NTB.Suara.com - Salah satu satu alumni Pondok Al Zaytun, bernama Saifudin Ibrahim yang kini telah murtad dan menjadi pendeta turut mendukung ide nyeleneh Panji Gumilang.
Pondok Al Zaytun belakangan tengah disorot publik usai beredar foto sholat Idul Fitri dengan shof berjarak dan makmum wanita di dalam jamaah laki-laki.
Pihak Kementerian Agama Indramayu telah berkunjung ke pondok Al Zaytun dan berbincang dengan Panji Gumilang.
Pada pertemuan tersebut Panji Gumilang menjelaskan bahwa ia berusaha melakukan revolusi dalam Islam sebagaimana idolanya, Soekarno. Bahkan ia mengaku dirinya bermazhab Ahmad Soekarno.
Salah satu revolusi yang ingin dilakukannya yaitu dengan membolehkan pelajar atau santri putri menjadi seorang khatib.
Selama ini yang dipahami dan diamalkan oleh kaum muslimin, seorang khatib hanya boleh diberikan kepada laki-laki, sebab kewajiban sholat Jumat hanya dibebankan kepada laki-laki muslim.
Ide nyeleneh tersebut ternyata didukung oleh pendeta Saifudin Ibrahim.
“Ke depan kalau saya tetap di Islam, saya akan usulkan bahwa wanita boleh menjadi khotib Jumat,” kata Saifudin Ibrahim dikutip dari YouTube Rezky Maisya Putra.
Menurut Saifudin, di gereja saja wanita diperbolehkan mengisi ceramah terutama di gereja kharismatik. Sehingga ia tidak melarang jika wanita ingin menjadi khotib.
Baca Juga: Tenri Anisa Bantah Sebut Virgoun 'Doyan', Inara Rusli Mulai Kumpulkan Bukti
Tak hanya itu, Saifudin juga ingin agar wanita Muslimah tidak lagi mengenakan hijab, sebagaimana Najwa Shihab. Ia menganggap syariat Islam itu mengekang wanita dan jahat. Wajar jika kini dirinya kini telah murtad dan menjadi pendeta. (Riadin Asy/*)