Regulasi Otomotif di Indonesia Dinilai Banyak yang Sudah 'Basi'

Yazir Farouk, Insan Akbar Krisnamusi

Minggu, 23 April 2017 | 13:57 WIB
Regulasi Otomotif di Indonesia Dinilai Banyak yang Sudah 'Basi'
Ilustrasi mobil berbahan bakar gas [shutterstock]

Suara.com - Regulasi industri otomotif di Indonesia banyak yang sudah jauh tertinggal dari negara-negara lain di dunia. Saking tertinggalnya, regulasi-regulasi ini dinilai sudah 'basi' oleh pengamat.

"Kalau bicara soal peraturan pemerintah mengenai industri otomotif, banyak yang sudah 'basi', kata Pengamat Otomotif Bebin Djuana menjawab pertanyaan Suara.com dalam diskusi media, Jumat (21/4/2017) sore di Jakarta.

Menurut Bebin, Indonesia sangat terbelakang dibandingkan negara-negara di satu atau pun lain benua, mulai dari infrastruktur sampai ketentuan perpajakan. Negara-negara lain sudah mulai bergerak mempersiapkan infrastruktur mobil hibrida serta listrik, sementara di Indonesia infrastruktur mobil gas pun baru menjadi sekadar wacana.

Urusan perpajakan juga, menurut Bebin, sudah kalah dari luar negeri yang sangat memperhatikan lingkungan dan teknologi 'hijau'.

"Di Inggris, berapa jumlah road tax, atau istilahnya pajak STNK di kalau di Indonesia, ditentukan oleh berapa emisi gas buangnya. Itu kenapa Toyota Prius bisa sukses di luar. Karena pajaknya rendah, harganya rendah, hingga orang yang sebenarnya enggak butuh pun beli," lanjut mantan Wakil Presiden Pemasaran PT. Hyundai Mobil Indonesia itu.

Padahal, perkembangan pasar otomotif, apalagi untuk mobil-mobil berteknologi ramah lingkungan, sangat ditentukan oleh arah kebijakan pemerintah. Inisiatif pemerintah menjadi elemen terpenting.

"Di belahan bumi manapun, inisiatif harus dari pemerintah. Sebagai pabrikan, diminta apa saja gampang. Teknologi ada, produknya ada. Tetapi, pemerintah ketika ditantang ambil inisiatif berat," tegas Bebin.

Indonesia sendiri baru akan beranjak dari EURO 2 ke standar emisi gas buang setingkat EURO 4 pada September tahun depan untuk mobil bermesin bensin. Ini dilakukan di saat negara-negara lain di Asia Tenggara sudah menerapkan ini sejak bertahun-tahun lalu dan kini bahkan ada yang bersiap ke EURO 5 seperti Malaysia dan Singapura.

Mobil-mobil bermesin diesel baru diwajibkan berstandar EURO 4 pada 2021. Negara-negara di benua Amerika dan Eropa, di sisi lain, sudah sangat ketat terhadap mesin diesel dan bahkan sudah menyusun rencana ingin menghilangkannya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Industri Otomotif Harap Pemerintah Jaga Stabilitas Politik

Industri Otomotif Harap Pemerintah Jaga Stabilitas Politik

Otomotif | Jum'at, 25 November 2016 | 19:52 WIB

Tidak Cuma Kompetisi, Industri Otomotif Perlu Kolaborasi

Tidak Cuma Kompetisi, Industri Otomotif Perlu Kolaborasi

Otomotif | Rabu, 03 Agustus 2016 | 01:44 WIB

Investor Taiwan Segera Produksi Komponen Otomotif di Indonesia

Investor Taiwan Segera Produksi Komponen Otomotif di Indonesia

Otomotif | Senin, 28 Maret 2016 | 11:47 WIB

BKPM Jamin Hengkangnya Ford Tak Pengaruhi Investasi Otomotif

BKPM Jamin Hengkangnya Ford Tak Pengaruhi Investasi Otomotif

Bisnis | Selasa, 26 Januari 2016 | 13:23 WIB

Penjualan Mobil Honda Per Oktober 2015 Mencapai 132.458 Unit

Penjualan Mobil Honda Per Oktober 2015 Mencapai 132.458 Unit

Press Release | Kamis, 19 November 2015 | 21:19 WIB

Terkini

Kunjungan Turis Asing ke RI Tembus 12,01 Juta per September 2026, Tertinggi Sejak Covid-19

Kunjungan Turis Asing ke RI Tembus 12,01 Juta per September 2026, Tertinggi Sejak Covid-19

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:23 WIB

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

Ancaman Stigma Negatif dan Pelanggar HAM Buntut Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Sekadar Hidup Layak Kok Mahal? Menggugat Komersialisasi Kebutuhan Dasar

Sekadar Hidup Layak Kok Mahal? Menggugat Komersialisasi Kebutuhan Dasar

Your Say | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Isi Rekaman Pilot sebelum Jet Pribadi Jatuh di Florida

Isi Rekaman Pilot sebelum Jet Pribadi Jatuh di Florida

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:20 WIB

Persib Bandung Kirim Ancaman ke Persija Jakarta, Posisi Puncak Klasemen jadi Bidikan

Persib Bandung Kirim Ancaman ke Persija Jakarta, Posisi Puncak Klasemen jadi Bidikan

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 13:18 WIB

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Apakah Mustika Ratu Punya Sunscreen? Segini Harga dan Ulasan Penggunanya

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

3 Rekomendasi Sabun Mandi Non-SLS yang Ampuh Jaga Kelembapan Kulit, Bebas Iritasi!

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Belajar dari Bungo: Saat Hutan Adat Jadi Benteng Pertahanan Alam

Lifestyle | Selasa, 03 November 2026 | 13:15 WIB

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

Ikhtiar Pramono Anung Putus Rantai Narkoba di Kampung Bahari

News | Selasa, 03 November 2026 | 13:14 WIB

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Saham TMPO Terbang 26 Persen, Influencer Timothy Ronald Kempit 1,26 Persen

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 13:09 WIB

×