NTB.Suara.com - Masyarakat di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat harus tabah menerima ujian di saat mereka sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1444 Hijriah.
Bagaimana tidak, ketika sedang khusyuk beribadah, datang ujian berupa bencana alam banjir bandang di siang hari dan menggenangi rumah mereka hingga malam hari.
Banjir melanda empat kabupaten di Pulau Sumbawa, yakni Kabupaten Sumbawa, Dompu, Bima, dan Kota Bima. Hanya Kabupaten Sumbawa Barat, yang luput dari ujian berupa banjir.
Terparah, banjir bandang melanda Kabupaten Sumbawa pada Selasa (4/4/2023) sekitar pukul 16.00 Wita. Bencana alam tersebut disebabkan disebabkan tingginya intensitas hujan dan tingginya sedimentasi di daerah aliran sungai. Selain itu, tidak maksimalnya bangunan infrastruktur pengaman tebing di wilayah terdampak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa mencatat sebanyak 17 unit rumah semi permanen hanyut akibat diterjang banjir bandang. Semuanya rumah warga Kecamatan Moyo Hulu.
"Selain Moyo Hulu, lima kecamatan lainnya yang diterjang banjir bandang, yakni Kecamatan Lenangguar, Empang, Ropang, Lunyuk, dan Alas," kata Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa, Muhammad Nurhidayat, dalam keterangan resminya, Selasa malam (4/4/2023).
Selain menghanyutkan rumah, banjir juga menghanyutkan padi siap panen seluas 27 hektare dan beberapa ekor hewan ternak mati, di Desa Rate, Kecamatan Lenangguar.
Areal persawahan di Desa Lito seluas 50 hektare, dan sawah seluas 49 hektare di Desa Lenangguar juga terendam banjir. Selain itu, satu pabrik penggilingan padi di Desa Brang Rea, Kecamatan Moyo Hulu hanyut akibat dahsyatnya terjang banjir bandang.
Jembatan penghubung Desa Lito dan Desa Lantung di Kecamatan Moyo Hulu juga jadi korban kuatnya terjangan banjir. Jembatan tersebut tak lagi bisa dilewati kendaraan. Jembatan gantung di Desa Semamung, juga amblas karena tidak kuat menahan terjangan air bah.
"Dua unit mobil milik warga di Desa Sebasang juga hanyut terbawa banjir. Selain itu, delapan unit rumah warga Desa Brang Rea, rusak separuh," terang Muhammad.
Jumlah sementara warga terdampak banjir, yakni sebanyak 26 kepala keluarga di Kecamatan Lenangguar. Sedangkan di Kecamatan Moyo Hulu sebanyak 770 jiwa di Desa Lito, 44 jiwa di Desa Brang Rea, dan sebanyak 15 jiwa di Desa Batu Tering.
BPBD Kabupaten Sumbawa juga mendata kerusakan jalan kabupaten dengan titik terparah sepanjang tiga kilometer (km), yakni sepanjang 1,5 km sebelum masuk Desa Lebin, dan 1,5 km setelah Desa Lebin.
Muhammad juga menyebutkan ruas jalan lintas Lunyuk-Sumbawa juga mengalami longsor, dan pipa air PDAM di Desa Marente, Kecamatan Alas, mengalami kerusakan.
Banjir di Kabupaten Dompu
Pada hari yang sama, banjir juga melanda Kabupaten Dompu. Sebanyak 4.166 kepala keluarga terdampak banjir yang terjadi di empat kecamatan pada Selasa (4/4/2023), pukul 13.00 Wita.
Banjir juga disebabkan adanya hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di hampir semua wilayah Dompu sejak siang hingga sore.
Selain merendam rumah warga, banjir juga menyebabkan jembatan di Desa Riwo, Kecamatan Woja terputus sehingga tidak bisa dilalui oleh warga.
"Cuaca di lokasi saat ini sudah kondusif dan air berangsur surut. Tidak ada warga yang mengungsi," kata Kepala BPBD Kabupaten Dompu Tajuddin HIR.
Banjir di Kabupaten/Kota Bima
Bencana alam yang sama juga melanda Kabupaten Bima dan Kota Bima. Ribuan rumah penduduk tergenang banjir setinggi paha orang dewasa sejak siang hingga malam hari.
Data BPBD Kota Bima, sebanyak 23 kelurahan yang tersebar di lima kecamatan terendam banjir akibat intensitas hujan yang tinggi sejak siang hingga sore hari.
Banjir dan longsor juga terjadi di lima kecamatan di Kabupaten Bima, sejak pukul 16.30 hingga pukul 19.00 Wita.
Sejauh ini, BPBD di empat kabupaten/kota yang dilanda banjir dan tanah longsor belum mendapatkan laporan terkait adanya korban jiwa akibat bencana alam yang terjadi pada Selasa (4/4/2023).
Para pihak terkait di daerah bencana tersebut sudah melakukan upaya penanganan dengan memberikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, seperti nasi bungkus, mi instan dan telur. Selain itu, mendirikan dapur umum yang bisa menyiapkan makan sahur bagi warga terdampak banjir. (*)