NTB.Suara.com – Meski berhasil mengalahkan Filipina dengan skor mencolok 3-0 tetapi pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri menilai penampilan anak asuhnya masih belum maksimal di laga pembuka Grup A SEA Games 2023 tersebut.
Indra Sjafri menilai para pemain Timnas Indonesia U-22 masih kesulitan dalam mengembangkan permainan terutama di babak pertama. Penilaian yang dilakukan Indra Sjafri itu merujuk pada keberhasilan Timnas Indonesia U-22 yang baru bisa memecah kebuntuan di menit-menit akhir babak pertama.
Pelatih asal Padang, Sumatera Barat itu pertahanan rapat yang diperagakan Filipina membuat Timnas Indonesia U-22 kesulitan membongkar pertahanan lawan. Sementara di sisi lain Timnas Indonesia U-22 tidak memiliki alternatif lain dalam melakukan serangan.
“Pertandingan yang berat dan anak-anak di babak pertama belum bisa mengembangkan permainan,” ujar Indra Sjafri dikutip NTB.Suara.com dari laman Suara.com, Minggu (30/4/2023).
Memasuki babak kedua meski pola organisasi permainan Timnas Indonesia U-22 sudah lebih baik dari babak pertama. Tetapi mereka tetap kesulitan membongkar lini pertahanan Filipina. Timnas Indonesia U-22 baru bisa menambah keunggulan memasuki menit-menit akhir pertandingan.
Timnas Indonesia U-22 sempat mendapat hadiah penalti saat Witan Sulaeman dijatuhkan pemain Filipina di kotak terlarang.
Namun sayang Rizky Ridho yang ditunjuk sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya dengan baik. Dua gol tambahan Timnas Indonesia U-22 di babak kedua dicetak oleh Irfan Jauhari di menit ke-89 dan Fajar Fatur Rahman di menit ke-90.
Kemenangan 3-0 menjadi start yang cukup manis bagi Timnas Indonesia U-22 dalam mengawali perjuangan mereka untuk merebut medali emas SEA Games 2023. Berikutnya Timnas Indonesia U-22 akan menghadapi Myanmar pada 4 Mei 2023 mendatang. (M.Iqbal/*)