Konvoi Setelah Penghitungan Suara? Baca Terlebih Dahulu Imbauan Ini

RR Ukirsari Manggalani

Rabu, 17 April 2019 | 09:01 WIB
Konvoi Setelah Penghitungan Suara? Baca Terlebih Dahulu Imbauan Ini
Ilustrasi konvoi sepeda motor di jalan raya [Shutterstock].

Suara.com - Selamat pagi untuk wilayah Indonesia Bagian Barat, dan selamat siang bagi kawasan Indonesia Bagian Tengah dan Indonesia Bagian Timur. Semoga pesta demokrasi Pemilihan Umum atau Pemilu 2019 berjalan lancar di seluruh penjuru Tanah Air!

Bagi para pengguna kendaraan roda dua (R2) maupun roda empat (R4), ada wacana menarik yang bisa diberlakukan di seluruh ruas jalan raya untuk turut mengawal tertibnya pelaksanaan agenda politik lima tahunan ini.

Dikutip dari kantor berita Antara, AKBP Sutrisno Hadi Santoso, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease mengimbau masyarakat agar tidak melakukan konvoi atau pawai paska penghitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg).

"Saya imbau seluruh warga Kota Ambon untuk tidak melakukan pawai atau konvoi paska pengitungan hasil "quick count" Pilpres 2019," paparnya di Ambon, kemarin (16/4/2019).

Pihak Kepolisian Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease sendiri menurut Kapolres tidak memberikan izin bagi kelompok pendukung pasangan calon Pilpres dan Pileg untuk melakukan konvoi atau pawai di seluruh wilayah hukum Polres Pulau Ambon dan PP Lease.

"Saya sudah perintahkan seluruh aparat untuk melarang dan mencegah aksi konvoi sebelum ada hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU)," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pihak Kepolisian tidak akan mengeluarkan izin keramaian untuk aksi konvoi paska pencoblosan pemilu, karena kegiatan ini rawan memicu gesekan antarwarga.

"Masyarakat diminta sabar menunggu proses penghitungan suara di tingkat KPU, dan kami akan mengawasi seluruh proses itu," tandasnya.

hukuman untuk pengendara sepeda motor berknalpot brong (Instagram)
Hukuman untuk pengendara sepeda motor berknalpot brong. Sebagai ilustrasi [Instagram].

AKBP Sutrisno Hadi Santoso menambahkan bahwa ia akan menindak tegas siapapun yang melakukan aksi provokatif maupun kegiatan-kegiatan yang mengarah pada anarkisme terkait pelaksanaan pesta demokrasi Pilpres dan Pileg.

baca juga

Aparat TNI dan Polri siap menjaga dan mengamankan pelaksanaan Pemilu sehingga berjalan lancar, jujur dan damai.

"Saya juga mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh dengan berita bohong yang bisa mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas Kota Ambon," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ingin Motor Lebih Irit Bahan Bakar? Coba 5 Tips Seru Ini!

Ingin Motor Lebih Irit Bahan Bakar? Coba 5 Tips Seru Ini!

Otomotif | Selasa, 16 April 2019 | 21:00 WIB

Begitu Peranti Dipasang, Helm Jadi Cerdas Secara Instan!

Begitu Peranti Dipasang, Helm Jadi Cerdas Secara Instan!

Otomotif | Selasa, 16 April 2019 | 11:10 WIB

Abang Ini Driver Ojol atau Pawang Ular, Ya?

Abang Ini Driver Ojol atau Pawang Ular, Ya?

Otomotif | Senin, 15 April 2019 | 12:45 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×