Ban Mobil Beda-Beda Tipe, Bolehkah?

Fajarina Nurin | Manuel Jeghesta Nainggolan
Ban Mobil Beda-Beda Tipe, Bolehkah?
Ilustrasi ban mobil [Manuel Jeghesta/suara.com]

Rudy Novianto, Defensive Driving Trainer Sentul Driving Center, menjawab pertanyaan tersebut.

Suara.com - Ban mobil rusak atau bocor bisa terjadi dimana saja. Alhasil pengguna mobil biasanya terpaksa mengganti ban sesuai dengan kondisi keuangan.

Maka bukan hal yang aneh bila kita melihat penggunaan ban berbeda merek pada mobil. Namun, apakah sebenarnya penggunaan ban berbeda merek dan tipe diperbolehkan?

Menanggapi hal tersebut, Rudy Novianto, Defensive Driving Trainer Sentul Driving Center mengatakan, yang perlu dipahami dari merek yang berbeda yaitu janji dari setiap brand. Hal ini berkaitan masing-masing merek ban memiliki kelebihan berbeda.

"Kalau dari sisi saya, bagaimana ukurannya? Ukurannya sama atau tidak. Kalau tidak sama, maka seperti modifikasi yang depannya di buat kecil dibanding belakang, maka akan nungging," ujar Rudy di kawasan Sarinah, Jakarta, Sabtu (1/9/2018).

Meski untuk modifikasi, Rudy menegaskan hal itu harus memperhatikan batasan wajar. Sebab penggunaan ban berbeda ukuran tentu memiliki resiko.

"Dengan beda ukuran, performa dan handlingnya berubah. Artinya kita harus tahu batasan keamanan sebelah mana? Sampai taraf apa?" katanya.

Adapun ban cadangan yang disediakan pabrikan hanya bersifat sementara. Karena pada dasarnya pemilik harus segera mencari bengkel terdekat dan menyesuaikan kembali ukuran ban.

"Tapak ban cadangan biasanya lebih kecil. Karena ban ini memang tidak dirancang untuk harian," ungkapnya.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS