Kukuhkan Pengurus di NTB, Organisasi PCTA Indonesia Terus Merajut Persatuan dan Cinta Tanah Air

Suara NTB | Suara.com

Senin, 03 Juli 2023 | 08:21 WIB
Kukuhkan Pengurus di NTB, Organisasi PCTA Indonesia Terus Merajut Persatuan dan Cinta Tanah Air
Pengukuhan Pengurus PCTA Indonesia Provinsi NTB. ((Sumber foto: PCTA Indonesia))

NTB.Suara.com - Organisasi Persatuan Cinta Tanah Air (PCTA) Indonesia mengukuhkan kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi NTB periode 2023-2027 sekaligus mengadakan musyawarah daerah kedua di wilayah tersebut.

Pelantikan pengurus baru PCTA Indonesia Provinsi NTB dilakukan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PCTA Indonesia Drs. Ismu Syamsudin, didampingi Prof. Dr. Ir. Tries Edy Wahyono, MM, dan Wakil Sekjen DPP PCTA Indonesia, Muchammad Solech, dan Kesekretariatan DPP PCTA Indonesia, Achmad Syafii. Kegiatan berlangsung di Hotel Grand Legi Mataram, Sabtu (2/7/2023).

"Alhamdulillah atas berkat rahmat Allah SWT pada siang hari ini, kami dari DPP PCTA Indonesia yang dijiwai manunggalnya keimanan, bersilaturahmi di Provinsi NTB. Di dalam silaturahmi ini sekaligus mengadakan musyawarah daerah yang kedua, sekalian pelantikan pengurus DPD PCTA Indonesia Provinsi NTB," kata Sekjen DPP PCTA Indonesia, Drs. Ismu Syamsudin.

Pendirian PCTA Indonesia diprakarsai oleh Kyai Muchammad Muchtar Mu'thi yang berawal dari seminar warisan Empu Tantular, kitab "Sutasoma". Di dalam kitab tersebut termaktub kata-kata yang diabadikan dalam lambang Negara Indonesia, yaitu "Bhinneka Tunggal Ika", "Berbeda-beda tapi Satu Jua".

Kemudian prakarsa itu ditindaklanjuti oleh Pesantren Majma'al Bahrain Hubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyah, Desa Losari, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang dan diselenggarakan seminar Sutasoma dalam konteks peningkatan cinta Tanah Air, pada 20 Juli 2006 di Jombang, Jawa Timur.

Ismu menegaskan bahwa organisasi PCTA Indonesia adalah organisasi lintas agama, kebangsaan, suku yang dirajut menjadi satu. Di dalam organisasi ini utamanya adalah bagaimana menanamkan cinta Tanah Air indonesia untuk kembali kepada jati diri bangsa Indonesia.

"Ini sudah organisasi nasional dan kalau sudah tersebar di 19 provinsi, termasuk di Provinsi NTB. Nanti kita ke seluruh wilayah Indonesia sampai ke Papua," ujarnya.

PCTA Indonesia, kata dia, juga organisasi non-politik yang tidak ada kaitan atau berafiliasi dengan partai politik manapun karena murni sebagai organisasi sosial dan kebangsaan.

Fokus utama organisasi, lanjut dia, adalah bagaimana merajut kekayaan bangsa yang begitu luar biasa, mulai dari budaya, suku dan agama yang berbeda-beda.

Namun, keajaiban menyatukan semua perbedaan tersebut karena Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memiliki Pancasila, UUD 1945, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, berbeda-beda tapi tetap satu.

"Kita harus bersyukur atas nikmat yang diberikan kepada bangsa Indonesia, makanya kita kedepankan 'Saya orang Indonesia beragama Islam, saya orang Indonesia beragama Hindu, saya orang Indonesia beragama Kristen, dan seterusnya," ucap Ismu.

"Jadi yang menjadi catatan adalah perbedaan itu tidak masalah yang tidak boleh itu pertentangan. Perbedaan kita itu adalah nilai kodrat yang harus kita terima," kata Ismu.

Ia juga berharap dengan kepengurusan PCTA Indonesia Provinsi NTB akan memperkuat persatuan dan kesatuan dan sikap cinta Tanah Air di daerah yang memiliki sumber daya alam dan sumber daya manusia serta keragaman suku, budaya dan agama tersebut.

"Sebab, cinta Tanah Air sangat penting sekali. Ada filosofi bahwa suatu bangsa suatu ngeara kalau sudah tidak cinta kepada tanah air maka robohlah negara tersebut," ucap Ismu.

Prof. Dr. Ir. Tries Edy Wahyono, MM, menambahkan dalam konteks PCTA Indonesia yang dijiwai manunggalnya keimanan dan kemanusiaan bukan hanya masalah agama, tapi merupakan suatu organisasi kebangsaan. Bukan hanya lintas agama, tapi juga lintas suku dan lintas budaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ekonomi NTB Terus Membaik, Konsumsi Listrik PLN Makin Naik

Ekonomi NTB Terus Membaik, Konsumsi Listrik PLN Makin Naik

| Senin, 10 Juli 2023 | 21:12 WIB

Make Up Bold Hingga Natural, Viva Cosmetics Beri Beragam Warna Pada Tampilan LIMOFF 2023

Make Up Bold Hingga Natural, Viva Cosmetics Beri Beragam Warna Pada Tampilan LIMOFF 2023

| Senin, 10 Juli 2023 | 14:40 WIB

Rekor MURI Pecah di LIMOFF, Ribuan Penenun di Lombok Membuat Kain Tenun Secara Bersamaan

Rekor MURI Pecah di LIMOFF, Ribuan Penenun di Lombok Membuat Kain Tenun Secara Bersamaan

| Minggu, 09 Juli 2023 | 09:07 WIB

Terkini

Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah

Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 23:30 WIB

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:15 WIB

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil

News | Senin, 23 Maret 2026 | 23:00 WIB

Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian

Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian

Bola | Senin, 23 Maret 2026 | 22:12 WIB

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:05 WIB

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius

News | Senin, 23 Maret 2026 | 22:04 WIB

Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya

Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya

Jatim | Senin, 23 Maret 2026 | 22:01 WIB

Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan

Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 22:00 WIB

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 21:55 WIB