Kisah Ojol Difabel Difa Bike Yogya: Berawal dari Penggembala Bebek

RR Ukirsari Manggalani, Stephanus Aranditio

Rabu, 19 Desember 2018 | 20:00 WIB
Kisah Ojol Difabel Difa Bike Yogya: Berawal dari Penggembala Bebek
Sugiyono, dari Difa Bike, Yogyakarta [Suara.com/Stephanus Aranditio].

Suara.com - Inilah semangat pantang menyerah yang diberikan dari seorang rider alias pengemudi ojek online alias ojol. Bukan sembarang ojol, inilah Difa Bike, sebuah agensi layanan angkutan bermotor yang dioperasikan penyandang difabel.

Pertemuan Sugiyono dengan Difa Bike berawal dari pergaulannya dengan perkumpulan difabel di Sleman, ia bertemu dengan pendiri Difa Bike, Triyono (34 tahun).

"Saya awalnya dikenalkan teman saya dengan Mas Triyono, terus dari awal tertarik kemudian bergabung sejak awap berdiri 2015," kata Sugiyono kepada Suara.com.

Setiap harinya Sugiyono berangkat dengan sepeda motor yang sudah dimodifikasi ke kantor Difa Bike sekitar 10 km, ia pergi sekitar pukul 08:00 WIB atau sesuai dengan pesanan dari pelanggan.

Pelanggannya pun beragam mulai dari pemijat tuna netra hingga wisatawan asing yang menggunakan jasa city tour Yogyakarta yang ditawarkan oleh Difa Bike. Setiap hari minimal satu pelanggan yang menggunakan jasanya.

Sugiyono mengaku sejak bergabung dengan Difa Bike, kemampuan dan wawasannya semakin bertambah dengan berbagai program yang disiapkan manajemen Difa Bike seperti kursus Bahasa Inggris untuk melayani turis asing.

"Semenjak kerja di sini, selama empat tahun saya merasa lebih mengembangkan kemampuan saya, motor yang dulu cuma dimodif sederhana sekarang motor dari sini lebih nyaman untuk bonceng, ada juga les bahasa Inggris," jelas Sugiyono.

Pria kelahiran 14 November 1984 itu bercerita pernah mengalami kejadian unik saat mengangkut turis asing saat mereka justru saling belajar bahasa masing-masing.

"Saya dulu pernah, sudah les bahasa Inggris terus ketemu penumpang orang Barat, dia malah mau belajar bahasa Jawa dengan sepanjang empat jam city tour dari Tugu ke Alun-alun Selatan, saya juga jadi belajar bahasa Inggris dengan dia," ujar Sugiyono sambil tertawa.

baca juga

Ya, bagi Sugiyono, memiliki keterbatasan fisik bukan berarti harus menyerah dengan keadaan. Sebagai penyandang difabel dari desa Sidomoyo, Sleman, Yogyakarta, ia memang bertekad memilih menjadi pengemudi ojek difabel bersama paguyuban Difa Bike.

Laman kedua adalah kisah masa lalu Mas Sugiyono sebelum menjadi pengemudi ojol Difa Bike.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Potong Salib di Kuburan Albertus Slamet Sampai ke Telinga Mendagri

Potong Salib di Kuburan Albertus Slamet Sampai ke Telinga Mendagri

News | Rabu, 19 Desember 2018 | 15:55 WIB

Ini Loh, Sosok Rider Ojol Berbahagia Peraih Mini Cooper !

Ini Loh, Sosok Rider Ojol Berbahagia Peraih Mini Cooper !

Otomotif | Senin, 17 Desember 2018 | 20:00 WIB

Kreatif, Driver Ojol Ini Pasang Intercom di Helmnya

Kreatif, Driver Ojol Ini Pasang Intercom di Helmnya

Tekno | Senin, 17 Desember 2018 | 20:35 WIB

Terkini

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Dari Gambut Kalimantan ke Pasar Modern: Mengubah Rumput Purun Jadi Napas Baru Perajin Lokal

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:09 WIB

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

F1 Sepang, Transportasi Jadi Masalah: Antrean Bus Bak Film Zombie, Penonton Jalan Kaki 9 Km

News | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Bukan Sekadar Glowing, Skin Longevity Ajak Kenali Kesehatan Kulit Lebih Dalam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Dari Ide Bisnis Turun ke Lapak, Begini Cara Mahasiswa Belajar Menjadi Entrepreneur

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:38 WIB

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bukan Nekat! Emil Audero Bongkar Alasan Berani Ikut Menyerang saat Indonesia Hancurkan Bangladesh

Bola | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Studi: Cara Orang Bepergian Kini Makin Personal, Pilihan Moda Transportasi Tak Lagi Seragam

Lifestyle | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Persis Solo Tumbang di Manahan, Ricky Nelson: Saya Pribadi Bertanggung Jawab

Surakarta | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:20 WIB

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Untung Besar dalam Waktu Singkat, OJK Minta Mahasiswa Waspadai Modus Investasi Bodong

Bisnis | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Kirim 63 Duta Muda, Indonesia Siap Bersaing Lawan China dan Singapura di IMSO ke-23

Jabar | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Dukung Malaysia, Artis Ini Kena Serang Netizen Indonesia: Apa Saya Harus Ganti Kewarganegaraan?

Entertainment | Sabtu, 03 Oktober 2026 | 22:00 WIB

×