NTB.Suara.com - Video Panji Gumilang yang menyanyikan salam Yahudi di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun kembali menghebohkan publik.
Wakil Presiden Ma'ruf Amin akhirnya buka suara soal kontroversi salam Yahudi di Ponpes Al Zaytun yang dinyanyikan pada acara 1 Muharram.
“Ya kita memang mengharapkan jangan ada ketegangan-ketegangan yang diakibatkan oleh isu-isu agama yang tidak lazim selama ini, ya oleh karena itu saya minta anu kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia membahas masalah ini,” ujar Ma’ruf Amin dikutip dari YouTube tvOneNews, Sabtu (13/5/2023).
Ia berharap pihak Kementerian Agama (Kemenag) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bisa bertindak cepat agar isu Al Zaytun tidak makin meresahkan yang berujung pada kemarahan umat.
Menjelang tahun politik 2024, Ma'ruf Amin tidak menginginkan nantinya ada konflik dalam masyarakat yang menambah kerumitan di dalam negeri.
“Ini untuk menjaga ketenangan apalagi mau tahun pemilu jangan sampai ditambahi karena pemilu saja nanti rawan kalau tidak kita kelola dengan baik, jangan sampai isu-isu seperti ini juga menambah,” katanya.
Diketahui, isu Al Zaytun mulai merebak sejak viralnya video sholat Idul Fitri yang berjarak dan mengijinkan makmum perempuan berada di shaf laki-laki.
Pihak Kementerian Agama Indramayu sudah pernah berkunjung ke pondok Al Zaytun dan tidak ada tindakan apapun yang dilakukan, malah mendukung pemikiran Panji Gumilang yang membolehkan perempuan menjadi khatib Jumat. (Riadin Asy/*)
Baca Juga: Pinjam Uang Pinjol Demi Tiket Konser Coldplay? Simak Saran dari OJK