ntb

Jangan Kelamaan! Ini Durasi Bercinta yang Disarankan Dokter Boyke

Suara NTB Suara.Com
Senin, 24 April 2023 | 20:29 WIB
Jangan Kelamaan! Ini Durasi Bercinta yang Disarankan Dokter Boyke
ilustrasi untuk hubungan seksual (freepik)

NTB.Suara.com- Durasi bercinta yang terlalu lama ternyata juga tidak baik dilakukan oleh pasangan. Alih-alih membuat nikmat, justru bisa menyakiti pasangan khususnya bagi si wanita.

Hal tersebut juga disampaikan oleh Dokter Boyke Dian Nugroho. Disampaikan oleh seksolog ini bahwa terlalu lama melakukan penetrasi ketika bercinta bisa menyebabkan vagina mengalami lecet.

Kondisi tersebut bisa terjadi karena bibir vagina sudah mengering. Akibatnya, cairan pelumas tidak lagi keluar seiring dengan lamanya durasi penetrasi yang terlalu panjang.

"Jadi awal-awal, vagina mengeluarkan cairan yang berguna sebagai pelumas. Tapi lama kelamaan pelumasnya habis, ya jadinya lecet. Gak bisa (produksi ulang) karena dalam prosesnya itu kan dia terangsang, keluar, lama-lama akan kering juga," jelas dokter Boyke saat jadi bintang tamu di podcast kanal YouTube Talkpod yang tayang pada 25 Maret 2020.

Dokter Boyke mengatakan bahwa durasi hubungan seksual saat sudah tahap penetrasi sebaiknya tidak lebih dari 15-20 menit.

"Yang normal penetrasi itu 15-20 menit aja. Kalau kelamaan emang pasangan bisa protes karena lecet. Sakit," jelas dokter Boyke. 

Lebih lanjut, dijelaskan jika kondisi itu bisa semakin parah ketika baru perempuan yang mengalami orgasme sedangkan di pria masih belum ejakulasi sehingga penetrasi terus dilanjutkan.

"Apalagi kalau si perempuan sudah orgasme, si prianya belum juga, lama-lama kan berhenti juga pelumasnya itu," pungkasnya.

Untuk itu menurut  Dokter Boyke, keberadaan cairan pelumas sangat penting ketika melakukan hubungan seksual untuk mencegah terjadinya lecet pada vagina.

Baca Juga: Hambali, Otak Bom Bali 2002 Pekan Ini Disidang di Kamp Guantanamo

Adapun cairan pelumas alami yang keluar dari bibir vagina itu diproduksi oleh leher rahim atau serviks dan kelenjar bartholin.Produksi cairan vagina tersebut umumnya akan meningkat saat wanita mendapatkan rangsangan seksual, sehingga vagina tidak terasa nyeri saat berhubungan intim.

Nah, Dokter Boyke pun menyarankan agar menggunakan pelumas bagi wanita dengan kondisi vagina yang kering. Karena, jika dibiarkan bisa menyebabkan penetrasi penis sulit dilakukan dan muncul rasa nyeri ketika bercinta.(M.Iqbal/*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI