Komcad dalam Paradigma Baru SDM: dari Meja Kantor ke Garis Pertahanan

Indah Mustika Choirum | Mahasiswi Magister FIA UI dan ASN Kementerian Sekretariat Negara.

Komcad dalam Paradigma Baru SDM: dari Meja Kantor ke Garis Pertahanan
Mahasiswi Magister FIA UI dan ASN Kementerian Sekretariat Negara, Indah Mustika Choirum. (Suara.com/ dok pribadi)
baca 10 detik
  • Pemerintah mewajibkan ribuan ASN mengikuti Latsarmil Komcad untuk membentuk karakter disiplin, loyalitas, dan memperkuat resiliensi kerja.
  • Program Komcad direncanakan menyasar penerima beasiswa LPDP pada tahun 2026 guna menanamkan jiwa pengabdian.
  • Integrasi manajer koperasi dalam pelatihan militer bertujuan meningkatkan kepemimpinan tegas untuk memperkuat ketahanan nasional di sektor ekonomi rakyat.

Suara.com - Linimasa media sosial kita belakangan ini diwarnai pemandangan tak biasa. Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) tak lagi tampak di balik meja kerja dengan seragam cokelatnya. Sebaliknya, mereka berbaris rapi di bawah terik matahari, berbalut seragam loreng, menjalani latihan fisik yang menguras peluh.

Inilah fenomena Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) untuk Komponen Cadangan (Komcad). Program yang dulunya dianggap murni domain militer, kini bertransformasi menjadi instrumen strategis dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Ekspansi ini bukan main-main. Setelah melibatkan ASN dari 55 kementerian dan lembaga, pemerintah berencana mewajibkan—atau setidaknya memprioritaskan—penerima beasiswa LPDP untuk ikut serta pada tahun 2026. Tak berhenti di sana, posisi manajerial sipil seperti manajer Koperasi Merah Putih pun mulai diintegrasikan ke dalam sistem serupa.

Pertanyaannya: mengapa militerisme masuk ke ruang profesional sipil, dan apa dampaknya bagi kualitas SDM kita?

Mendefinisikan Ulang Pengembangan SDM

Dalam disiplin ilmu pengembangan manusia, Human Resource Development (HRD) bukan sekadar pelatihan teknis.

Ia adalah "serangkaian aktivitas sistematis dan terencana yang dirancang oleh organisasi untuk memberikan kesempatan kepada anggotanya dalam mempelajari keterampilan yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan pekerjaan saat ini dan di masa depan."

Latsarmil Komcad memenuhi kriteria ini sebagai intervensi pengembangan karakter di luar ruang kelas konvensional. Upaya pemerintah menyertakan ASN, intelektual (LPDP), hingga pengelola ekonomi sejalan dengan konsep "New Learning and Performance Wheel" dari Davis dkk. (2004).

Di sini, strategi negara menjadi poros dari semua upaya pembelajaran. Paradigma lama yang hanya memuja kemampuan kognitif kini bergeser menuju pengembangan kapasitas manusia yang utuh.

baca juga
Pelatihan dasar kemiliteran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa di Markas Komando Rindam XIV/Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Senin (30/3/2026) [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]
Pelatihan dasar kemiliteran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan kepala desa di Markas Komando Rindam XIV/Hasanuddin, Kabupaten Gowa, Senin (30/3/2026) [SuaraSulsel.id/Humas Pemprov Sulsel]

ASN: Meruntuhkan Ego Sektoral dengan "Jiwa Korsa"

Partisipasi ASN dari 55 kementerian pada gelombang pertama 2026 adalah langkah radikal dalam reformasi birokrasi. Berdasarkan data Kementerian Pertahanan RI (2026), ribuan ASN ditempa Latsarmil untuk memperkuat sistem pertahanan semesta.

Secara teoretis, hal ini dijelaskan melalui Model Perilaku Karyawan yang membagi pengaruh perilaku menjadi kekuatan eksternal dan internal. Latsarmil bertindak sebagai "kekuatan eksternal" (lingkungan dan kepemimpinan) yang dirancang untuk mengubah "kekuatan internal" seperti motivasi, sikap, serta Knowledge, Skills, and Abilities (KSAs).

Di medan latihan, mereka tidak hanya berlari, tapi "ditempa" untuk memiliki Jiwa Korsa—sebuah upaya meruntuhkan sekat ego sektoral melalui solidaritas lintas instansi. Penguatan Resiliensi membekali mereka dengan ketangguhan mental untuk tetap berkinerja di bawah tekanan pelayanan publik yang dinamis. Sementara, penanaman Loyalitas bertujuan memperkuat nasionalisme sebagai bagian integral dari etika profesi.

Hal ini berkelindan dengan teori Human Capital dari Gary Becker (1964): investasi pada manusia bukan hanya soal skill teknis, melainkan atribut personal yang mendongkrak produktivitas.

LPDP 2026: Mencetak Intelektual yang "Membumi"

Rencana mewajibkan penerima beasiswa LPDP mengikuti Komcad pada 2026 memicu diskusi hangat. LPDP adalah investasi besar negara pada kecerdasan otak. Namun, intelektualitas tanpa ketangguhan mental sering kali menciptakan jarak antara elit terdidik dan realitas nasional.

LPDP (dok. LPDP)
LPDP (dok. LPDP)

Dalam teori Trainability (kemampuan untuk dilatih), kesuksesan belajar adalah perpaduan motivasi, kemampuan, dan persepsi lingkungan. Bagi penerima LPDP, kemampuan kognitif mereka sudah di atas rata-rata. Namun, tanpa motivasi pengabdian yang kuat, investasi pendidikan ini berisiko hilang melalui fenomena brain drain. Latsarmil hadir untuk menyelaraskan motivasi tersebut dengan kepentingan tanah air.

Manajer Koperasi: Kepemimpinan di Garis Depan Ekonomi

Koperasi Merah Putih, sebagai motor ekonomi rakyat, kini butuh manajer yang tak hanya jago menghitung neraca, tapi juga tegas sebagai pemimpin lapangan. Pengikutsertaan mereka dalam Komcad menunjukkan bahwa ketahanan nasional kini merambah dimensi ekonomi dan pangan.

Kepemimpinan adalah penggunaan pengaruh non-koersif untuk mengarahkan kelompok. Melalui pelatihan militer, manajer koperasi dilatih menggunakan model kepemimpinan tegas yang, menurut teori Leader-Member Exchange (LMX), dapat meningkatkan kualitas hubungan kerja dan kinerja jika diterapkan dengan tepat di lingkungan sipil.

Mengapa Harus Militer?

Kritik soal "militerisasi sipil" memang tak terhindarkan. Namun, jika dilihat dari kacamata High Performance Work Systems (HPWS), negara sebenarnya sedang menciptakan sinergi antara praktik manajemen dan sistem SDM demi produktivitas maksimal. Komcad bagi sipil adalah upaya standardisasi karakter nasional.

Melalui tantangan fisik, peserta belajar meningkatkan efikasi diri untuk mengambil keputusan taktis di situasi sulit. Tentu saja, keberhasilan jangka panjang kebijakan ini bergantung pada sejauh mana peserta mampu menerapkan nilai-nilai baru tersebut di meja kerja mereka. Dibutuhkan dukungan lingkungan kerja yang positif agar "iklim transfer pelatihan" ini berjalan konsisten, bukan sekadar gagah-gagahan sesaat.

Menuju Indonesia Emas 2045

Integrasi elemen sipil ke dalam Komcad adalah manifestasi pengembangan SDM skala makro. Ini bukan sekadar persiapan perang, melainkan pembangunan fondasi karakter bangsa yang tangguh.

Indonesia membutuhkan SDM yang tidak hanya pintar, tapi juga memiliki resiliensi fisik dan mental yang teruji. Ekspansi Komcad adalah upaya scale-up kualitas manusia Indonesia secara kolektif.

Dari ASN hingga manajer koperasi, semua diarahkan menjadi satu kesatuan yang disiplin di bawah naungan kepentingan nasional. Jika dikelola dengan prinsip pengembangan SDM modern, program ini bisa menjadi katalisator lahirnya profesionalisme sipil yang unggul, berintegritas, dan siap menjaga kedaulatan bangsa di segala lini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kapan Pengumuman Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih? Ini Jadwal dan Tahapan Jika Lolos

Kapan Pengumuman Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih? Ini Jadwal dan Tahapan Jika Lolos

Lifestyle | Kamis, 07 Mei 2026 | 09:38 WIB

Unik! ASN Tasikmalaya Naik Kuda ke Kantor untuk Hemat BBM

Unik! ASN Tasikmalaya Naik Kuda ke Kantor untuk Hemat BBM

Foto | Rabu, 06 Mei 2026 | 16:52 WIB

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

Kritik Pelibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Perlu Dikaji, Tak Sesuai Tupoksi!

News | Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05 WIB

Skandal Presensi Fiktif 3.000 ASN Diusut Transparan, Sekda Pastikan Bisa Sanksi Pidana

Skandal Presensi Fiktif 3.000 ASN Diusut Transparan, Sekda Pastikan Bisa Sanksi Pidana

News | Selasa, 05 Mei 2026 | 06:00 WIB

Kisi-Kisi Resmi Soal Tes Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Cek Materi yang Diujikan

Kisi-Kisi Resmi Soal Tes Manajer Koperasi Merah Putih 2026, Cek Materi yang Diujikan

Lifestyle | Selasa, 05 Mei 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Kebakaran Empat Lawang, 20 Rumah Terdampak dan Kerugian Tembus Rp5,2 Miliar

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:52 WIB

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

3 Pelaku Begal Polisi di Palembang Ternyata Ayah, Anak dan Seorang Perempuan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Jadi Ojek Pangkalan, Polisi di Palembang Ditusuk 4 Kali dan Motornya Dibawa Kabur Begal

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan

Sumsel | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:22 WIB

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:10 WIB

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan

Jakarta | Senin, 10 Agustus 2026 | 22:07 WIB

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 21:53 WIB

×