Peugeot Bersama Grupnya "Unjuk Gigi" Lewat Pasar di Cina

Dythia Novianty

Selasa, 25 April 2017 | 08:28 WIB
Peugeot Bersama Grupnya "Unjuk Gigi" Lewat Pasar di Cina
Ilustrasi logo mobil Peugeot (Shutterstock).

Suara.com - Peugeot bersama rekan-rekan PSA Groupnya, Citroen dan DS menilai pentingnya pasar Cina, bagi penampilannya secara global. Hal tersebut disampaikan Pimpinan PSA Carlos Tavares.

"Cina adalah pasar terbesar di dunia. Kami ingin menjadi pembuat mobil global, jadi penting bagi kita untuk sukses di Cina," kata Tavares.

Dia mengakui bahwa sejauh ini tidak demikian dan bahwa perusahaan tidak menuju ke arah yang benar di Cina. Penjualan turun sekitar 16% untuk pasar Cina dan Asia Tenggara tahun lalu. Hal itu disebabkan karena perang harga yang menyebabkan PSA merestrukturisasi aktivitasnya untuk mengurangi biaya.

"Menjadi sukses di Cina menunjukkan bahwa kita mampu menjadi pembuat mobil global. Karena itulah strategi bagi kita untuk berada di sini," ujarnya saat berbicara di Citroën C5 Aircross di Shanghai.

Tavares mengatakan, dengan semua mereknya sekarang pabrikan menawarkan SUV yang kompetitif dan segar. Mulai dari Peugeot 3008 (disebut 4008 di China) dan 5008, C5 Aircross untuk merek Citroën serta DS 7 Crossback.

Rangkaian tersebut membawa perusahaan percaya diri dalam posisi yang baik untuk melawan.

"Kabar baiknya adalah banyak hal bisa diperbaiki. Sekarang implementasinya perlu dilakukan," katanya.

Peugeot dan Citroën ternyata merupakan merek terbesar dari tiga merek di Cina untuk PSA. Syangnya, dia menambahkan, masalah utama terletak pada DS karena kurangnya kesadaran.

Dia mengatakan sebuah merek premium membutuhkan akar dan waktu. Tapi dirinya optimistis itu adalah satu-satunya merek otomotif premium Prancis yang mengekspor produknya, memberi merek ini nilai jual yang unik.

baca juga

Ketika ditanya apakah PSA terlalu Eropa-sentris menjadi pesaing global yang serius, Tavares mengatakan bahwa dia tidak melihat ada kontradiksi antara keduanya.

"Tidak ada yang salah dengan menjadi orang Eropa. Kita membuat sebagian besar uang kita di Eropa. Dan semakin banyak uang yang kita hasilkan, semakin besar kemampuan kita untuk berinvestasi di luar negeri," terangnya.

PSA mengumumkan tahun lalu bahwa ia kembali memasuki pasar Amerika Utara, yang menjadi faktor kunci untuk menjadi pembuat mobil global, dengan layanan mobilitas Peugeot, yang pada dasarnya merupakan skema pembagian mobil. [Autocar]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Mobil Konsep Peugeot Ini Melesat 100 Km/jam dalam 2,5 Detik

Mobil Konsep Peugeot Ini Melesat 100 Km/jam dalam 2,5 Detik

Otomotif | Senin, 30 Mei 2016 | 11:49 WIB

Tunanetra Kendarai Mobil Sambil Gunakan Tongkat Keluar Jendela

Tunanetra Kendarai Mobil Sambil Gunakan Tongkat Keluar Jendela

Otomotif | Jum'at, 18 Maret 2016 | 14:39 WIB

Prancis, Produsen Mobil Paling Ramah Lingkungan di Eropa

Prancis, Produsen Mobil Paling Ramah Lingkungan di Eropa

Otomotif | Senin, 30 November 2015 | 07:19 WIB

Mobil Peugeot Tempuh Paris-Bordeaux Tanpa Sopir

Mobil Peugeot Tempuh Paris-Bordeaux Tanpa Sopir

Otomotif | Senin, 05 Oktober 2015 | 20:16 WIB

Kemenperin Berharap Skuter Ini Bisa Dibuat di Indonesia

Kemenperin Berharap Skuter Ini Bisa Dibuat di Indonesia

Otomotif | Kamis, 20 Agustus 2015 | 07:07 WIB

Terkini

Jerat "Child Grooming" Makin Berbahaya, Orang Tua Harus Menyelamatkan Anak

Jerat "Child Grooming" Makin Berbahaya, Orang Tua Harus Menyelamatkan Anak

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:50 WIB

BRI Bagikan Cashback Rp4,5 Juta Pembelian iPhone 18 Pro di Lazada, Ini Triknya

BRI Bagikan Cashback Rp4,5 Juta Pembelian iPhone 18 Pro di Lazada, Ini Triknya

Bri | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:49 WIB

Redam Gejolak Pedagang, Pasar Jaya Buka Keran Cicilan Revitalisasi Pasar Sunter Podomoro

Redam Gejolak Pedagang, Pasar Jaya Buka Keran Cicilan Revitalisasi Pasar Sunter Podomoro

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:42 WIB

Pakar Hukum Soroti Suket Gibran, Sebut Ada Potensi Pidana yang Perlu Didalami

Pakar Hukum Soroti Suket Gibran, Sebut Ada Potensi Pidana yang Perlu Didalami

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah

Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah

Sulsel | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Changmin TVXQ Abadikan Perjuangan Hidup Lewat Album Terbaru, All Of My Life

Changmin TVXQ Abadikan Perjuangan Hidup Lewat Album Terbaru, All Of My Life

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:40 WIB

Nana Patekar, Aktor Watak Terbaik India Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun

Nana Patekar, Aktor Watak Terbaik India Meninggal Dunia di Usia 75 Tahun

Entertainment | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:33 WIB

Nusron Wahid Mangkir dari Pemeriksaan, Ketua KPK: Sepertinya Kurang Bisa Atur Waktu

Nusron Wahid Mangkir dari Pemeriksaan, Ketua KPK: Sepertinya Kurang Bisa Atur Waktu

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Sebut Istana Sarang Korupsi, Rocky Gerung: Teriak Paling Enak Itu Langsung di Kuping Presiden!

Sebut Istana Sarang Korupsi, Rocky Gerung: Teriak Paling Enak Itu Langsung di Kuping Presiden!

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:30 WIB

Fan Party TWICE ke-11 Dikritik Lantaran Kapasitas Terbatas dan Aturan Ketat

Fan Party TWICE ke-11 Dikritik Lantaran Kapasitas Terbatas dan Aturan Ketat

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 16:30 WIB

×