi Tramtibum Satpol PP Jakarta Selatan Dian Citra mengatakan, setelah masa rekomendasi teknis berakhir, pengurus partai biasanya diminta menurunkan sendiri atribut yang telah dipasang.

Jika tidak ada tindakan dari pengurus partai dalam waktu yang ditentukan, Satpol PP dapat turun tangan melakukan penertiban.

baca juga

“Biasanya setelah rekomtek habis, penurunan di lakukan secara mandiri oleh pengurus ranting atau DPC masing-masing partai. Bisa juga diturunkan oleh Satpol PP apabila dalam waktu 1-2 hari nggak ada respon dari pengurus,” jelas Dian saat dikonfirmasi, Sabtu (7/11/2026).

Di sisi lain, Kasatpol PP Jakarta Selatan Nanto Dwi Subekti mengingatkan agar pemasangan bendera tidak membahayakan pengguna jalan maupun masyarakat sekitar.

“Yang pemasangannya membahayakan, untuk segera dirapikan,” tegasnya.

Satpol PP juga menegaskan adanya batasan lokasi pemasangan. Dalam kedua rekomendasi teknis tersebut, seluruh jembatan layang atau flyover di wilayah Jakarta harus tetap steril dari atribut partai politik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Flyer Munaslub Golkar Usung Doli Beredar, Bahlil Murka: Kau Baru Mau Tulis, Kakak Sudah Baca!

Flyer Munaslub Golkar Usung Doli Beredar, Bahlil Murka: Kau Baru Mau Tulis, Kakak Sudah Baca!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:06 WIB

Kronologi Penyerangan Aksi Women's March di Monas: 3 Orang Jadi Korban Kekerasan OTK

Kronologi Penyerangan Aksi Women's March di Monas: 3 Orang Jadi Korban Kekerasan OTK

News | Sabtu, 07 November 2026 | 15:51 WIB

Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Ancam Somasi Penyebar Isu dalam 3x24 Jam

Bahlil Bantah Terlibat Penyadapan Prabowo, Ancam Somasi Penyebar Isu dalam 3x24 Jam

News | Sabtu, 07 November 2026 | 14:45 WIB

Terkini

Bendera Golkar dan NasDem Dikeluhkan Warga Jaksel, Satpol PP Beri Tenggat Penurunan

Bendera Golkar dan NasDem Dikeluhkan Warga Jaksel, Satpol PP Beri Tenggat Penurunan

News | Sabtu, 07 November 2026 | 18:17 WIB

4 Face Mist Hypochlorous Acid Andalan Buat Cegah Kulit Gampang Jerawat

4 Face Mist Hypochlorous Acid Andalan Buat Cegah Kulit Gampang Jerawat

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:15 WIB

Solo Disiapkan Jadi Lumbung Talenta Timnas, PSSI Salurkan 1.000 Bola ke Sekolah

Solo Disiapkan Jadi Lumbung Talenta Timnas, PSSI Salurkan 1.000 Bola ke Sekolah

Surakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 18:06 WIB

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

5 Beda Polo Indonesia dan Polo Ralph Lauren, Mengapa Sering Dianggap Sama?

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 18:04 WIB

Nilai Lahan Kawasan Pesisir Jakarta Terus Meroket, Tembus Harga Ratusan Miliar

Nilai Lahan Kawasan Pesisir Jakarta Terus Meroket, Tembus Harga Ratusan Miliar

Jakarta | Sabtu, 07 November 2026 | 18:00 WIB

Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah

Petualangan Mahasiswa Menyelamatkan Nusantara dalam Novel Melangkah

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 18:00 WIB

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

Gemini hingga Pinpoint Dibedah, Suara.com dan Sumselupdate.com Cetak Jurnalis Melek AI di Palembang

News | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Sinopsis Prosecutor, Dracin Hou Wen Yuan dan Zhang Guo Li di Youku

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:50 WIB

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Lalat Tambah Banyak di Musim Hujan? Ini 5 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Krama Alus Bukan Bahasa Museum: Mengapa Orang Jawa Harus Membiasakannya?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 17:45 WIB

×