NTB.Suara.com - Bajak laut dalam anime atau manga One Piece dan bajak laut di kehidupan nyata memiliki beberapa kesamaan, tetapi juga memiliki banyak perbedaan terutama dalam motivasi menjadi bajak laut.
Eiichiro Oda, sang kreator manga One Piece, mungkin menarik dari konsep sejarah dan fiksi kehidupan bajak laut dalam menciptakan dunia pembajakan One Piece.
Di dunia bajak laut One Piece, para kru terlihat sebagai sebuah keluarga, berbagi ikatan yang tak terpisahkan, meskipun dalam kenyataannya, kehidupan seorang bajak laut sangat berbeda dengan kenyataan.
Dalam kehidupan sehari-hari di kapal bajak laut One Piece, setiap anggota kru memiliki peran tertentu yang mereka penuhi, mengarungi kapal dengan tangan yang relatif sedikit di geladak, yang dikutip NTB.Suara.com dari CBR.
Namun, dalam kenyataannya, peran tertentu seperti Kapten, Quartermaster, Surgeon, Master Gunner, dan sebagainya diperankan oleh banyak kru bajak laut yang lebih besar.
Dibutuhkan lebih dari seratus orang untuk berhasil mengarungi sekoci, dan bahkan lebih banyak lagi untuk sebuah galleon berukuran layak.
Kehidupan seorang bajak laut dalam kehidupan nyata, tidak terlalu berbeda dengan kejenakaan periang yang dinikmati banyak bajak laut dalam serial One Piece.
Bartholomew Roberts, yang dikenal karena menenggelamkan lebih dari 400 kapal, menjalankan kapalnya di bawah kode ketat, yang merinci keseimbangan kebebasan dan keamanan bagi mereka yang ada di kapalnya.
Tujuannya adalah untuk menjaga kapal, tempat mereka menghabiskan sebagian besar waktu dan juga tempat yang aman.
Kapal yang dikelola dengan baik berarti memiliki kru yang stabil, yang pada gilirannya berarti lebih banyak kohesi saat mengambil mangsanya, sesuatu yang dilakukan Batholomew Roberts dengan berlimpah.
Baca Juga: 6 Cara Membedakan Barcode QRIS Asli dan Palsu, Waspada Penipuan Barcode Kotak Amal
Serial One Piece membuat niat para perompak menjadi sangat jelas, yaitu untuk menemukan harta karun One Piece.
Tentu saja ada motivasi yang berbeda di dalam kru yang tak terbatas di anime, tetapi di dunia nyata, kebanyakan perompak hanya setelah bekerja.
Perompak pada dasarnya adalah perampok pelaut, sama seperti penyamun yang menunggang kuda, tetapi memilih untuk berlayar daripada menunggang kuda.
Ribuan pria di seluruh dunia mencari harta karun dengan cara ini, dan Henry Every dianggap sebagai Raja Bajak Laut di dunia nyata.
Dimana setelah berhasil melakukan penggerebekan Armada Harta Karun India dan memperoleh kekayaan yang sangat besar.
Namun, harta karun dan kematiannya tidak memicu kehidupan pembajakan di dunia nyata.(Ainul Yaqin/*)