Mobil Swakemudi "Tertipu" Rambu Lalu Lintas

Dythia Novianty

Sabtu, 12 Agustus 2017 | 07:39 WIB
Mobil Swakemudi "Tertipu" Rambu Lalu Lintas
Rambu lalu lintas. [Shutterstock]

Suara.com - Produsen mobil di seluruh dunia dengan cepat mengembangkan sistem pengemudi swakemudi. Namun penelitian dari University of Washington telah menunjukkan bahwa sistem saat ini dapat dengan mudah tertipu.

Menurut penelitian keamanan komputer Universitas Washington Yoshi Kohno, kamera yang digunakan oleh sebagian besar kendaraan semi swakemudi saat ini, dapat tertipu dimana tanda berhenti sebenarnya adalah tanda batas kecepatan.

Kohmo menemukan bahwa sebagian besar sistem penglihatan yang digunakan, bergantung pada detektor objek dan penggolong. Menafsirkan apa yang telah dilihat detektor, menentukan apa objeknya dan dapat membaca tanda jalan.

Dalam penelitiannya, Kohmo mengatakan bahwa jika seorang hacker atau peretas memperoleh akses ke bagian ini, mereka dapat menggunakan algoritma dan foto tanda jalan untuk menghasilkan gambar dan menempelkannya pada rambu lainnya untuk mengelabui mobil.

Bekerja dengan rekan-rekan dari University of Michigan, Stony Brook University dan University of California, Kohmo berhasil mendapatkan sistem swakemudi untuk menafsirkan tanda berhenti sebagai tanda batas kecepatan 45 mph dengan hanya menempelkan potongan kertas kecil di atasnya.

Selain itu, dengan mencetak sebuah serangan yang disamarkan sebagai grafiti pada tanda berhenti yang bertuliskan 'Love' dan 'Hate', para periset dapat menipu sistem penglihatan mobil swakemudi pada tingkat keberhasilan 73,3 persen. Mobil tersebut berpikir bahwa tanda itu menandai batas kecepatan 45 mph.

Menurut seorang ilmuwan riset senior dari kendaraan swakemudi yang memulai Voyage, pembuat mobil perlu mengembangkan sistem swakemudi mereka untuk menghindari peretasan semacam itu.

"Banyak dari serangan ini bisa diatasi dengan menggunakan informasi kontekstual dari peta dan lingkungan yang dirasakan. Misalnya, tanda '65 mph 'di jalan perkotaan atau tanda berhenti di jalan raya tidak masuk akal," katanya kepada Car and Driver.

Selain itu, banyak kendaraan swakemudi saat ini dilengkapi dengan beberapa sensor. Sehingga failafes bisa dibangun dengan menggunakan beberapa kamera dan sensor. [Carscoops]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Intel Akan Luncurkan Armada Mobil Swakemudi

Intel Akan Luncurkan Armada Mobil Swakemudi

Otomotif | Kamis, 10 Agustus 2017 | 10:06 WIB

Microsoft Gabung di Proyek Mobil Swakemudi Baidu

Microsoft Gabung di Proyek Mobil Swakemudi Baidu

Otomotif | Rabu, 26 Juli 2017 | 09:32 WIB

Rambu Lalu Lintas Bergambar Perempuan, Australia Heboh

Rambu Lalu Lintas Bergambar Perempuan, Australia Heboh

Otomotif | Jum'at, 10 Maret 2017 | 15:57 WIB

Terkini

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 17:50 WIB

KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati

KEHATI Dorong Kebijakan Iklim Integrasikan Perlindungan Keanekaragaman Hayati

Jabar | Sabtu, 19 September 2026 | 17:48 WIB

Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri

Rebutan Lahan Lap Kaca Berujung Berdarah: Pengamen Kemoceng di Lamongan Tikam Rekan Sendiri

Jatim | Sabtu, 19 September 2026 | 17:48 WIB

Jule Ditangkap Polisi karena Kasus Apa? Begini Kronologi Penangkapannya

Jule Ditangkap Polisi karena Kasus Apa? Begini Kronologi Penangkapannya

Entertainment | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Di Balik Kecanggihan AI: Ada Tagihan Listrik dan Air Bumi yang Membengkak

Di Balik Kecanggihan AI: Ada Tagihan Listrik dan Air Bumi yang Membengkak

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?

Rakyat Harus Beradab, Mengapa Penguasa Bebas Berkata Kasar di Ruang Publik?

Your Say | Sabtu, 19 September 2026 | 17:40 WIB

Putus Candu Impor, Lampung Siapkan 870 Hektare Lahan Demi Target Swasembada Bawang Putih 2029

Putus Candu Impor, Lampung Siapkan 870 Hektare Lahan Demi Target Swasembada Bawang Putih 2029

Lampung | Sabtu, 19 September 2026 | 17:38 WIB

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie: Bakar Kalorinya Setara Lari 10 Kilometer!

Menkes Sentil Penikmat Dubai Chewy Cookie: Bakar Kalorinya Setara Lari 10 Kilometer!

Lifestyle | Sabtu, 19 September 2026 | 17:21 WIB

Parkir di Solo Mulai Go Digital, 85 QRIS Pocket Hadir di 4 Ruas Jalan

Parkir di Solo Mulai Go Digital, 85 QRIS Pocket Hadir di 4 Ruas Jalan

Tekno | Sabtu, 19 September 2026 | 17:15 WIB

Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar

Berkah Pameran di MTQ Nasional 2026, UMKM Jateng Raup Transaksi Tembus Rp2,4 Miliar

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 17:02 WIB

×