Masih Banyak Kelemahan pada Teknologi Mobil Autokemudi Google

Liberty Jemadu

Sabtu, 06 September 2014 | 03:06 WIB
Masih Banyak Kelemahan pada Teknologi Mobil Autokemudi Google
Ini rupa mobil autokemudi Google yang diperkenalkan Selasa (27/5) [Reuters/Google Inc].

Suara.com - Mobil autokemudi Google, yang tak dilengkapi setir, pedal rem, dan pedal gas, selalu dipuja-puja sebagai masa depan industri otomotif. Tetapi menurut MIT Technology Review, masih banyak kelemahan pada mobil mungil tersebut.

Kelemahan pertama, mobil nirawak Google itu belum bisa dikemudikan di semua jalanan. Teknisi dan komputer harus memetakan jalan yang akan dilalui oleh mobil itu.

Seperti penghafal yang baik, mobil Google baru bisa melalui sebuah jalan jika data seperti peta atau rambu-rambu di lintasan itu sudah dimasukkan ke dalam pusat datanya.

Jika ada perubahan di sebuah jalan dan informasi itu belum diterima oleh Google, maka bisa menyebabkan kecelakaan. Misalnya di sebuah jalan tiba-tiba dipasang tanda larang, karena ada perbaikan jalan, mobil Google tidak akan menggubrisnya.

Meski demikian, sensor pada mobil itu akan tetap berfungsi dan membuat mobil secara otomatis mengerem.

Tetapi sensor pada mobil Google sendiri belum begitu mumpuni, tulis MIT Technology Review. Misalnya saat melintas di perempatan jalan, sensor mobil belum bisa berfungsi dengan sempurna.

Cuaca juga salah satu masalah yang sukar dihadapi Google. Mobil tanpa pengemudi itu belum bisa melaju di tengah salju atau hujan deras. Mobil itu juga tidak bisa mendeteksi lampu lalu lintas jika sinar matahari tepat menerpa lensa kamera sensornya.

Selain masalah teknis, mobil otomatis Google juga masih didera masalah hukum, dilema moral, dan kerisauan soal privasi.

Sebuah studi yang digelar oleh Alliance of Automobile Manufacturers menunjukkan bahwa hampir tiga perempat responden mengaku khawatir mobil Google akan merekam informasi-informasi pribadi mereka. Sementara 70 persen lagi mengaku jika informasi mereka akan dirampas oleh pemerintah.

Mobil otomatis Google juga dikhawatirkan bisa dimanfaatkan oleh peretas, yang bisa mencuri kendali sistem komputer mobil tersebut. Peretas bisa saja mengatur kecepatan, pengereman, atau arah mobil sesuka hati mereka.

Ada juga pertanyaan, siapa yang akan bertanggung jawab jika terjadi kecelakaan? Produsen mobil, Google sebagai penyedia sistem operasi, atau pemilik mobil?

Google sendiri selalu mengatakan bahwa teknologinya, selain ramah lingkungan, juga bisa secara drastis mengurangi kecelakaan lalu lintas yang memang pada umumnya disebabkan kesalahan pengemudi. (Aol.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Inggris Uji Coba Mobil Autokemudi Mulai Januari 2015

Inggris Uji Coba Mobil Autokemudi Mulai Januari 2015

Otomotif | Senin, 04 Agustus 2014 | 10:17 WIB

FBI: Mobil Autokemudi Mudahkan Teroris untuk Membom

FBI: Mobil Autokemudi Mudahkan Teroris untuk Membom

Otomotif | Kamis, 17 Juli 2014 | 21:00 WIB

Jerman Pertimbangkan Pakai Kotak Hitam di Mobil Autokemudi

Jerman Pertimbangkan Pakai Kotak Hitam di Mobil Autokemudi

Otomotif | Rabu, 25 Juni 2014 | 15:41 WIB

Google Ciptakan Mobil Tanpa Setir, Tanpa Pedal Rem

Google Ciptakan Mobil Tanpa Setir, Tanpa Pedal Rem

Otomotif | Kamis, 29 Mei 2014 | 05:10 WIB

Ini Dia Mobil Autokemudi Milik Google

Ini Dia Mobil Autokemudi Milik Google

Video | Selasa, 29 April 2014 | 17:03 WIB

Google Mulai Uji Coba Mobil Autokemudi di Jalan Perkotaan

Google Mulai Uji Coba Mobil Autokemudi di Jalan Perkotaan

Otomotif | Selasa, 29 April 2014 | 09:00 WIB

Terkini

Cuaca Ekstrem Landa Sumut, 5 Kabupaten Terdampak Banjir, Tapteng Paling Parah

Cuaca Ekstrem Landa Sumut, 5 Kabupaten Terdampak Banjir, Tapteng Paling Parah

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 14:35 WIB

Saat Air Menjadi Energi, Hutan Menjaga Nyala di Kawasan Panas Bumi Rantau Dedap

Saat Air Menjadi Energi, Hutan Menjaga Nyala di Kawasan Panas Bumi Rantau Dedap

Sumsel | Minggu, 27 September 2026 | 14:34 WIB

Iqbal Akbar Dicopot sebagai Kepala SPPG Tebingtinggi, Buntut Viral Dilabrak Istri Diduga Selingkuh

Iqbal Akbar Dicopot sebagai Kepala SPPG Tebingtinggi, Buntut Viral Dilabrak Istri Diduga Selingkuh

Sumut | Minggu, 27 September 2026 | 14:30 WIB

4 Smartband Anti Air Harga Rp300 Ribuan, Cocok untuk Olahraga dan Hidup Sehat

4 Smartband Anti Air Harga Rp300 Ribuan, Cocok untuk Olahraga dan Hidup Sehat

Tekno | Minggu, 27 September 2026 | 14:25 WIB

Akhiri Konflik Panjang, Pablo Benua Sukses Kawal Kemenangan Kepengurusan Tunggal Ikatan Notaris

Akhiri Konflik Panjang, Pablo Benua Sukses Kawal Kemenangan Kepengurusan Tunggal Ikatan Notaris

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 14:21 WIB

9 Rekomendasi Physical Sunscreen Lokal yang Aman dan Murah

9 Rekomendasi Physical Sunscreen Lokal yang Aman dan Murah

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 14:20 WIB

Deindustrialisasi Dini: Industri Tumbuh, tetapi Lapangan Kerja Menyusut

Deindustrialisasi Dini: Industri Tumbuh, tetapi Lapangan Kerja Menyusut

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 14:20 WIB

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp210,2 Triliun per Agustus 2026, Pengawasan Barang Ilegal Makin Ketat

Penerimaan Bea Cukai Tembus Rp210,2 Triliun per Agustus 2026, Pengawasan Barang Ilegal Makin Ketat

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 14:19 WIB

Guruh Soekarnoputra dan Jejak Panjangnya di Dunia Seni Indonesia

Guruh Soekarnoputra dan Jejak Panjangnya di Dunia Seni Indonesia

News | Minggu, 27 September 2026 | 14:05 WIB

Penerimaan Pajak Capai Rp1.409 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 24,1%

Penerimaan Pajak Capai Rp1.409 Triliun per Agustus 2026, Tumbuh 24,1%

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 13:54 WIB

×