Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional

Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 20 Februari 2026 | 10:48 WIB
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
Ilustrasi Daihatsu Gran Max pick up. (instagram/raka.daihatsu)
baca 10 detik
  • Kontroversi muncul akibat kontrak impor Rp24,66 triliun kendaraan niaga untuk Koperasi Desa oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
  • Total 105.000 unit kendaraan impor dari Mahindra dan Tata Motors India dikritik karena mengganggu industri otomotif nasional.
  • DPR menuntut transparansi spesifikasi 4x4 dan penekanan pada pemanfaatan kapasitas produksi domestik yang memadai.

Suara.com - Rencana pengadaan kendaraan niaga dalam skala besar memicu kontroversi di tanah air. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty memberikan kritik keras terhadap kontrak pengadaan kendaraan senilai Rp24,66 triliun yang diamankan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara guna mendukung operasional Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih.

Kontrak fantastis tersebut melibatkan impor total 105.000 unit kendaraan dari dua produsen otomotif asal India. Sebanyak 35.000 unit Scorpio Pick Up dipasok oleh Mahindra, sementara 70.000 unit lainnya berasal dari Tata Motors yang terdiri atas tipe Yodha Pick-Up serta Ultra T.7 Light Truck.

Evita menilai kebijakan ini memberikan dampak negatif terhadap arah kebijakan industri nasional. Menurutnya, keputusan pengadaan dari luar negeri dalam jumlah masif dapat mengganggu struktur manufaktur di dalam negeri yang sebenarnya sedang butuh dukungan.

“Ini pengadaan dalam skala sangat besar. Dampaknya bukan hanya pada logistik desa, tetapi juga terhadap struktur industri otomotif nasional,” ujar Evita di Jakarta, Jumat 20 Februari 2025.

Pihak Komisi VII DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap sikap Kementerian Perindustrian yang menegaskan bahwa kapasitas produksi pick up nasional sangat memadai. Industri otomotif dalam negeri diketahui memiliki kemampuan produksi hingga satu juta unit kendaraan per tahun, terutama untuk tipe penggerak dua roda atau 4x2.

“Kami sejalan dengan Kementerian Perindustrian bahwa pengadaan pemerintah harus menjadi instrumen untuk memperkuat industri dalam negeri. Kapasitas produksi nasional kita sangat memadai,” tegasnya.

Evita juga menuntut transparansi terkait penggunaan spesifikasi penggerak empat roda atau 4x4 dalam pengadaan tersebut. Ia berpendapat bahwa mayoritas jalur distribusi logistik desa di Indonesia masih dapat dilayani secara maksimal oleh kendaraan 4x2 rakitan lokal yang lebih efisien.

“Kalau memang ada wilayah dengan kondisi geografis ekstrem yang membutuhkan 4x4, itu harus dipetakan secara spesifik. Tidak bisa digeneralisasi. Harus ada kajian kebutuhan berbasis data dan kondisi riil di lapangan,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan adanya regulasi ketat mengenai penggunaan produk dalam negeri yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014. Pemerintah memiliki kewajiban untuk mengutamakan produk dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN minimal 25 persen.

baca juga

“Karena itu, argumentasi ketidaktersediaan harus dijelaskan secara objektif. Jangan sampai spesifikasi teknis justru membuat produk dalam negeri dianggap tidak tersedia,” kata Evita.

“Pengadaan sebesar ini harus menjadi momentum untuk memperkuat manufaktur nasional dan mendorong substitusi impor. Itu sejalan dengan arah kebijakan Presiden dalam memperkuat kemandirian ekonomi,” tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Agrinas Impor Truk dan Pikap dari India, Menperin: Lapangan Kerja untuk Luar Negeri

Agrinas Impor Truk dan Pikap dari India, Menperin: Lapangan Kerja untuk Luar Negeri

Otomotif | Kamis, 19 Februari 2026 | 22:23 WIB

BUMN Agrinas Impor 105.000 Pikap dan Truk India saat Industri Otomotif Indonesia Berdarah-darah

BUMN Agrinas Impor 105.000 Pikap dan Truk India saat Industri Otomotif Indonesia Berdarah-darah

Otomotif | Kamis, 19 Februari 2026 | 20:23 WIB

5 Rekomendasi Mobil Pick Up Bekas untuk Angkut Barang, Kokoh dan Bandel

5 Rekomendasi Mobil Pick Up Bekas untuk Angkut Barang, Kokoh dan Bandel

Otomotif | Selasa, 03 Februari 2026 | 12:55 WIB

Terkini

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

Tangis Mahathir Mohamad Pecah di Pusara Siti Hasmah, Kenangan 70 Tahun Bersama Berakhir Pilu

News | Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Dokter Melihat Keluhan Pernapasan Makin Berat

Asap Karhutla Mengepung Palembang, Dokter Melihat Keluhan Pernapasan Makin Berat

Sumsel | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:55 WIB

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Feng Shui Arah Rumah Berdasarkan Tanggal Lahir, Begini Cara Menghitungnya

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:51 WIB

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Lagu 'Bahagia Lagi' Mengingatkan bahwa Gagal Tak Berarti Kehilangan Harapan

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:50 WIB

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Rocky Gerung Jadi Wantimpres, Masihkah Ia Seorang Pengkritik Kekuasaan?

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:15 WIB

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

6 Urutan Zodiak dari yang Paling Dewasa sampai Paling Childish Saat Pacaran

Lifestyle | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

WiFi Publik Apakah Aman? Ini Cara Mengaktifkan Privasi Agar Tak Dipantau

Tekno | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:13 WIB

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Selat Hormuz Masih Panas, Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$100

Bisnis | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Mati Mudanya Sebuah Tren: Ketika "Micro-Trends" Mengikis Identitas Diri

Your Say | Minggu, 04 Oktober 2026 | 19:00 WIB

×