Saingi HR-V dan C-HR, Suplai Hyundai Kona Bermasalah

Chaerunnisa | Insan Akbar Krisnamusi | Suara.com

Senin, 19 Juni 2017 | 13:40 WIB
Saingi HR-V dan C-HR, Suplai Hyundai Kona Bermasalah
Hyundai Kona (Automotive News)

Suara.com - Hyundai akhirnya memiliki sport utility vehicle (SUV) ringkas dalam diri Kona. Namun, belum juga lama menjalani debut global, Hyundai diketahui sudah memiliki masalah keterbatasan suplai bagi pasar global.

Hyundai meluncurkan Kona untuk pertama kalinya di dunia pada 13 Juni kemarin di 'rumah' mereka, Korea Selatan. SUV ringkas pertama Hyundai tersebut akan mencoba menandingi model-model seperti Honda HR-V dan Toyota C-HR dengan mesin 2.0 l, empat silinder segaris dengan daya 147hp serta torsi 132 lb-ft.

Salah satu pasar 'terlezat' di segmen SUV ringkas ini ialah Amerika Serikat. Namun, Hyundai menghadapi ketidakmampuan untuk menyuplai dalam jumlah yang sesuai potensi pasar dan permintaan Hyundai Motor Amerika Serikat (AS). Hal ini diketahui dari keterangan sumber dalam Hyundai Motor AS.

Kona saat datang di 'Negeri Paman Sam' di 2018 mendatang, hanya akan mendapatkan suplai sebanyak 40 ribu unit dalam setahun. Unit tersebut diimpor dari pabrik Hyundai di Ulsan, Korea Selatan, yang memang sudah sangat 'penuh'. Kuota 40 ribu bagi Kona harus disebar di 385 diler Hyundai di AS.

Padahal, Hyundai sudah ketinggalan sekitar 10 tahun, terhitung sejak Nissan membuka segmen SUV ringkas di pasar AS dengan model Juke. Kompetitor-kompetitor pun berdatangan, dan lembaga riset IHS Markit juga mengatakan segmen SUV ringkas di AS masih akan mengalami pertumbuhan agresif pada masa mendatang.

Adapun penjualan SUV ringkas di AS pada 2016 lalu mencapai 507.575 unit. Jumlah ini menjulang 30 persen dibanding pada 2015. (Automotive News)

Selain itu, kuota 40 ribu untuk Kona masih jauh di bawah transaksi jual-beli para kompetitornya. Sebagai contoh, tahun lalu, Jeep Renegade terjual 100 ribu, Chevrolet Trax laku 79.016 unit.

Hyundai Motor AS sendiri sedang mengalami kesulitan bersaing di pasar tersebut selama beberapa tahun terakhir karena lini produk yang sedikit. Seorang sumber dalam mengungkapkan, Hyundai Motor AS telah meminta sebuah SUV ringkas setidaknya sejak lima tahun lalu dan sudah kehilangan penjualan potensial sebanyak sejuta unit secara global selama itu.

Penjualan yang sedikit, lini produk yang terbatas, marketing support minim, namun target penjualan yang tinggi berujung pada gonjang-ganjing di jajaran eksekutif Hyundai Motor AS. Akhir tahun lalu,  CEO pabrikan ini di AS, Dave Zuchowski, dipecat.

Pada bulan ini, Wakil Presiden Penjualan Hyundai Motor AS Derrick Hatami mengundurkan diri pula untuk minggat ke Volkswagen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Begini Cara Hyundai Perbaiki Citra Merek di Pasar Cina

Begini Cara Hyundai Perbaiki Citra Merek di Pasar Cina

Otomotif | Selasa, 30 Mei 2017 | 14:30 WIB

Hyundai Siapkan Satu Model Baru di GIIAS 2017

Hyundai Siapkan Satu Model Baru di GIIAS 2017

Otomotif | Sabtu, 01 April 2017 | 10:18 WIB

Hyundai Sedang Kembangkan Platform Khusus Mobil Listrik

Hyundai Sedang Kembangkan Platform Khusus Mobil Listrik

Otomotif | Jum'at, 31 Maret 2017 | 13:11 WIB

Hyundai Hentikan Produksi di Cina

Hyundai Hentikan Produksi di Cina

Otomotif | Senin, 27 Maret 2017 | 17:11 WIB

Terkini

Bukan LCGC, Ini 5 Mobil Bekas Irit BBM Mulai Rp 80 Jutaan

Bukan LCGC, Ini 5 Mobil Bekas Irit BBM Mulai Rp 80 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:25 WIB

Astra UD Trucks: Sebelum Listrik, Pengembangan Truk Fokus ke Teknologi Cerdas

Astra UD Trucks: Sebelum Listrik, Pengembangan Truk Fokus ke Teknologi Cerdas

Otomotif | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:16 WIB

Kualitas Mobil Listrik Honda Dipertanyakan Puluhan Ribu Unit Kena Recall Akibat Kamera Rusak

Kualitas Mobil Listrik Honda Dipertanyakan Puluhan Ribu Unit Kena Recall Akibat Kamera Rusak

Otomotif | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:45 WIB

Yamaha Gear Ultima Hadir dengan Balutan Warna Baru yang Lebih Modern

Yamaha Gear Ultima Hadir dengan Balutan Warna Baru yang Lebih Modern

Otomotif | Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:26 WIB

iCar V23 Gebrak Pasar Indonesia Harga Mulai Rp 389 Juta Siap Tantang Kompetitor SUV Listrik

iCar V23 Gebrak Pasar Indonesia Harga Mulai Rp 389 Juta Siap Tantang Kompetitor SUV Listrik

Otomotif | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:38 WIB

7 Rekomendasi Motor Listrik Subsidi Terbaik 2026, Ada yang Desain Retro

7 Rekomendasi Motor Listrik Subsidi Terbaik 2026, Ada yang Desain Retro

Otomotif | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:17 WIB

Apakah Motor Listrik Polytron Fox R Bisa Di-cas di Rumah? Ketahui Daya Listrik yang Aman

Apakah Motor Listrik Polytron Fox R Bisa Di-cas di Rumah? Ketahui Daya Listrik yang Aman

Otomotif | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:38 WIB

Moeldoko Sentil Pemerintah Terkait Nasib Subsidi Mobil Listrik yang Bikin Konsumen Bingung

Moeldoko Sentil Pemerintah Terkait Nasib Subsidi Mobil Listrik yang Bikin Konsumen Bingung

Otomotif | Sabtu, 23 Mei 2026 | 13:15 WIB

Cara Ampuh Jaga Konsumsi BBM Tetap Irit dengan Rutin Uji Emisi

Cara Ampuh Jaga Konsumsi BBM Tetap Irit dengan Rutin Uji Emisi

Otomotif | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:10 WIB

Cara Yamaha Privater Racing Team Dongkrak Tenaga Motor di Motoprix 2026

Cara Yamaha Privater Racing Team Dongkrak Tenaga Motor di Motoprix 2026

Otomotif | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:29 WIB